Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kecemasan Dita


__ADS_3

Seorang gadis berjalan di kegelapan malam seorang diri, dia tampak mempercepat langkahnya, bahkan sesekali dia melihat ke arah belakang, kiri dan kanan.


Rumah-rumah yang di lewatinya pintunya sudah tertutup, tampak para penghuninya sudah tidur dengan lelap, mengistirahatkan tubuhnya dia di kesibukan rutinitas di siang hari.


Rasa takut mulai muncul di diri gadis itu. Padahal di antara dia dan teman-teman nya Gadis itu selalu tidak kenal takut, gadis yang sangat pemberani. Tetapi tidak tau kenapa tiba-tiba malam ini ia merasa takut. Di tambah lagi dia merasa sejak tadi ada seseorang yang mengikutinya.


"Dita...dita...(suara seseorang yang memanggil namanya)


Dita menghentikan langkahnya melihat ke belakang, ke sumber suara. Tetapi dita tidak melihat ada seseorang di sana.


(Ya...gadis itu adalah dita, dia baru saja pulang dari jalan-jalan di salah satu mall bersama sahabatnya dinda)


"Tidak ada siapa siapa...! apa gue salah dengar...! tapi gue yakin tadi ada orang yang memanggil nama gue. Ah...ini semua gara-gara dinda, pakai nantang gue untuk jalan kaki sampai rumah di jam segini, dan bodohnya gue pakai setuju aja lagi. Mana malam ini sepi banget, padahal ini masih jam segini tapi kenapa sudah sepi aja, biasanya gak seperti ini...! (Ucap Dita saat menghentikan langkahnya dan memeriksa sekelilingnya dengan sorotan matanya)


Dita menarik nafas, lalu merasakan tengkuknya dengan tangan, dia merasa sedikit merinding. Pikiran dita sudah kemana-mana, lalu dengan cepat dita kembali melanjutkan langkahnya, dan kali ini dengan sedikit berlari.


"Gue yakin gue mendengar seseorang memanggil nama gue tadi, dan Sepertinya gue juga melihat ada bayangan seseorang tadi tapi kok orangnya gak ada apa gue cuma salah lihat. (suara hati dita yang masih mempercepat langkahnya)


Dita menggelengkan kepalanya, menghalau rasa takut yang mulai muncul.


"Aaaaa....(teriak dita)


Dita berjongkok, menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


"Jangan ganggu saya, jangan ganggu saya, pergi...pergi...(ucap dita)


"Hai...dita dita...ini saya...Nando temannya Nattan suami Nayna. (ucap Nando yang berdiri di hadapan dita yang sedang berjongkok, karena ketakutan)


Mendengar nama nayna, dita pun membuka tangannya yang tadi di gunakan nya untuk menutupi wajahnya, lalu dita pun mendongak, melihat orang yang ada di hadapannya.


Dengan berlahan dita melihat orang itu, dari ujung kaki ke atas.


"Kamu...(ucap dita saat sudah mengenali orang itu)


Dengan cepat dita pun berdiri.


"Ngapain kamu ada di sini...? Ah... saya tau kamu kan dari tadi ngikutin saya, dan buat saya takut. Kamu mau cari masalah dengan saya....?(Ucap dita dengan nada marah)


"Tunggu...tunggu...tunggu...


tadi kamu panggil saya apa...?

__ADS_1


KAMU....


Hai anak kecil, asal kamu tau ya saya itu jauh lebih tua dari kamu, jadi gak sopan kalau kamu panggil kamu ke saya. Bukannya saya sudah pernah bilang ke kamu, kamu boleh panggil saya dr, kakak atau mas. Apa kamu paham....! (kata Nando tegas)


"Ah...itu gak penting sekarang.


yang penting itu semua pertanyaan saya, jadi tolong di jawab aja. (kata dita lagi)


"Hai itu penting juga, karena saya lebih tua dari kamu, apa orang tua kamu gak mengajarkan kamu untuk...(ucap Nando)


"Ya ya baik lah, pak... Puas...(potong dita)


Nando menggelengkan kepalanya, karena dita memotong omongan nya.


"Jangan pak juga, saya bukan bapak kamu, dan saya juga belum tua tua kali yang akan kamu panggil pak. (kata nando lagi)


"Huh dasar laki-laki tua (kata dita dengan suara kecil dengan kesalnya)


"Kamu ngomong apa barusan, maaf saya gak dengar (ucap nando sambil mendekatkan kepalanya ke dita)


"Saya gak ngomong apa-apa, baiklah dari pada urusan nya bertambah panjang dan saya semakin lama di sini. Baik, saya panggil kakak aja, seperti dinda memanggil kakak seperti itu. Dan sekarang kakak jawab aja pertanyaan saya yang tadi. Ngapain kakak ada di sini...? Di jam tengah malam lagi. (ucap dita)


"Nah itu baru anak pintar.


