
Selama dalam perjalanan menuju rumah Nattan tidak henti-hentinya melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya.
Kring....
Tiba-tiba ponsel Nattan berdering
Nattan tampak kaget saat mendengar ponselnya tiba-tiba berdering, Nattan mengambil ponselnya lalu melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Nando...!! Ngapain nih anak nelpon...? tumben...! (gerutu Nattan saat melihat nama Nando yang tertera di layar ponselnya)
Baru saja Nattan mau menggeser tanda hijau di layar ponselnya, tapi tiba-tiba panggilan itu pun di akhiri.
"Sialan kok malah di matikan...! Mau cari mati ini anak...! (omel Nattan lagi)
Nattan meletakkan ponselnya lagi, lalu kembali fokus menyetir.
Jalanan sangat macet sehingga mobil yang di kendarai oleh Nattan tidak bisa melaju dengan cepat. Nattan kembali melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
Nattan bertambah panik, Nattan membunyikan klakson mobil, supaya mobil yang ada di depannya kembali berjalan. Tetapi itu semua hanya sia-sia mobil yang di kendarai oleh Nattan sudah terjebak macet.
"Sialan... sudah hampir 1 jam lebih saya meninggalkan Nayna di dream house sendirian, dan sekarang saya yakin pasti Nayna mencari. Huh...h...h...kenapa harus kejebak macet sih...! (Nattan memukul stir mobil)
Setelah cukup lama terjebak macet, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Nattan pun sudah mulai melaju dengan normal, Nattan sedikit menambah kecepatan mobilnya.
Dan beberapa menit kemudian mobil Nattan pun berhenti di kediaman nya yaitu dream house.Dengan cepat Nattan keluar dari dalam mobil, dan sedikit berlari masuk ke dalam rumah.
Saat Nattan ingin menaiki tangga menuju lantai atas rumah yang menuju kamar nya, Nattan pun bertemu dengan bik Minah yang kebetulan turun dari lantai atas.
"Apa bibik dari kamar....? (tanya Nattan)
"Iya den bibik dari kamar Aden untuk melihat nona Nayna. (jawab bibik)
"Oh... bagaimana Nayna bik....? apa dia menanyakan saya....? (tanya Nattan lagi)
"Ya den tadi setelah den Nattan pergi non Nayna bertanya sama bibik dan bibik bilang sesuai apa yang Aden katakan tadi sebelum pergi. Dan sekarang non Nayna sedang tidur. (jawab bik Minah)
"Ya bik terima kasih, baiklah kalau begitu saya ke atas dulu ya bik. (kata Nattan)
"Ya den, bibik juga pamit ke belakang dulu mau menyiapkan makan siang. (kata bik Minah)
Nattan menganggukkan kepalanya, lalu Nattan pun menaiki satu persatu anak tangga, berjalan santai menuju kamar nya.
Sedangkan bik Minah, setelah Nattan melewatinya bik Minah pun kembali turun dan berjalan menuju dapur untuk membuat makan siang.
Dengan berlahan dan penuh hati-hati Nattan membuka pintu kamar dan melangkah masuk ke dalam kamar lalu menutup kembali pintu kamar secara berlahan supaya tidak menggangu Nayna yang sedang tidur.
__ADS_1
Nattan berjalan mendekati Nayna, setelah di dekat Nayna Nattan membungkukkan badannya lalu mengecup kening Nayna yang sedang tidur. Lalu Nattan pun mengelus lembut kepala Nayna.
Nattan tersenyum melihat Nayna tampak tidak terganggu karena kecupan dan elusannya.
Nattan pun membalikkan badannya, berjalan menuju kamar mandi. Saat Nattan hendak melangkah masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba....
"Mas kamu sudah pulang...! (terdengar suara Nayna dari arah belakang)
Dengan cepat Nattan membalikan tubuhnya menoleh ke sumber suara.
"Sayang kok kamu sudah bangun...! (ucap Nattan dengan suara yang sedikit bergetar)
Nayna tersenyum, lalu mendudukkan tubuhnya dan bersandar di sandaran tempat tidur.
Nattan berjalan mendekati Nayna, mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar mandi. Sesampainya di dekat Nayna Nattan duduk di pinggiran tempat tidur dan menatap Nayna yang juga menatapnya.
