
Nayna keluar dari ruangan tempat tes, dan nayna melihat ke bangku tunggu yang ada di aula itu, tampak hanya tinggal beberapa orang lagi yang ada di sana, menunggu giliran untuk di panggil dan masuk ke ruangan tes.
Ruangan yang tadinya ramai sekarang sudah terlihat kosong.
Nayna melangkah ke luar, berjalan ke arah kiri aula itu, dan melihat-lihat sekitar. Tampak taman kampus yang sangat indah dan terawat, di sana juga ada bangku-bangku yang saat ini di duduki oleh para calon mahasiswa dan mahasiswi sambil berbincang-bincang bersama teman-temannya, baik yang baru di kenalnya maupun teman yang sudah di kenal. Mereka tampak akrap satu sama lain.
Nayna melihat ke arah beberapa orang gadis yang sedang duduk di rerumputan yang tidak jauh dari nayna berdiri saat ini, Segelintir nayna mendengar mereka membahas tentang tes yang mereka lakukan hari ini.
Seorang gadis yang kebetulan mengenal nayna memanggil dan mengajaknya bergabung di sana tetapi di tolak dengan halus oleh nayna. Karena nayna melihat dinda yang melambaikan tangan isyarat memanggilnya.
Nayna berjalan dengan anggun dan menghampiri dita dan dinda yang duduk di salah satu bangku taman.
"Udah selesai lo nay...? (tanya dita)
"Udah baru aja (jawab nayna sambil duduk di samping dita)
"Kok chat gue cuma lo read doang sih nay, bukan nya di balas. Gue nungguin lo, sampek mau copot ini mata melihat layar ponsel terus menunggu balasan dari lo, tapi gak lo balas. Gue penasaran tau...! (gerutu dinda)
"Malas gue bales chat dari lo. Pertanyaan lo itu aneh banget dinda (kata nayna)
"Emangnya dinda tanya apa nay...? (tanya dita yang penasaran)
"Masak dia tanya gue di tes semuanya atau gak dit...? aneh gak tuh...? makanya gak gue bales, malas gue. Udah tau jawabannya masih juga di tanya. (kata nayna)
"Ya nih anak memang sudah sangat aneh nay, semenjak tau pacaran, maklum pengalaman pertama. (ledek dita)
"Lo benar bangat dit (kata Nayna)
Hahaha....
Dita dan nayna pun tertawa bersamaan.
"Oh senang ya, terus.... ledekin aja terus. Kalian berdua itu selalu senang kalau sudah ngelakuin gue. Lagian ya nay, di mana anehnya coba pertanyaan gue itu. Kan lo itu istrinya CEO perusahaan ternama, Siapa sih yang tidak kenal sama suami lo itu, semua orang kenal, termasuk para dosen yang memberikan tes sama kita tadi, secara kan suami lo juga merupakan donatur tetap di kampus ini. Jadi wajar kan gue bertanya seperti itu. Nah di mana anehnya coba...! (kata dinda lagi)
"Iya lo benar din... (saut dita yang baru menyadari makna dari pertanyaan dinda)
"Dinda, dita, mungkin semua orang memang mengenal mas Nattan, termasuk para dosen di kampus ini. Tapi kan...! mereka tidak mengenal gue dinda, dita. Nah karena alasan ini juga gue itu gak mau melibatkan mas Nattan, kakek, papi dan mami. (jelas nayna)
"Iya juga ya nay...! Tapi nay, tadi pas gue tes tertuliskan gue lagi konsentrasi tuh mengerjakannya, terus gue gak sengaja dengar salah seorang dosen ngomong ke rekan di sampingnya dan bilang kalau di antara calon mahasiswi jurusan kedokteran ada menantu dari keluarga prayoga begitu katanya. Terus rekannya itu bertanya, yang mana...? siapa namanya...? Dan mereka mencari di daftar mahasiswi yang mengambil jurusan kedokteran, dan pas gue ke depan ngumpulin kertas jawaban gue, gue lihat mereka menunjukkan nama lo. Makanya tadi gue chat lo dan mengajukan pertanyaan itu. (kata dinda)
"SERIUS LO DIN...(ucap dita dengan suara yang cukup besar sehingga memancing orang orang yang ada di dekat mereka melihat ke arah mereka bertiga)
