
Tok tok...
Terdengar suara ketukan pintu kamar pasangan suami istri itu.
"Itu pasti Ardy sayang, tadi dia chat mas katanya dia sudah di depan, dan mas minta dia untuk langsung ke atas untuk membawa koper ini. (ucap Nattan)
"Oh mas ardy, ya udah biar nay yang buka pintunya mas. (kata nayna)
Nattan hanya menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan pertanda mengizinkan, nayna berjalan mendekati pintu kamar untuk membukakan pintu.
"Kok cepat bangat mas ardy nya datang, pasti mas ardy sengaja (gerutu nayna di dalam hati, bibirnya sudah maju beberapa senti)
"Mas Ardy (kata nayna setelah membuka pintu, sambil tersenyum)
"Ya Nay, apa Nattan nya sudah selesai bersiap nay...? (tanya ardy)
"Udah mas (jawab nayna)
"Ini kopernya, kamu tunggu di bawah sebentar ya nanti saya nyusul. (ucap Nattan, yang berdiri di belakang nayna sambil memberikan kopernya kepada ardy)
Nayna kaget tiba-tiba Nattan ada di belakangnya, dengan cepat nayna membalikkan tubuhnya menatap Nattan.
"Baiklah (Jawab ardy, sambil mengambil koper yang di sodorkan oleh Nattan)
Ardy pun turun ke bawah dengan menenteng koper di tangannya.
Nattan menatap nayna, mereka berdua saling tatap. lalu Nattan menarik tubuh nayna untuk mendekat kepadanya, Nattan memeluk erat tubuh mungil istrinya itu. Dan secara berlahan menutup pintu kamar mereka masih sambil memeluk nayna.
Nattan mencium pucuk kepala nayna yang tertutup hijab beberapa kali.
"Jangan pasang wajah sedih seperti itu lagi sayang...! tadi kan mas udah janji kalau mas akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan mas secepat mungkin, biar mas bisa pulang cepat. Lagian kita kan bisa berkomunikasi lewat hp sayang. Kalau kangen kita VC aja. (kata Nattan sambil mengelus pipi nayna)
"Ya mas (jawab nayna masih dengan wajah lesunya dan memaksakan tersenyum)
"Ya udah kalau gitu, sayang cuci muka dulu sana, biar lebih segar wajahnya. (kata Nattan)
Nayna menganggukkan kepalanya, lalu nayna pun berjalan dan masuk kedalam kamar mandi. Beberapa tidak butuh waktu lama, nayna keluar dari kamar mandi, wajahnya sudah terlihat segar lagi.
Walaupun tampa olesan Make Up wajah nayna tetap terlihat bercahaya. Nayna memang jarang menggunakan make up apa lagi saat di rumah seperti sekarang. Nayna akan menggunakannya di momen-momen tertentu saya itu pun hanya tipis saja.
"Udah sayang...? Apa kita turun sekarang...? (tanya Nattan kepada nayna saat melihat nayna berjalan mendekati nya)
"Ya mas, kita turun sekarang kasihan mas ardy kelamaan menunggu di bawah. (ucap nayna)
"Ya udah ayo. (kata Nattan sambil meraih menggenggam tangan nayna)
Mereka berdua pun keluar dari kamar.
Nayna dan Nattan menuruni satu per satu anak tangga itu. Suara langkah kaki mereka terdengar saat menuruni tangga.
__ADS_1
Nattan dan nayna Masih tetap berpegangan tangan sampai di depan pintu utama. Mengabaikan dinda dan dita yang duduk di ruang keluarga menatap mereka.
Dinda dan dita saling tatap.
"Sepertinya mas Nattan mau pergi deh dit, lo lihat kan tadi mas ardy turun membawa koper terus, nayna dan mas Nattan turun, mas Nattan nya sudah rapi. (kata dinda)
"Ya sepertinya begitu din. Oh mas ardy itu kenapa din...? Bukannya lo udah dekat dengan mas ardy, tapi kenapa tadi kelian berdua sikapnya seperti orang yang tidak saling kenal aja...? (tanya dita)
"Itu perasaan lo aja dita, gue dan mas ardy gak ada apa-apa kok. Kita biasa aja. Mungkin mas ardy lagi ada masalah di tempat kerjanya, makanya sikapnya seperti itu, gak negur kita berdua. Lo lihat kan tadi dia seperti terburu-buru begitu. (kata dinda)
"Ya din lo benar, ya udah kita samperin nayna ke depan yok. (ajak dita)
Dinda menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua menyusul nayna dan Nattan yang sudah duluan berjalan ke depan.
Di Depan
Ardy sudah berdiri di samping mobil, dia melihat Nattan dan nayna yang berjalan ke arahnya.
"Apa semuanya sudah di siapkan ar...? (tanya Nattan saat sudah berada di dekat ardy)
"Udah, berkas-berkas yang di perlukan juga udah saya ambil di kantor. (kata ardy)
"Baiklah kalau begitu. Sayang mas pergi dulu ya...! ingat jaga diri baik-baik, jangan lupa makan, tetap jaga kesehatan walaupun mas gak ada. (ucap Nattan)
"Ya mas, mas juga ya. Walaupun sesibuk apapun jangan lupa makan, jaga kesehatan mas juga. Kalau mas udah sampai nanti kabari nay. (ucap nayna)
"Ya sayang, mas akan hubungi sayang nanti kalau udah sampai. Ya udah kalau begitu mas pergi dulu ya. Assalamualaikum...(ucap Nattan lalu mencium kening nayna)
"Ya sayang. (jawab Nattan)
Sedangkan ardy hanya mengacungkan jempolnya dan tersenyum kepada nayna.
