Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Ikhlas


__ADS_3

"Baik lah nay, paman kasih kamu waktu 1 Minggu untuk mencari tempat tinggal dan mengosongkan rumah ini. paman rasa dengan waktu segitu sudah cukup. Kalau begitu paman dan bibi pamit pulang dulu.


Nayna tetap bungkam tidak menjawab paman, berdiri untuk menyalami paman dan bergantian ke bibi.


"Jaga diri kamu baik-baik, Paman permisi. Assalamualaikum...


"Waalaikumsalam... (Jawab Nayna)


Setelah kepergian paman dan juga bininya Nayna menutup pintu, seketika kakinya lemas dan mulai menumpahkan air matanya. Nayna menangis dengan menekuk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya.


Andin keluar dari kamar dan langsung memeluk Nayna, untuk memberikan kekuatan kepada sahabatnya itu.


Tanpa banyak bertanya kepada Nayna, Andin membimbing Nayna ke dalam kamar mereka, dan mendudukkan Nayna di pinggir tidur.


Nayna mulai menatap sedih ke arah sahabatnya itu.


"Din..!!! apa yang harus aku lakukan sekarang Din. Kenapa harus aku yang harus mengalami semua ini. Kenapa Din...

__ADS_1


"Sabar ya nay, ingat Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya melebihi batas kemampuan umatnya.


"Iya Din, aku tau. Tapi Din kamu kan tau rumah ini satu-satunya peninggalan ayah dan bunda, begitu banyak kenangan ayah dan bunda di sini. Aku gak bisa membayangkan gimana kehidupan aku selanjutnya. (mulai terisak)


"Kamu yang Sabar ya nay, ada aku di sini. Aku janji tidak akan memberikan kamu sendiri. Ikhlaskan semuanya nay. Ini adalah jalan menuju kebahagiaan di dalam hidup yang di berikan oleh sang pencipta, kalau kita mampu melewati semua ujian ini kita akan mendapatkan hasilnya di kemudian hari.


"Ya Din semoga aku bisa mengikhlaskan semua ini dan bisa melewati cobaan ini.


"Aku yakin kamu pasti bisa nay. (yakin Andin)


Bukannya nay gak mau mempertahankan rumah yang penuh dengan kenangan ini, ayah bunda, tapi nay gak ada pilihan lagi. nay gak ada uang untuk melunasi hutang kita. maafkan nay ayah, bunda. (Suara hati Nayna)


"Nay...nay... NAYNA...(panggil Andin dengan sedikit berteriak, karena dia melihat sahabatnya itu melamun)


"Ya Din, kenapa...?


"Kamu yang kenapa...

__ADS_1


Kenapa malah melamun...


Ya udah kita makan siang dulu yok, habis itu kita ngerjakan PR, besokkan harus di kumpulankan, aku gak mau ya di hukum lagi karena gak ngerjakan PR, jadi aku contek PR kamu ya nay hehehe


"Kamu itu ya Din, dari dulu bisanya cuma mencontek terus, kapan kamu masuk 10 besar kalau kamu mencontek terus.


"Kamu tau aja nay, makanya kalau kamu tidak ada aku tidak tau mau contek PR siapa, kamu kan tau kalau aku paling males berhadapan dengan rumus-rumus tidak jelas itu. (sambil cengengesan)


"Kamu itu ya Din bisa aja ngelesnya. ya udah ayok kita makan dulu abis itu kita ngerjakan PR nya bersama gak ada contek-conekkan. Kalau ada yang gak kamu mengerti nanti aku ajarkan sampai kamu ngerti. ok


"Siap ibuk guru...


Seketika mereka pun tertawa bersama dan melupakan sejenak masalah yang sedang di hadapi.


Mereka keluar dari kamar dan menuju dapur dan mengambil makanan. membawanya keruang tamu dan mulai menyantap makanannya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Selesai makan siang mereka berdua membereskan sisa makanannya, mencuci piring bekas makan mereka dan menyimpannya di dalam lemari penyimpan seperti biasa dan mulai mengambil buku pelajaran masing-masing untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

__ADS_1


__ADS_2