Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Pernah Bertemu


__ADS_3

Ting...


Pintu lift yang di gunakan Nattan dan nayna terbuka, saat mereka sudah sampai di lantai ruangan meeting yang biasanya di gunakan oleh Nattan beserta staf nya meeting.


Nattan melangkah keluar dari lift sedangkan nayna masih diam mematung di dalam.


"Kenapa malah diam di sana, ayo...(ajak Nattan)


"Tapi mas...! kok nay merasa gugup ya mas. (kata nayna sambil memegang dadanya merasakan detak jantung nya yang mulai berpacu)


"Ngapain gugup nay, kan cuma menemui rekan kerja mas aja bukannya menemui pak presiden. (ucap Nattan sambil menghampiri nayna yang masih diam mematung)


"Nay tau mas, nay sekarang menemui rekan bisnis mas Nattan bukannya pak presiden, tapi tetap saja nay merasa gugup, nay gak PD menemui mereka, nay takut nay akan membuat mas malu nantinya. (ucap nayna)


"Sayang...mas kan udah bilang, mas gak akan pernah malu mengakui nay itu istri mas, malahan mas bangga memiliki nay di hidup mas. (kata Nattan meyakinkan nayna)


"Ayo lah sayang kita temui mereka sebentar aja ya...!!gak lama-lama kok, mas cuma merasa gak enak sayang sama rekan kerja mas itu kalau mas gak berhasil mengenalkan istri mas kepada mereka. Karena mereka bersikukuh tadi minta di kenalkan sama nay. (kata Nattan lagi)


Nayna mengerutkan keningnya, berpikir sejenak.


"Em...baiklah mas, ayo...tapi mas jangan jauh-jauh ya dari nay. (kata nayna sambil melingkarkan tangan di tangan Nattan)


"Iya sayang, mas janji akan selalu di dekat sayang. (kata Nattan sambil memegang tangan nayna yang melingkar di tangannya, dan tersenyum menatap nayna)


Nattan dan nayna pun berjalan menuju pintu ruangan meeting itu sambil terus bergandengan, Nattan sengaja memegang tangan nayna supaya nayna tidak minta di lepaskan, karena Nattan sangat suka dan merasa bahagia dengan perlakuan spontan nayna seperti sekarang. (bergelayutan manja di tangan Nattan)


Nattan dan nayna masuk ke ruangan meeting, saat Nattan dan nayna melangkah masuk, semua mata orang-orang yang ada di dalam ruangan itu tertuju kepada Nattan dan nayna. Termasuk ardy dan juga Dian sekretaris Nattan yang menatap nayna dengan senyum palsu nya.


Nayna tersenyum menatap semua orang yang ada di ruangan itu, untuk menghilangkan rasa gugupnya. Nattan dan nayna mulai mendekat, semua orang berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke Nattan dan nayna.


"Perkenalkan semuanya, pak Dery, ini nayna istri saya...!!! (kata Nattan) Sayang perkenalkan ini pak Dery rekan bisnis mas. (ucap Nattan memperkenalkan)

__ADS_1


(Nayna memperkenalkan dirinya, menyatukan tangan nya memberi salam tanpa bersentuhan dengan pak Dery, dan berganti kepada asisten pak Dery, Berbeda dengan Sisi sekretaris pak Dery nayna menjabat tangannya, Sisi yang merasa senang bisa bertemu lagi dengan nayna langsung memeluk nayna, Sisi yang awal pertemuannya dengan nayna memang sudah mengagumi kecantikan nayna merasa sangat senang bisa bertemu lagi dengan nayna.)


