Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kedatangan Paman


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Nayna dan Andin masih sibuk dengan rutinitas seperti biasanya. tiba-tiba paman dan bibinya datang kerumah menemui Nayna.


"Assalamualaikum... nay...(ucap sang paman, sambil mengetuk pintu)


"Waalaikumsalam...(Jawab Andin dari dalam)


Andin membukakan pintu, dan mempersilahkan paman dan bibi Nayna masuk dan mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Sebentar ya paman, bibi saya panggilkan Naynanya dulu.


"Kenapa kamu ada di sini (sewot si bibi)


Seketika Andin menghentikan langkahnya. dan berbalik menatap bibi dan juga paman temannya itu.


"Maaf bibi, saya tinggal di sini bersama Nayna, dan itu Nayna yang minta saya untuk tinggal bersama dengan dia di sini.


"Enak ya tinggal geratis (sewot si bibi)


"Udah lah ma, gak usah di perpanjang lagi masalahnya. biarin aja, mungkin Nayna merasa kesepian tinggal sendiri. (Sambung paman)


"Ya pa mama tau, tapi...

__ADS_1


"Udah lah ma, gak ada tapi-tapi.


"Hai kamu, siapa tadi namanya...? ah ya udah gak penting saya tau nama kamu, cepat panggilkan Nayna sana, bilang bibi dan pamannya datang.


"Ya bi, saya ambil Hp dulu di kamar, tadi Naynanya keluar ngantarin kue, dagangan kami.


"Ya udah sana cepat, sekalian buatkan kami yang dingin-dingin. (berbicara dengan sombongnya)


"Baik bibi, saya permisi dulu


Andin masuk kedalam kamar sambil ngedumel, dan mengeluarkan sumpah serapahnya untuk bibinya Nayna.


Selesai menelpon Andin pergi ke dapur untuk membuatkan minuman dan meletakan beberapa kue buatannya dan Nayna. Dan kembali menemui bibi dan paman di ruang tamu sambil membawakan kue dan minuman yang telah dia buat.


"Di minum paman, bibi airnya. dan ini juga ada kue silahkan di cicipi paman, bibi. Nayna lagi di jalan mau ke sini sebentar lagi juga sampai. (kata Andin, sopan)


"Terima Kasih, maaf merepotkan (kata paman)


Berapa menit setelahnya Nayna pun sampai di rumah, dan melihat sahabat, paman dan bibinya duduk diam di kursi di ruangan tamu rumahnya.


"Assalamualaikum...(ucap Nayna Sambil melangkah masuk ke dalam rumah dan menyalami paman dan juga bibi)

__ADS_1


"Waalaikumsalam...(jawab mereka serentak)


Setelah mendudukkan diri di kursi yang berhadapan dengan sang paman, Nayna pun mulai memberanikan diri untuk mengeluarkan suara, setelah beberapa saat mereka bungkam.


"Paman, bibi. maaf lama nungguin Nayna.


"Ya nay, paman belum begitu lama kok. kamu apa kabar...?


"Alhamdulillah, kabar baik paman. paman bagai mana, dan apa ada perlu sesuatu dengan Nayna (kata Nayna tanpa basa basi)


Begitu lah Nayna, dia tau maksud dan tujuan pamannya kalau sudah datang ke sana tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Seketika paman dan bibinya saling tatap muka, dan menghadap ke Andin, mengisyaratkan kalau keberadaan Andin di sana tidak di harapkan atau mengganggu pembicaraan antar keluarga itu.


" Baik lah nay, paman, bibi Andin pamit ke kamar dulu ya. (Andin berdiri karena dia mengerti arti dari tatapan paman dan juga bibi Nayna)


Mereka semu menganggukkan kepala, mengisyaratkan boleh pergi. Andin pun pergi ke dalam kamarnya dan Nayna, ya mereka menempati kamar yang sama.


"Bicaralah paman, apa yang akan paman sampaikan kepada Nayna. nay tau kok pasti paman datang kesini ada maksud dan tujuannya.


"Begini nay, paman dan bibi...( seketika paman menjeda ucapannya)

__ADS_1


__ADS_2