Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Mencari Nattan


__ADS_3

Nayna bangun dari tidurnya.


Secara berlahan nayna membuka matanya, sambil mengumpulkan semua kesadarannya.


Nayna meregangkan tubuh yang terasa kaku, lalu menoleh ke arah samping. Dan nayna tidak mendapati Nattan di sana.


Dengan cepat nayna bangun, dan duduk di tempat tidur.


"Di mana mas Nattan...? (tanya nayna pada dirinya sendiri)


Nayna secara berlahan menurunkan kakinya setelah menggunakan alas kakinya dengan benar nayna berjalan ke arah kamar mandi.


Beberapa kali nayna mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Nattan tetapi tidak ada respon dari dalam.


Dengan memberanikan diri nayna membuka pintu kamar mandi itu. Saat pintunya terbuka nayna menoleh ke dalam menjelajahi setiap sudut kamar mandi dengan matanya dan nayna tidak mendapati Nattan di sana.


"Di mana mas Nattan...? di kamar mandi gak ada...? apa mas Nattan sudah berangkat kerja...! tapi gak mungkin ini masih sangat pagi. (ucap nayna yang masih berdiri di depan kamar mandi)


Dengan bete nayna melangkah masuk kedalam kamar mandi. Masih sambil mengomel nayna membersihkan dirinya. Setelah siap dan mengganti pakaiannya nayna melakukan kewajibannya.


Nayna merapikan perlengkapan sholatnya setelah selesai menggunakan. Lalu nayna berjalan ke tempat tidur mengambil ponselnya yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidur itu.


Nayna berjalan dan duduk di sofa.


Nayna mengecek ponselnya, tidak ada panggilan atau pesan dari Nattan.


Saat nayna ingin menghubungi Nattan tiba-tiba nayna mendengar suara pintu kamar di buka.


Dengan cepat nayna menoleh ke arah sumber suara.


Saat melihat Nattan yang muncul di balik pintu nayna berdiri dari duduknya.


"Pagi sayang...! (sapa Nattan saat sudah menutup kembali pintu kamar)


"Pagi (balas Nayna dengan sewot)

__ADS_1


Nattan yang tau nayna sedang kesal menatapnya dengan tersenyum. Nattan berjalan mendekati nayna.


"Ini masih pagi sayang kenapa wajahnya cemberut seperti ini...? (ucap Nattan sambil mencubit pipi nayna)


Nayna menepis tangan Nattan di pipinya, lalu menatap Nattan dengan beribu pertanyaan.


"Sayang...! maaf...! mas bisa jelasin. Mas tau sayang lagi marah sama mas. Em...lebih baik kita duduk dulu ya sayang, biar mas jelasin. (kata Nattan sambil menarik membimbing nayna untuk duduk)


"Mas udah shalat...? (tanya nayna sambil ikut duduk di samping Nattan)


"Udah sayang. Bareng ardy (jawab Nattan sambil mengelus kepala nayna yang tertutup hijab)


"Maafkan mas ya sayang pagi-pagi sudah buat sayang khawatir. (masih mengelus lembut kepala nayna) Em...semalam setelah sayang tidur mas pergi ke kamar ardy, rencananya mas cuma sebentar di sana, mas mau membahas pekerjaan karena mas dapat email dari sekretaris mas di kantor. Jadi karena keasyikan ngobrol dengan ardy mas jadi ketiduran di kamar ardy. Maaf ya sayang...! mas gak bermaksud cuekin Sayang, mas benar-benar ketiduran di sana. maafkan mas ya sayang...! sayang gak marah lagi kan...?


"Ya mas gak apa-apa, tapi lain kali kalau mas mau pergi-pergi tolong bilang dulu ke nay ya mas, biar nay gak khawatir cariin mas. (kata nayna)


"Ya sayang, mas janji. (ucap Nattan sambil menggenggam erat tangan nayna) Oh ya sayang...! Bagaimana kalau kita cari sarapan di luar hotel aja, mas bosan udah 2 minggu ini sarapan di sini. Bagaimana apa sayang...?


"Ya mas nay setuju. Kita cari sarapan di luar hotel aja, sekalian nanti kita ajak mas ardy ya.


"Ya mas


Nattan berdiri dari duduknya, lalu masuk ke kamar mandi. Sedangkan nayna menyiapkan pakaian santai yang akan di kenakan oleh Nattan.


Setelah keduanya siap. Nayna dan Nattan pun keluar dari dalam kamar, mereka menghampiri ardy yang kebetulan juga baru keluar dari dalam kamar.


Sebelumnya nayna sudah menghubungi ardy, memberi tahu ardy untuk ikut bersama mereka untuk mencari sarapan di luar hotel. Dan ardy mengiyakan ajakan nayna.


Sambil mengobrol dan di selingi dengan candaan mereka bertiga turun ke bawah lalu keluar dari hotel. Mereka berjalan mencari sarapan sesuai permintaan nayna.


Mereka pun sampai di tempat yang di tuju yang cukup jauh dari hotel karena mereka hanya berjalan kaki. Dengan Wajah yang penuh heran melihat tempat makan pinggiran yang di pilih nayna, Nattan mengikuti langkah kaki nayna dan ardy yang tampak biasa saja. Nayna duduk di kursi yang sudah di sediakan di susul oleh ardy, sedangkan Nattan yang baru pengalaman pertamanya di sana masih berdiri melihat sekeliling warung kecil di pinggir jalan itu.


"Ada apa mas...? (tanya nayna)


"Gak ada apa-apa sayang (jawab Nattan yang masih sibuk menatap sana dan sini)

__ADS_1


"Kalau gak ada apa-apa, kenapa mas masih berdiri aja. Apa mas mau makan sambil berdiri...?


Nattan melihat ke arah nayna, lalu tersenyum dan duduk di kursi yang ada di samping nayna. Tanpa menjawab perkataan nayna.


"Mas Nattan mau makan apa...? (tanya nayna)


"Sama dengan sayang aja (jawab Nattan)


Nayna dan ardy mulai memesan makanan.


Tidak butuh waktu lama makanan yang mereka pesan pun datang. Nayna dan ardy mulai menyantap makanan mereka, sedangkan Nattan masih menatap makanan yang ada di hadapannya.


Nayna menoleh ke arah Nattan, karena di tatap oleh nayna, Nattan pun mulai mengambil sendok lalu menyuap makanannya ke dalam mulut secara berlahan.


Ardy yang duduk di depan Nattan dan nayna hanya bisa tersenyum tanpa berkata apa-apa.


Nayna kembali menyantap makanan nya.


"Bagaimana enak kan mas...? (tanya nayna)


"Iya sayang (jawab Nattan dengan memaksakan senyum di wajah nya)


...Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......


...🤗🤗🤗...


...Vote, like dan komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....


...🥰🥰🥰...


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


__ADS_2