"Saya bukannya menuduh, tapi saya hanya bertanya. (ucap dita)


"Dita...dita, tadi itu bukan pertanyaan tapi tuduhan. (kata nando sambil menggelengkan kepalanya)


"Lagian, kamu ngapain sih, perempuan jalan malam-malam dan sendirian lagi. (Kata nando lagi)


"Saya gak sendirian kak, saya bersama dinda tadi, tapi dinda gak ngantar saya sampai di depan rumah, karena dia menantang saya untuk jalan kaki sendiri sampai rumah, dan saya menyanggupinya. (ucap dita, sambil menundukkan kepalanya)


"Dasar gadis gadis aneh...


Lain kali sebelum taruhan itu di ingat-ingat dulu apa resikonya, kalau kayak gini itu sangat membahayakan.


Kalian itu perempuan, jalan di tengah malam dalam keadaan sepi, kalau terjadi apa-apa bagaimana...? untung saya melihat kamu yang berjalan tergesa-gesa tadi dan saya langsung menghampiri, coba kalau orang jahat tadi yang menghampiri kamu, kamu bisa habis. (kata nando)


"Ya sudah lah, gak usah di bahas lagi. Ayo saya anatar kamu sampai rumah, mobil saya ada di sana. (kata Nando lagi)


"Gak usah kak, saya pulang sendiri aja, lagian rumah saya sudah dekat, palingan tinggal 3 rumah lagi. (tolak dita)

__ADS_1


"Udah gak usah sok menolak, biar pun rumah kamu sudah dekat, tapi kalau malam malam kayak gini itu masih bahaya untuk seorang perempuan. (ucap Nando, dengan senyum penuh makna)


Dita terdiam, dia melihat ke arah mobil nandi yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri, lalu dita melihat ke nando yang ada di hadapannya.


"Udah ayo...(ajak Nando)


Nando mulai berjalan ke arah mobil, dan tampa berkata-kata lagi dita pun mengikuti langkah kali Nando.


Keduanya masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju.


"Kak kenapa ke arah sini, rumah saya di sana...! seharusnya tadi kakak cuma belok sebelah kiri aja dan gak jauh dari simpang itu rumah saya, tapi kok kakak malah jalan lurus. (ucap dita sambil menunjuk jalan arah rumahnya)


"Saya tau rumah kamu di sana, tapi malam ini kamu gak akan pulang ke rumah kamu, saya mau ajak kamu ke suatu tempat. (kata Nando)


"Apa...maksud kakak (ucap kaget dita)


"Udah gak usah rewel dan gak usah banyak tanya, kamu diam aja, kamu akan baik-baik saja kalau dengan saya, dan jangan kamu pikir saya menculik kamu. Saya membawa kamu itu atas permintaan kedua orang tua kamu. (kata Nando yang fokus menyetir)


"Apa...ayah ibu, jadi kakak mengenal mereka...? (dita)


"Ya iya lah saya kenal, karena kedua orang tua kamu itu teman sekaligus rekan kerja kedua orang tua saya. (ucap Nando)


"Terus sekarang kita mau ke mana...? dan di mana ayah dan ibu (tanya dita)


"Nanti kamu juga akan tau, udah dari pada kamu banyak tanya, itu mengganggu konsentrasi saya menyetir, lebih baik kamu diam aja atau kamu tidur aja, nanti kalau udah sampai saya bangun kan. (kata Nando)


Dita pun diam, dia hanya menatap kesal ke arah Nando, saat nando melihat ke arah nya, dengan cepat dita memalingkan wajahnya.


Dita duduk diam, melihat lurus ke depan, menatap jalanan. Tetapi Pikiran dita sudah kemana-mana, begitu banyak pertanyaan di kepalanya saat ini.


"Apa ini ada hubungannya dengan pembicaraan ibu beberapa hari yang lalu ya, saat ibu menelpon itu. Ah gak mungkin, ibu bilang itu kan seandainya. (kata hati dita)


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......


...🤗🤗🤗...


...Vote, like dan komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....

__ADS_1


...🥰🥰🥰...


...Terima kasih 🙏...


__ADS_2