"Hai cantik, apa kamu sudah lupa sama kita-kita, bukankah kita pernah bertemu saat di jepang (kata Sisi sambil melepas pelukannya)


"Em...maaf kak nay lupa...! (kata nayna sambil tersenyum, mundur kebelakang mensejajarkan kembali berdiri nya dengan Nattan)


"Em... Beberapa hari yang lalu kita pernah bertemu nona nayna, saat itu nona lagi bersama pak prayoga di ***, sepertinya nona lagi liburan. (kata sisi lagi)


Nayna mulai mengingat-ingat


"Oh ya, nay baru ingat...! nay pernah bertemu sama kakak dan juga pak...(kata-kata nayna terhenti karena nayna lupa dengan nama rekan kerja Nattan itu)


"Pak Dery nay. (kata Nattan sedikit berbisik)


"Pak Dery (kata nayna selanjutnya)


"Iya nona, saat itu kami baru saja selesai menemui salah seorang klien, dan kebetulan kami bertemu sama pak prayoga dan juga nona. (kata sisi)


Sisi dan nayna tampak berbicara, dian sekretaris Nattan hanya diam dan sesekali menjawab pertanyaan dari sisi sekretaris pak Dery. Nattan berbincang-bincang dengan pak Dery, ardy dan asisten pak Dery (Aldo).


Saat Nattan dan yang lain sibuk berbicara pak Dery tidak henti-hentinya melihat nayna yang duduk di samping Nattan, Nattan sebenarnya mengetahui itu tetapi Nattan bersikap biasa saja karena Nattan tidak mau menegur karena itu akan mempermalukan pak Dery nantinya.


Setelah cukup lama mereka ada di sana, pak Dery, Aldo dan sisi pun berpamitan untuk kembali ke perusahaan mereka.


Setelah mengantarkan para rekan kerja nya sampai di lobi kantor, Nattan, Nayna, Ardy dan Dian kembali ke atas keruang masing-masing.


Ardy sudah kembali ke ruangan nya, Dian pun sudah duduk di mejanya, Nattan dan nayna masuk ke ruangan Nattan.


Saat sampai di dalam, Nattan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, karena masih ada pekerjaan yang harus di kerjakan Nattan meminta nayna untuk istirahat di kamar pribadi yang ada di ruangan nya itu.


Nayna yang awalnya merasa kaget karena dia baru mengetahui kalau di dalam ruangan Nattan itu ada kamar pribadinya.

__ADS_1


"Kenapa di sini ada kamarnya mas...? (tanya nayna, sambil menatap ke arah Nattan saat membuka pintu kamar pribadinya itu)


"Jangan salah paham sayang, kamar ini sengaja mas buat untuk tempat istirahat mas saat mas lembur kerja dan gak bisa pulang sayang, kadang ardy juga suka tidur di sini kalau lagi lembur. (kata Nattan)


"Siapa yang salah paham, kan nay cuma bertanya mas. (kata nayna)


"Iya iya, kali aja nay salah paham dan berpikiran yang tidak-tidak, (kata Nattan yang sedikit memelankan suaranya) Ya udah sayang istirahat lah di sana, mas masih ada pekerjaan yang harus mas selesai kan, setelah pekerjaan mas selesai baru kita pulang ya. gak apa-apa kan...? (kata Nattan)


"Ya mas. (kata nayna, sambil melangkah masuk kedalam kamar itu)


Nattan menutup pintu nya setelah nayna masuk di sana, Nattan duduk di kursi kebesarannya, lalu mulai mengerjakan pekerjaan nya.


Di dalam


Nayna berkeliling di dalam kamar itu melihat foto-foto yang terpajang di sana, membuka lemari yang ternyata ada beberapa pakaian Nattan yang ada di dalamnya.


"Oh, ternyata ada pakaian mas Nattan di sini, pantas waktu itu mas Nattan pulang pakaian sudah berganti aja. (kata nayna yang berbicara sendiri)


Nayna tersenyum, karena pada saat itu dia sudah berpikiran yang tidak-tidak, dia sudah salah paham terhadap Nattan.


Nayna menutup kembali lemari nya, melangkah melihat kamar mandi yang juga ada di dalam sana, kamar mandi kecil yang sangat bersih.


Setelah puas melihat-lihat isi kamar itu, Nayna pun duduk di pinggir tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang ada di dalam kamar itu, karena kelelahan nayna mulai memejamkan matanya, dan tidak butuh waktu lama nayna pun tertidur.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggal jejaknya ya teman-teman...


...🤗🤗🤗...


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Terima Kasih 🙏...


__ADS_2