"Dita...gak usah teriak kali. (kata nayna, yang tangannya reflek menutup mulut dita)
Dita seketika menyingkirkan tangan nayna yang menutup mulutnya
"Ya gue serius lah, ngapain gue bohong gak ada untungnya. (kata dinda)
"Terus gimana nay pas lo tes wawancara, tertulis, dan praktek tadi...? (tanya dita yang penasaran)
"Ya sama seperti kalian berdua, gue mengikuti semua tes itu. Cuma memang pas wawancara tadi ada salah seorang dosen bertanya tentang nama belakang gue, ya gue jawab apa adanya, gue pikir ngapain gue tutup tutupin identitas gue, lagian gue yakin mereka sudah tau dan mencari tau. (kata nayna)
"Untuk pertama kalinya, Gue iri sama lo nay (kata dinda)
"Iri, kenapa...? (tanya nayna)
__ADS_1
"Iri karena lo sudah tau akan di terima di kampus ini (kata dinda)
"Dinda, lo itu gak usah iri sama gue. Asal lo tau, Kita itu sama din, sama-sama akan menunggu hasil dari tes yang kita lakukan. Jadi tadi itu salah seorang dosen bilang ke rekan-rekannya, kalau mereka harus memberi penilaian sesuai dengan kemampuan dari para calon mahasiswa dan mahasiswi itu sendiri, jangan memberi penilaian dari siapa mereka. Jadi lo ataupun gue itu sama. (jelas Nayna)
"Nah sekarang lo udah mengerti kan din, udah jangan iri lagi. Sifat iri itu gak bagus tau (kata dita)
"Ya iya gue tau, ya kan gue bilang iri tadi karena gue pikir nayna beda dengan kita. Taunya sama. (kata dinda sambil cengengesan)
"Ya udah kalau begitu kita pergi cari makan siang yok, gue udah lapar banget ini, gara-gara si dokter itu tuh yang maunya cepat-cepat terus, jadi gue sarapannya cuma sedikit tadi (kata dita, sambil memegang perutnya)
"Dokter...! siapa...? (tanya nayna sambil menatap dita)
Dinda yang melihat wajah dita yang seketika pucat karena pertanyaan nayna, tertawa lepas. Dinda terlihat sangat bahagia.
Karena dinda tertawa seperti itu, nayna semakin penasaran. Nayna menatap dita dan berganti menatap dinda.
"Ada apa sih, kenapa lo malah tertawa din...! gue semakin gak ngerti. Oh iya tadi lo bilang pas di telpon kalau lo akan bongkar rahasianya dita, emang ada rahasia apa din...? Apa ada hubungannya sama dokter yang di bilang dita barusan...? (tanya nayna, menatap kedua sahabatnya itu bergantian)
"Sialan lo din. Lo memang gak bisa menjaga rahasia ya, lagian gue juga bodoh, gue udah tau lo itu gak bisa jaga rahasia bisa-bisanya gue harus cerita sama lo. (gerutu dita)
Mendengar gerutu dita, tawa dinda semakin besar. Dia tampak sangat bahagia saat ini, seperti orang yang baru saja memenangkan lotre ratusan juta.
"Ada apa sih kalian berdua ini, gue gak mau tau kalian berdua harus cerita sama gue, ada rahasia apa sih...? Kalian berdua itu tega ya main rahasia-rahasiaan dari gue. Sahabat macam apa itu, lo juga dita kok lo gitu sama gue sekarang, udah lah gue lebih baik pulang aja, gue kecewa sama kalian berdua. (kesal nayna, lalu Nayna berdiri dari duduk nay)
"Nay, Jangan pulang dulu. (kata dita sambil menahan tangan nayna yang sudah berdiri) Ok gue minta maaf, gue gak bermaksud merahasiakan ini sama lo, gue cuma mau cari waktu yang tepat untuk cerita sama lo. Maafkan gue ya nay...! (kata dita)
"Baiklah gue akan memaafkan lo, kalau lo menceritakan semuanya sekarang sama gue. (kata nayna)
"Ok gue akan ceritakan semuanya sama lo. Tapi gak di sini ya nay, gue cerita di mobil aja nanti, sambil kita mencari makan. Karena di sini itu tidak aman nay. (bujuk dita)
Dita dan dinda berdiri dari duduknya, lalu ketiga berjalan menuju parkiran di mana dinda memarkirkan mobilnya.
