
Nayna menaiki satu persatu anak tangga, gadis yang terlihat sangat kelelahan itu mulai membuka pintu kamar nya setelah sampai di depan kamarnya.
Nayna melihat ke semua penjuru kamar dan nayna tidak mendapati Nattan ada di sana.
Nayna melangkah ke ruang pustaka mini yang ada di dalam kamar dan nayna juga tidak mendapati Nattan ada di sana.
"Kemana mas Nattan...? apa keluar lagi. Ah gak mungkin biasanya mas Nattan kalau mau pergi lagi selalu pamit. Apa di ruang atas atau di ruang kerjanya...? Ah udah lah nanti aja cari mas Nattan nya lebih baik mandi dulu. (kata nayna yang berbicara pada dirinya sendiri)
Nayna masuk kedalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, nayna keluar dari kamar, nayna tampak sudah segar dan rapi dengan pakaian rumah yang biasa dia gunakan kalau sedang berada di rumah.
Nayna kembali turun ke bawah, lalu nayna menghampiri bik Minah yang ada di dapur.
"Bik, apa bibik lihat mas Nattan...? (tanya nayna saat sudah berada di dekat bik Minah)
"Aden...? tadi bibik lihat dia masuk ke dalam ruang kerjanya nona, setelah mendapat telpon dari seseorang, mungkin urusan kerja. (kata bik Minah)
"Oh di ruang kerjanya...! ya udah kalau gitu nay lihat mas Nattan di ruang kerjanya dulu ya bik, mana tau mas Nattan butuh sesuatu. (kata nayna)
"Ya non, silahkan...! (ucap bik Minah)
Oh iya non bibik sampai lupa. Ini oleh-oleh dari kampung bibik untuk non sama den Nattan. Di terima ya non, semoga nona suka. Maaf bibik sama mang koko cuma bisa kasih ini. (kata bik Minah lagi, sambil menyerahkan sebuah paper bag kepada nayna)
"Bibik kok repot-repot, dengan bibik dan mang koko kembali aja nay udah sangat senang. Gak perlu repot-repot seperti ini. (kata nayna)
"Bibik gak repot kok non, bibik sangat senang ngasih bisa ngasih nona dan aden ini. Di terima ya...! (kata bik Minah sambil kembali memberikan paper bag itu)
"Ya nay terima tapi lain kali gak usah repot-repot ya bik. Terima kasih atas oleh-oleh nya. (ucap nayna sambil mengambil paper bag yang di berikan oleh bik Minah)
"Ya non sama-sama. (ucap bik Minah)
"Oh ya bibik lagi masak apa...? (tanya nayna)
"Bibik lagi masak untuk makan siang non, makanan kesukaan non dan aden. (kata bik Minah)
"Wah pasti enak bangat, udah lama nay gak makan masakan bibik, oh ya tolong buatkan makanan yang ringan untuk dita ya bik, karena dita belum boleh makan berat oleh Dr jadi selama pemulihan dita harus makan makanan yang lunak bisa di cerna dengan cepat oleh lambung nya. Dita dan dinda untuk sementara akan tinggal di sini Bik, sampai dita benar-benar pulih. (kata nayna)
__ADS_1
"Baik non, nanti bibik buatkan bubur ayam untuk non dita. (kata bik Minah)
"Ya bik, terima kasih ya bik, maaf merepotkan bibik. (ucap nayna)
"Iya non gak apa-apa, lagian teman-teman non itu bibik juga sudah anggap anak sama seperti non, jadi bibik gak akan merasa di repot kan untuk menyiapkan makan untuk anak sendiri. (ucap bik Minah)
"Terima kasih ya bik, bibik memang yang terbaik. Ya udah, kalau gitu nay lihat mas Nattan di ruang kerjanya dulu ya bik. (kata nayna)
"Ya non. (jawab bik Minah)
Nayna pun pergi dari dapur, meninggalkan bik Minah di sana, nayna berjalan menuju ruang kerja Nattan.
Tok...tok...
"Assalamualaikum...mas...? (ucap Nayna saat sudah berada di depan pintu ruang kerja Nattan)
"Wa'alaikumsalam...masuk aja sayang... (jawab Nattan dari dalam)
Nayna membuka pintu ruang kerja Nattan, lalu melangkah masuk ke dalam setelah menutup kembali pintu itu.
