
Nattan selalu cemas akan nayna, apa lagi saat berjauhan seperti sekarang ini, dan di tambah lagi saat melihat nayna yang tampak lemas seperti itu Nattan sudah mulai tidak bisa tenang. Kecemasan tergambar jelas di wajah Nattan.
Nattan menatap istrinya yang sudah terlelap itu, nayna tampak gelisah dalam tidurnya. Nattan mendekatkan jari tangannya ke layar ponsel seolah ingin menggapai nayna.
"Sayang...(ucap Nattan, yang tatapan nya tidak lepas dari nayna)
Sepanjang malam Nattan tidak memejamkan matanya dia terus saja menatap nayna yang tampak sudah tidur dengan nyenyak itu, lewat layar ponsel nya dengan sambungan vc yang sengaja tidak mereka akhiri.
"Ardy, kita pulang besok pagi-pagi sekali, sepertinya nayna lagi kurang sehat (kata Nattan, lewat sambungan ponsel nya yang satu lagi)
Setelah mengatakan itu Nattan memutuskan sambungan telpon nya, lalu meletakan kembali ponsel yang digunakan untuk menghubungi ardy tadi.
Nattan kembali melihat ke layar ponsel nya yang terhubung dengan nayna.
"Sayang tunggu mas di sana, besok mas akan pulang. Kamu sehat-sehat ya sayang. Mas kangen banget sama kamu. (kata Nattan, yang pasti nya tidak di dengar oleh nayna karena nayna sudah tidur dengan lelap)
Nattan melirik ke arah jam dinding, (jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari)
Nattan memejamkan matanya, tidak lama Nattan kembali membuka matanya. Nattan sudah tidak bisa tidur, rasa kantuk di mata sudah hilang karena rasa cemasnya kepada nayna.
Nattan mendudukkan tubuh nya.
"Sayang, Mas akhir sambungnya ya, karena mas mau siap-siap dulu, tunggu mas pulang ya. Tidur yang nyenyak ya sayang. Assalamualaikum...(kata Nattan, lalu mengecup nayna yang ada di layar ponsel nya, dan Nattan pun mengakhiri sambungan vc nya)
Nattan turun dari tempat tidur, berjalan dan keluar dari kamar menghampiri Ardy yang ada di kamar sebelah.
Tok...tok...
Ketukan pintu di kamar ardy oleh Nattan.
Tidak menunggu lama ardy pun membukakan pintu kamar nya, ardy sudah tau pasti Nattan yang mengetuk pintu kamar nya.
"Ada apa...? (tanya ardy)
"Apa kamu sudah mengatur semuanya...? (tanya balik Nattan)
"Ya sudah, semuanya sudah saya atur, kita pulang jam 6 pagi ini. (ucap ardy)
"Apa tidak bisa lebih di percepat lagi, kalau bisa kita berangkat sekarang juga. (kata Nattan dengan wajah yang masih terlihat cemas)
Ardy menatap sahabat nya itu, ardy tau Nattan tampak cemas saat ini.
"Baiklah akan saya atur segalanya, kita pulang sekarang, kembali lah ke kamar mu untuk bersiap pulang. (kata ardy)
__ADS_1
"Baiklah (kata Nattan lalu kembali berjalan dan masuk ke dalam kamar nya)
Nattan masuk ke dalam kamar nya, membereskan semua barangnya, memasukan pakaiannya ke dalam koper dengan asal-asalan.
Tok...tok...
"Masuk (kata Nattan saat pintu kamar nya di ketuk dari luar)
"Apa perlu bantuan...? (tanya ardy lalu masuk ke dalam kamar Nattan)
"Gak perlu, apa semuanya sudah siap, kita bisa berangkat sekarang...? (tanya Nattan)
"Ya, sini kopernya biar di masukin ke mobil oleh pegawai hotel, mereka sudah menunggu di luar (kata ardy lalu mengambil koper yang di pegang oleh Nattan)
Ardy memberikan koper Nattan kepada salah seorang pegawai hotel.