Nattan pun masuk ke dalam mobil, setelah di bukakan pintunya oleh ardy, dan ardy pun juga masuk kedalam mobil. Setelah melihat kedua tuannya masuk supir perusahaan pun mulai melajukan mobilnya.
Nayna melambaikan tangannya kepada Nattan, dan di balas oleh Nattan, lalu Nattan pun menaikan kembali kaca mobilnya.
Dinda dan dita memeluk nayna dari belakang, kedua sahabat itu tau kalau nayna saat ini sedang sedih, dan dia berusaha menahan rasa sedihnya itu.
"Kita masuk ya nay....! (seru dinda)
"Ya dinda, ayo dita kita masuk, lo masih belum begitu pulih jadi harus banyak istirahat. (kata nayna yang berusaha tersenyum di depan kedua sahabatnya)
"Ya nay. Lo lama-lama sama seperti dinda nay, sangat cerewet. (ucap dita)
"Lo baru tau dita, gue dan nayna itu kan kembaran jadi ya sifat kita juga sama, dan kita sama-sama cerewet juga. Ya gak nay...? (kata dinda)
"Hello...dinda lo gak usah halu deh din...!! Ya lo dan nayna itu kembaran tapi warna kulitnya aja yang sama, Kalau sifat dan Otak sangat berbeda. Hahaha.... (ucap becanda dita)
"Sialan lo dit, awas lo ya. (kata dinda sambil tangannya bergerak ingin memukul dita)
__ADS_1
Dita pun mengelak dan lari ke dalam rumah. Dinda yang masih gak terima mengejar dita. Nayna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabat nya itu.
"Terima kasih ya dinda dita berkat kalian berdua kesedihan gue sedikit berkurang, dan gue bisa tersenyum. (ucap nayna yang berbicara sendiri, sambil melangkah masuk kedalam rumah)
Nayna, dinda dan dita duduk di ruang keluarga sambil menonton acara di televisi.
"Kenapa mang koko lama sekali jemput mega, Jesi dan Sintia nya...!!! (kata nayna)
"Iya ya nay, ini udah mau jam 10 kenapa bisa lama. Apa jangan-jangan mang koko nyasar lagi nay....!! (kata dinda)
"Ya gak mungkin lah din, kan kita sudah minta mereka Sherlock ke nomor nya mang koko ya gak mungkin mang koko nyasar, mungkin mereka terjebak macet kali. Kan hari ini hari libur ya pasti banyak orang-orang yang memanfaatkan nya untuk berjalan-jalan bersama keluarganya. Kita aja yang gak bisa jalan-jalan, setiap hari libur pasti aja ada tugas yang harus di kerjakan. (ucap dita)
"Ya udah bagaimana kalau selesai mengerjakan tugas kelompok ini kita pergi jalan-jalan, setuju...? (tanya dinda yang sudah kesenangan)
"Gak bisa dinda, lo itu harus ingat, dita itu baru aja sembuh, dokter menyarankan kalau dia masih harus banyak-banyak istirahat. Kalau kita pergi jalan-jalan, gak mungkin kan kita tinggal ditanya sendiri di sini. (kata nayna)
"Iya ya nay, maaf dita gue lupa. (ucap dinda sambil cengengesan)
"Bagaimana kalau kita nonton atau karaokean aja nanti. (tawar nayna)
"Iya nay ide bagus, tapi dita bagaimana nay, bukannya dita harus Banyak-banyak istirahat, kalau kita pergi nonton atau karaokean, kan harus ke mall. Jadi dita bagaimana...? (tanya dinda)
"Ya gue di sini, kalian aja yang pergi gue di sini aja. Gak usah merasa gak enak sama gue. (ucap dita)
"Siapa bilang kita nonton atau karaokean nya di mall din. Kita nonton atau karaokean di sini aja. Jadi dita bisa ikut gabung deh. (ucap nayna)
"Di sini...? maksud lo di ruangan ini nay...? (tanya dinda sambil melihat ke seluruh ruangan keluarga itu)
"Gak din, kita ke atas nanti, di sana ada bioskop mini, dan juga tempat karaokean mini nya. (ucap nayna, sambil berdiri dari duduknya, untuk membukakan pintu karena nayna mendengar suara mobil mang koko berhenti tepat di depan pintu utama rumah itu)
"Bioskop dan tempat karaoke mini, kok gue baru tau. Kenapa dari kemarin-kemarin lo gak bilang nay, kalau gue tau gue akan sering-sering main ke sini, dan gak perlu ngantri lama-lama di bioskop. (omel dinda)
Nayna tidak menanggapi omelan sahabatnya itu, nayna hanya berlalu pergi ke ruang utama untuk membuka pintu.
"Udah lah din gak usah ngomel ambil sana buku-buku yang kita perlukan, sepertinya mega dan yang lain sudah datang. (ucap dita)
"Ya tuan putri. Enak ya kalau sakit bisa nyuruh-nyuruh (gerutu dinda sambil berlalu pergi masuk ke dalam kamar tamu, kamar tempat dia dan dita tidur, untuk mengambil buku-buku yang sudah di siapkan.)
"Dinda dinda (ucap dita)
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
__ADS_1
...🥰🥰🥰...
...#Terima Kasih 🙏...