"Ada apa sayang...? (tanya Nattan yang merasa tatapan Nayna penuh dengan tanda tanya sambil meraih dan menggenggam kedua tangan Nayna)
"Mas dari mana...? (tanya Nayna to the point)
"Dari bawah sayang (jawab Nattan cepat)
"Ya nay tau mas dari bawah, yang nay tanyain itu sebelum itu...! tadi nay lihat mobil mas keluar, gak mungkinkan mang Koko yang bawa, itu pasti mas....! mang Koko mana berani bawa keluar mobil mas...(Nayna melirik Nattan dengan tajam) Emang nya mas kemana...? kok mas main pergi saja gak pamit ke nay...! (Lanjut Nayna dengan masih menatap manik mata Nattan)
"Oh itu....
"Oh begitu...ya udah mas mandi sana biar nay siapkan pakaian mas, abis itu kita sholat dan baru makan siang. (ucap Nayna)
"Baiklah kalau begitu mas mandi dulu (kata Nattan, lalu mengecup kening Nayna dan mengelus lembut perut Nayna yang masih rata)
Nattan beranjak dari duduknya, berjalan menuju kamar mandi. Setelah melihat Nattan masuk ke kamar mandi Nayna pun menurunkan kedua kakinya untuk turun dari tempat tidur, lalu secara berlahan Nayna pun berdiri dan berjalan ke ruang ganti yang masih terdapat di kamar tidur.
Di dalam Nayna tampak memilih pakaian yang akan di gunakan oleh Nattan, setelah mendapatkannya Nayna meletakkannya di tempat biasa Nayna meletakkan saat menyiapkan pakaian untuk Nattan.
Sebelum keluar dari kamar ganti, Nayna memastikan sekali lagi pakaian yang akan di gunakan Nattan.
"Udah lengkap semuanya, baiklah sayang kita keluar gak tau kenapa bunda merasa pusing terlalu lama di dalam sini. (Nayna bicara sendiri sambil mengelus perutnya yang rata)
Nayna pun keluar dari dalam kamar ganti, berjalan lalu duduk di sofa yang ada di dalam kamar.
Tidak lama Nattan pun keluar, dan tampak sudah rapi dengan pakaian yang di siapkan oleh Nayna. Nattan pun berjalan untuk menghampiri Nayna yang sedang duduk di sofa sambil bermain ponselnya.
Tok...tok...
Terdengar suara ketukan pintu kamar mereka
__ADS_1
"Assalamualaikum...non den, maaf ini bibik...
(Suara bik Minah yang ada di depan kamar mereka)
Nayna dan Nattan yang sama-sama mendengar seketika mengalihkan pandangan mereka ke pintu kamar, Nayna langsung berdiri dari duduknya.
"Biar mas aja sayang...(kata Nattan dari arah belakang)
Nayna melihat ke Nattan lalu menganggukkan kepalanya.
Nattan berjalan ke arah pintu kamar lalu membukanya.
"Ada apa bik....? (tanya Nattan setelah melihat bik Minah)
"Anu den, di bawah ada den Ardy katanya mau bertemu sama Aden. (kata bik Minah)
"Oh baiklah bik, bilang sama Ardy sebentar lagi saya turun. (ucap Nattan)
"Baiklah den, kalau begitu bibik permisi turun dulu. (kata bik Minah)
Nattan menganggukkan kepalanya, setelah bik Minah pun pergi dari sana, Nattan kembali menutup pintu kamar, berjalan menghampiri Nayna yang sedang menatap nya.
"Kenapa mas Ardy ke sini...? bukannya tadi mas bilang mas pergi menemui mas Ardy...? (Tanya Nayna saat Nattan sudah berada di hadapan nya)
"Mas juga gak tau kenapa Ardy kesini lagi mencari mas, padahal tadi kita benaran sudah bertemu kok sayang. Mungkin masih ada hal yang terlupakan....! (jelas Nattan)
"Ya mas mungkin saja. Ya udah kita sholat dulu, habis itu baru turun (ucap Nayna)
Nattan menganggukkan kepalanya.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
__ADS_1
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...