"Nattan ayo kita berangkat ke bandara sekarang (kata ardy yang masih melihat Nattan diam mematung di dalam kamar, sambil melihat layar ponsel nya)
Tanpa menjawab Nattan pun berjalan menghampiri ardy yang ada di depan pintu kamar hotel.
Ardy dan Nattan jalan beriringan sampai ke dekat mobil yang sudah menunggu di depan pintu masuk hotel.
Nattan segera masuk kedalam mobil, Setelah memberikan tip kepada dua orang pegawai hotel yang membawakan koper nya, ardy pun menyusul Nattan masuk ke dalam mobil, duduk di depan sebelah sopir.
"Lebih cepat pak (kata ardy kepada supir mobil yang tampak sangat pelan menyetir mobil, padahal jalanan sangat sepi)
"Baik tuan (jawab sang sopir, lalu menambah kecepatan laju mobil)
"Di kursi belakang Nattan tampak sangat gelisah, dia membuka matanya melihat layar ponsel nya, lalu kembali memejamkan matanya. Itu di lakukan Nattan berkali kali.
"Sebenarnya nayna kenapa nat...? (tanya ardy yang sebenarnya juga cemas tapi tidak terlihat)
"Saya juga gak tau ar, tadi gue lihat dia tampak lemas dan wajahnya pucat. Tapi pas saya tanya dia bilang kalau dia cuma pusing dan sedikit mual, mungkin maag nya kambuh. (kata Nattan dengan mata yang masih tertutup)
"Apa kamu sudah hubungi nando, untuk memeriksanya...? (tanya ardy lagi)
"Belum ar, tadi saat saya mau menghubungi nando tapi di larang oleh nayna. (jelas Nattan lalu berlahan membuka matanya)
"Oh ya Nattan, bukannya kamu tadi bilang saat ini di dream house ada dita dan dinda yang menemani nayna...! (kata ardy)
"Ya mereka masih ada di sana. Tapi walaupun mereka ada di sana kamu tau sendiri kan ar kalau nayna itu sangat keras kepala, pasti dia juga menolak dita dan dinda yang menyarankannya untuk di periksa. (kata Nattan)
"Ya Nattan lo bener, pasti dia bilang dia baik-baik saja. Nayna selalu seperti itu dari dulu (kata ardy)
__ADS_1
"Ya ar lo benar, makanya saya mau pulang sekarang, karena saat saya ada di dekatnya lah yang bisa membuat keras kepala nayna itu mencair. (ucap Nattan)
"Bisa aja lo nat, tapi lo ada benarnya juga nat. Kalian berdua itu memang saling melengkapi. Gue tambah iri sama kalian berdua. (kata ardy lalu tersenyum)
"Gak perlu iri ar, bukannya kamu sudah punya dinda, makanya biar hidup kamu tambah lengkap, cepetan sana halalin dia, jangan lama-lama pacaran nya gak baik. (kata Nattan)
"Maunya sih begitu nat, tapi si dinda nya belum mau untuk cepat-cepat, katanya di jalani aja dulu. (kata ardy)
"Wah sayang sekali ar, saya dan nayna padahal sudah janji kalau kamu dan dinda nikah tahun ini kita berdua akan menghadiahkan rumah yang baru saja kita beli yang ada di komplek yang sama dengan kita itu loh. (kata Nattan)
"Rumah yang kamu beli dari wanita tua cerewet yang pindah ke cina itu...? (tanya ardy)
"Iya yang itu (kata Nattan)
"Benaran kalian mau menghadiahkan itu sama kita...? (tanya ardy memastikan)
"Ya benaran, emang nya kapan sih kita pernah bohong sama kamu, tapi itu berlaku untuk di tahun ini, kalau kamu dan dinda nikah tahun ini kita hadiahkan rumah itu. (kata Nattan)
"Ok akan saya usahakan, semoga dinda nya mau. Biar saya cepat nikah juga. (kata ardy dengan antusias)
Nattan tersenyum, lalu menggelengkan kepala nya melihat tingkah ardy yang kegirangan seperti anak kecil.
Tidak lama mereka pun sampai di bandara, Nattan dan ardy turun dari mobil, lalu masuk ke kawasan bandara.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...
__ADS_1