Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Menemani Nayna


__ADS_3

Nayna sudah tidur dalam pelukan Nattan, lalu Nattan mengangkat tubuh mungil nayna ke atas tempat tidur, Nattan membaringkan nayna dengan pelan dan menyelimuti nayna.


Saat Nattan ingin pergi Nattan melihat nayna sedikit gelisah dalam tidur nya, Nattan kembali menghampiri nayna. Nattan duduk di pinggir tempat tidur, lalu membelai lembut kepala nayna.


Karena matanya juga terasa berat Nattan pun membaringkan tubuhnya di samping nayna, lalu Nattan menarik tubuhnya nayna secara berlahan untuk masuk dalam pelukan nya.


Tidak butuh waktu lama, Nattan pun tertidur sambil memeluk nayna.


Baru saja Nattan terlelap tiba-tiba Nattan mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok..Tok..Tok...


Nattan kembali membuka matanya, lalu melihat kearah nayna, karena Nattan takut nayna terbangun karena suara ketukan pintu.


Nattan melepaskan tangannya perlahan di atas perut nayna lalu Nattan menggeser tubuhnya perlahan juga. Nattan kembali melihat kearah nayna, Nattan bernafas lega karena pergerakannya tidak mengganggu tidur istrinya itu.


Nattan pun turun dari tempat tidur, membetulkan selimut, lalu berjalan menuju pintu. Nattan membuka pintu kamarnya sedikit.


"Ada apa pak...? (tanya Nattan saat melihat manager hotel yang ada di depan pintu) "Dinda, Dita...(kata Nattan lagi saat melihat dua orang yang bersama manager hotel)


"Mas (ucap dinda dan dita bersama)


"Maaf tuan muda, saya mengantarkan nona berdua ini katanya mau bertemu nona muda. (ucap manager hotel)


"Ya pak, mereka berdua sahabat istri saya (ucap Nattan) "Ada apa kalian berdua kesini...? (tanya Nattan secara langsung kepada dita dan dinda)


"Kita mau ketemu nayna mas, kita mau tau bagaimana kondisi nya (ucap dita)


"Ya mas Nattan (ucap dinda pula)


"Nayna baik-baik saja, dia cuma kelelahan saja, dan sekarang nayna lagi tidur setelah minum obat. (kata Nattan)


"Alhamdulillah...mas, kalau nayna baik-baik saja. Kami sempat kuatir tadi. (ucap dita)


"Ya tapi sekarang nayna udah lebih baik kok, kalian berdua gak usah kuatir lagi. Apa kalian mau masuk lihat nayna...? (tanya Nattan)


"Gak usah mas, biarkan nayna nya istirahat, kalau kita masuk nanti mengganggu istirahat nayna. (ucap dita)

__ADS_1


"Ya mas, kalau begitu kami pamit kembali ke kamar lagi ya mas. Salam untuk nayna nya, semoga cepat sembuh. (kata dinda)


"Ya nanti mas sampai kan. (ucap Nattan)


"Baiklah kalau begitu kami permisi mas Nattan Assalamualaikum...(ucap dita)


"Assalamualaikum...(ucap dinda juga)


"Waalaikumsalam...(jawab Nattan)


Dinda, dita dan manager hotel pun pergi, setelah Nattan melihat mereka sudah menjauh, Nattan pun kembali masuk ke dalam kamar, menutup dan mengunci pintu kamarnya.


Nattan berjalan kembali ke tempat tidur di mana nayna sudah tidur dengan pulas di sana. Nattan naik ketempat tidur lalu duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.


Nattan menatap setiap inci wajah cantik istrinya itu, lalu Nattan membelai lembut rambut nayna, menyingkirkan beberapa helai rambut nayna yang menutupi wajah cantik nayna.


Nattan tersenyum melihat betapa cantiknya istri kecilnya itu. Nattan membetulkan posisi tidur nya, lalu menarik secara berlahan selimut yang ada di tubuh nayna, saat Nattan ingin masuk kedalam selimut yang sama dengan nayna.


