
Keesokan harinya
Nattan sudah bersiap dan masuk ke dalam mobil untuk mengantar Nayna ke kampus.
Karena hari ini Nattan ada meeting di luar jadi Nattan pun mengantarkan Nayna lebih cepat dari jam biasanya Nayna berangkat ke kampus.
Sebenarnya Nayna bisa saja di antar oleh mang Koko ke kampus tetapi Nattan bersih keras ingin mengantarkan sendiri, Nayna sudah berusaha menjelaskan kepada Nattan tetapi itu semua tidak ada hasilnya.
Karena Nattan mengancam akan membatalkan meeting nya jadi pada akhirnya sesuai kesepakatan berdua, Nayna pun ke kampus lebih awal dari biasanya.
Nayna masih cemberut melihat ke arah Nattan saat memasuki mobil, Nattan yang melihat Nayna cemberut seperti itu langsung memekarkan senyumannya.
"Kita berangkat sekarang...? (tanya Nattan, masih dengan senyuman di bibirnya)
"Em....(jawab Nayna, tanpa melihat ke arah Nattan)
"Udah dong sayang....! kok masih cemberut aja, kan mas udah setuju mengantar sayang lebih pagi dan gak akan membatalkan meeting nya. (Bujuk Nattan, sambil membelai lembut kepala Nayna yang tertutup hijab)
"Udah ya cemberutnya, kalau sayang masih cemberut mobilnya gak akan jalan-jalan ini. (kata Nattan lagi)
Nayna menggelengkan kepalanya, lalu Nayna pun berusaha untuk tersenyum dan melihat ke arah Nattan.
"Udah kan ini nay udah senyum...! Ayo kita jalan sekarang, nanti mas telat lagi (kata Nayna, lalu kembali melihat ke depan)
"Tapi kok senyumnya begitu sih sayang, kayak gak ikhlas gitu. (kata Nattan dan pura-pura ngambek)
Nayna menghela nafas panjang, dia gak abis pikir kenapa setiap hari suaminya ini selalu berubah-ubah, apalagi semenjak dia hamil.
"Baiklah, ini nay udah senyum dengan ikhlas mas. Dan sekarang kita jalan ya. (ucap Nayna lalu tersenyum sambil menggenggam tangan Nattan)
Nattan melihat ke arah Nayna, lalu mengelus kepala Nayna sambil berkata.
"Baiklah, kita jalan sekarang sayang.
Nayna tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Nattan.
Mobil mereka pun mulai melaju meninggalkan kediaman nya berjalan menuju kampus Nayna yang tidak begitu jauh jaraknya dari sana.
Jalanan tampak sangat mulus, mobil yang di kendarai Nattan tampak tidak ada terjebak macet seperti biasanya, Padahal jalanan saat ini sudah terlihat ramai oleh berbagai kendaraan.
Seperti biasanya saat di dalam mobil Nattan dan Nayna berbincang-bincang berbagai hal mereka bicarakan, itu semua seperti nya sudah menjadi kebiasaan oleh Nattan dan Nayna saat mereka berdua berada di dalam mobil, sampai akhirnya mobil mereka berhenti tepat di depan kampus.
"Kita sudah sampai sayang, nanti pulangnya jemput ya. (kata Nattan)
__ADS_1
"Ya mas, hari ini nay pulang seperti biasa. (kata Nayna)
"Benaran sayang gak apa-apa datang sepagi ini, dan nanti pasti sayang akan lama menunggu jam kuliah di mulai. (Nattan menatap Nayna dan tampak khawatir)
"Ya mas benaran kok nay gak apa-apa, mas gak usah khawatir. Lagian kan bagus nay datang lebih awal jadi nay bisa ke perpustakaan belajar di sana sampai jam kuliah di mulai. (jelas Nayna)
"Ya udah kalau begitu, ingat jaga diri sayang baik-baik kalau ada apa-apa segera kabari mas. Jangan terlalu capek, dan satu lagi jangan makan yang pedas-pedas dulu. (ucap Nattan)
"Ok siap bos (kata Nayna sambil hormat kepada Nattan lalu memekarkan senyumannya)
Nattan juga tersenyum, lalu mengelus kepala Nayna
"Baiklah nay turun sekarang, mas hati-hati bawa mobil nya, jangan ngebut, kalau udah sampai kabari nay (ucap Nayna)
"Iya sayang... (kata Nattan sambil menganggukkan kepalanya)
Nayna pun turun dari mobil setelah mencium punggung tangan Nattan dan Nattan mengecup keningnya serta mengelus perut Nayna yang masih rata dan sedikit berbicara kepada calon bayi nya.