"Lagi ngerjakan apa mas...? Apa nay mengganggu...? (tanya nayna)
"Gak ganggu kok sayang, Mas cuma lagi ngecek email yang masuk dari ardy aja sayang, kan tadi ardy menghadiri rapat dengan klien dari belanda, jadi dia kirim hasilnya lewat email makanya mas cek segera. Oh ya di mana dita dan dinda sayang...? (kata Nattan)
"Dita lagi tidur di kamar tamu mas, mungkin karena pengaruh obat yang dia minum sebelum pulang tadi jadinya dia ngantuk dan tertidur. Kalau dinda dia pulang mas di antar sama mang koko untuk mengambil pakaian dia dan juga dita. (kata nayna)
"Oh begitu, ya lebih banyak dita istirahat itu akan cepat memulihkan kondisi nya sayang. Biarin aja dia istirahat. (kata Nattan)
"Ya mas (ucap nayna)
Oh ya apa mas mau nay bikinkan sesuatu...? (tanya nayna)
"Gak usah sayang, terima kasih. Lagian sebentar lagi pekerjaan mas siap kok. Mas cuma mau sayang temani mas sampai selesai ya. (kata Nattan)
"Ya udah, kalau begitu nay duduk di sana ya untuk temani mas (kata nayna sambil menunjuk sofa yang ada di ruangan itu)
"Kok di sana, sayang temani mas di sini ya. Sayang duduk di sini nanti mas berdiri di belakang sayang. (kata Nattan)
__ADS_1
"Kok nay yang duduk di kursi kerja mas, bagaimana mas mau menyelesaikan pekerjaan mas kalau nay yang duduk di sana...! (seru nayna)
"Bisa kok sayang...! sayang ke sini deh di coba dulu. (ucap Nattan)
Karena malas berdebat, nayna pun menuruti keinginan Nattan, nayna mendekat ke kursi kerja Nattan.
Saat nayna sudah berdiri di sana, Nattan dengan cepat meraih tubuh nayna dan seketika nayna pun terjatuh dan duduk di pangkuan Nattan yang sedang duduk di kursi kerja nya.
"Mas kok kayak gini, dengan posisi kayak gini malah lebih membuat mas gak bisa menyelesaikan pekerjaan mas nantinya. (keluh nayna sambil berusaha melepaskan diri)
"Sayang...please jangan gerak-gerak, kalau sayang bergerak terus seperti ini nanti bisa-bisa sayang dalam bahaya. Jadi sayang diam ya. Nurut aja sama mas. (Ucap Nattan)
Nayna yang mendengar ucapan Nattan dan langsung mengerti apa yang baru saja di ucapkan Nattan langsung diam seperti patung.
"Nah kalau gini kan enak (ucap Nattan)
"Apa nay yang enak, nay berat loh mas, nanti kaki mas bisa keram. (ucap nayna yang masih berusaha untuk lepas dari pangkuan Nattan)
"Udah gak apa-apa, udah sayang diam ya mas mau menyelesaikan pekerjaan mas dulu. (ucap Nattan, sambil memutar kursinya menghadap ke laptop yang ada di atas meja kerjanya)
Nattan mulai melanjutkan pekerjaan nya, dengan masih memangku nayna di pangkuan nya. Nayna menatap wajah Nattan yang tampak serius mengerjakan pekerjaan nya, dan sesekali nayna mengusili Nattan dengan mencubit lembut pipi dan hidung Nattan.
Nattan hanya diam, tersenyum dan sesekali menghindari keusilan nayna di wajahnya.
Nayna memeluk Nattan dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Nattan, menyandarkan kepalanya di kepala Nattan.
Dengan tingkah manja nayna yang seperti itu membuat Nattan semakin mencintai istri kecilnya itu. Walaupun perbedaan usia yang sangat jauh dari keduanya tetapi mereka berdua saling melengkapi satu sama lain.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...🤗🤗🤗...
...🥰🥰🥰...
...Terima Kasih 🙏...
__ADS_1