Tanpa sengaja Nattan melihat leher putih dan sedikit dada mulus nayna, Nattan menelan silver nya karena terpesona melihat pemandangan yang luar biasa itu.


Nattan tersenyum lalu kembali melanjutkan aksinya, Nattan menciumi leher putih mulus nayna, Nattan tidak bisa lagi menahan dirinya di tambah lagi saat Nattan mencium wangi di tubuh istrinya.


Nattan meninggalkan beberapa tanda merah di leher serta dada atas nayna, karena belum merasa puas Nattan kembali menciumi dengan lembut setiap inci leher putih nayna.


Nayna menggeliat karena aksi yang di lakukan oleh Nattan, Nattan dengan cepat menarik kepalanya di leher nayna lalu menatap nayna yang mulai membuka matanya.


"Sayang kenapa bangun...!!! (Seru Nattan sambil membelai lembut pipi nayna)


"Mas ngapain...? kenapa tidak tidur...? (tanya nayna, sambil membelai pipi Nattan yang menatapnya)


"Ini mas baru mau ikutan tidur. (ucap Nattan)


Kembali tidur lagi sayang, sini mas peluk (ucap Nattan lagi sambil merentangkan tangannya)


Nayna menggeser posisi tidur nya dan masuk dalam pelukan Nattan.


"Tidurlah...(ucap Nattan lalu mencium kepala nayna)

__ADS_1


"Mas peluknya terlalu kencang, itu membuat nay susah bernafas (ucap nayna)


"Ah...maaf sayang. (ucap Nattan lalu melonggarkan pelukannya.)


Nayna kembali menggeser posisi tidur nya, nayna menyamakan posisi kepalanya dengan Nattan, menggunakan tangan Nattan sebagai ganti bantal nya.


"Terima kasih mas, Mas Nattan sudah hadir di hidup nay, dan memberikan kebahagian kepada nay, terima kasih juga mas sudah menjadi suami yang terbaik dan mencintai nay. (ucap nayna)


"Sama-sama sayang, terima kasih juga karena nay sudah mau menjadi istri mas, (ucap Nattan, sambil tangan satunya membelai rambut nayna)


Lalu Nattan mencium kening nayna, turun ke pipinya, dan ******* bibir nayna, tangan Nattan mulai tidak bisa di kondisikan, tangan Nattan membelai lembut leher dan tengkuk nayna, lalu mulai turun ke bawah, Nattan membelai dada nayna walaupun masih tertutup oleh baju nayna.


Nattan mulai terbuai oleh permainannya. Dan seketika Nattan menghentikan permainannya, karena Nattan teringat kalau nayna sedang sakit. Nattan tidak mau karena ulah nya akan membuat kondisi nayna akan bertambah parah.


Nanya menatap heran kepada Nattan, Karena nayna sebenarnya sudah bertekad mengizinkan Nattan untuk mengambil haknya, dan nayna sudah mempertimbangkan semuanya, karena nayna tau melayani suami itu adalah ibadah, jadi nayna sudah siap kapan saja Nattan menginginkannya.


Nattan mengusap bibir nayna yang basah, lalu mengecupnya sekilas, lalu Nattan memeluk nayna dan berbisik.


"Maaf sayang, mas tau nay sudah siap tapi maaf tidak sekarang. Kesehatan kamu lebih penting sekarang. Mas tidak mau menjadi suami yang egois. Kalau nay sudah benar-benar sembuh kita bisa melakukan nya. (ucap Nattan, membelai kepala nayna sambil mengembangkan senyum nya)


Nayna yang merasa malu langsung membenamkan wajahnya di dada Nattan.


Nattan tersenyum melihat tingkah malu-malu istri kecilnya itu.


Lalu Nattan dan nayna pun kembali tertidur, sambil masih berpelukan. Karena itu sudah menjadi kebiasaan suami istri itu.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Maaf cuma bisa up sedikit ๐Ÿ˜Š, karena kondisi Author kurang sehat....


...Terima Kasih ๐Ÿ™๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2