Nayna berdiri di depan gerbang kampus, melambaikan tangannya ke arah mobil Nattan, dan tidak lama mobil itu pun melaju.
setelah mobil Nattan sudah tidak terlihat lagi Nayna pun berjalan masuk ke kawasan kampus.
Nayna berjalan ke arah perpustakaan, saat berpas-pasan dengan mahasiswa serta mahasiswi yang lain Nayna berusaha untuk tersenyum dan menyapa mereka, dan ada beberapa di antara mereka yang melihat Nayna dengan sinis dan bersikap cuek atau acuh.
Nayna masih terus berjalan dan tidak menghiraukan kata-kata yang di lontarkan mahasiswa dan mahasiswi yang sengaja dengan suara keras menyindirnya.
Nayna cuek dan tidak menghiraukannya.
Nayna duduk di salah satu bangku yang sudah tersedia di perpustakaan itu setelah mengambil beberapa buku yang dia butuhkan dan mulai membaca.
"Apakah di sini kosong...? (tanya salah seorang perempuan yang berdiri di samping Nayna)
Mendengar ada suara Nayna pun menoleh ke arah sumber suara, lalu berkata.
"Ya di sini kosong, ada apa....? (Nayna menatap perempuan itu)
"Boleh saya duduk di sini (kata perempuan itu lagi)
Nayna melihat ke sekelilingnya, masih banyak terdapat bangku-bangku yang kosong di sana. Nayna mengerutkan keningnya karena merasa heran, lalu kembali melihat ke perempuan yang masih berdiri itu. Nayna pun mengambil tas yang di letakannya di atas bangku yang ada di hadapan perempuan itu memindahkan nya ke atas meja.
"Silahkan (ucap Nayna akhirnya)
"Terima kasih (kata perempuan itu, lalu dia pun duduk meletakkan buku serta tasnya di atas meja)
__ADS_1
Nayna melanjutkan membacanya tanpa menghiraukan perempuan yang duduk di sampingnya saat ini. Perempuan itu mulai membuka buku nya, lalu berkali-kali melihat ke arah Nayna. Sebenarnya Nayna tau perempuan itu memperhatikan nya tetapi Nayna tidak menghiraukan nya, Nayna hanya fokus membaca buku yang ada di hadapannya.
Ponsel Nayna pun berbunyi, itu adalah notif pesan yang masuk ke ponselnya. Nayna mengambil ponselnya lalu mengecek itu pesan dari siapa.
Nayna tampak tersenyum setelah membaca pesan itu, lalu membalasnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Ada apa....? (tanya Nayna kepada perempuan yang ada di sampingnya, karena perempuan itu masih saja melihat ke arah nya dan Nayna mulai risih kepada nya)
"Eh...maaf. Gak ada apa-apa kok. (jawab perempuan itu dengan terbata-bata, lalu dia pun berpura-pura kembali membaca buku nya)
Nayna menggelengkan kepalanya, lalu kembali melihat ke bukunya. Dan lagi-lagi perempuan itu melihat ke arah nya.
Nayna yang sudah mulai risih, menutup buku nya lalu membereskan meja mengambil tasnya dan Nayna pun berdiri karena Nayna Hendak pergi dari sana.
"Eh maaf, mau kemana...? (Tanya perempuan itu saat melihat Nayna yang ingin pergi dari sana)
"Mau ke kelas, kenapa...!! (ucap Nayna)
"Oh... Udah selesai membacanya...? (tanya perempuan itu)
"Ya udah, emang nya kenapa...? maaf ya saya mau ke kelas sekarang. Kalau kamu gak ada perlu apa-apa lagi tolong lepaskan pegangan kamu dari tas saya. (kata Nayna dengan tegas)
"Eh iya maaf. Silahkan (ucap perempuan itu dengan gugup dan langsung melepaskan tangan nya yang memegang tas Nayna)
Nayna pun pergi dari sana, meletakkan buku yang di ambilnya lalu keluar dari dalam perpustakaan. Sebelum melangkah keluar Nayna sempat menoleh ke arah perempuan itu yang masih menatap nya.
"Perempuan yang aneh (ucap Nayna, sambil menggelengkan kepalanya karena merasa heran dengan tingkah perempuan itu)
Dan Nayna pun keluar berjalan ke arah ruang kelasnya.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...
...Terima kasih 🙏...