.
.
.
Di parkiran
"Lo yang nyetir ya dit, gue lagi malas nyetir ini. (Kata dinda sambil melemparkan kunci mobilnya kepada dita)
Kunci pun mendarat di tangan dita dengan sempurna.
Ketiganya masuk ke dalam mobil, dimana dita duduk di bangku kemudi, nayna di samping dita, dan dinda duduk di bangku belakang.
"Kita makan di mall aja yok, sekalian kita cuci-cuci mata nanti. Udah lama kan kita gak jalan-jalan bareng bertiga seperti ini, bagaimana setuju (kata dinda)
"Ya gue setuju. Kalau ada film yang bagus sekalian aja kita nonton nanti. (kata dita)
"Nay...bagaimana...? apa lo setuju juga...? (tanya dinda kepada nayna yang tiba-tiba hanya diam)
"Gue sih mau, tapi gue izin sama mas Nattan dulu ya. Gak apa-apa kan...? (kata nayna lalu menatap dua sahabatnya bergantian)
"Ya gak apa-apa lah nay, kita ngerti kok. (Kata dinda)
__ADS_1
"Iya lo itu aneh bangat nay, kayak lagi sama siapa aja. Emangnya lo itu baru kenal kita berapa lama sih nay...? masih bertanya seperti itu...! Udah hubungi sana suami lo itu, minta izin dia dulu, Habis itu baru kita jalan. (kata dita)
Nayna menganggukkan kepalanya, lalu mengambil ponselnya yang ada di dalam tas, mencari nomor kontak Nattan.
Nayna menghubungi Nattan, cukup lama nayna bicara dengan Nattan. Dita dan dinda diam, menyibukkan diri dengan ponsel mereka masing-masing sambil menunggu nayna selesai menelpon.
"Bagaimana nay, di izinin gak...? (tanya dita setelah nayna menutup telponnya)
"Ya dit, mas Nattan ngizinin. Tapi pulangnya dia yang jemput. Mas Nattan bilang kalau kita mau pulang gue harus kasih tau dia dan dia akan jemput gue ke sana. (kata nayna)
"Ya udah gak apa-apa, yang penting sudah dapat izin. Ok kita berangkat sekarang...! (kata dita dengan semangat)
"Em...go...(kata dinda, yang tidak kalah semangat)
Dita menghidupkan mesin mobil, lalu secara berlahan mobil keluar dari parkiran kampus.
.
.
.
Setelah keluar dari kawasan kampus, dita yang ada di sisi kemudi menceritakan apa yang di rahasiakan nya dari nayna.
Sambil konsentrasi mengemudi, Dita menceritakan semuanya, menceritakan tentang kedua orang tua nya, niat mereka mendekatkan dr. Nando kepadanya, tentang perjodohannya dengan dr.Nando dan juga tentang dia yang saat ini tinggal di apartemen dr.Nando bersama bersama asisten rumah tangganya, sesuai permintaan kedua orang tua nya.
Nayna menatap dita, Nayna sangat tau dita, sebenarnya tidak suka di perlakukan seperti itu, dita adalah anak yang mandiri, yang selama ini selalu bisa melakukan apa-apa sendiri.
Dan sekarang, demi menyenangkan hati kedua orang tuanya dan membuat kedua orang tuanya lebih dekat kepadanya dita menuruti apa yang di minta oleh kedua orang tuanya.
"Dita, Gue memang belum lama mengenal Dr. Nando, Tapi saat gue pertama kali bertemu dengan dia gue yakin Dr.Nando itu orang yang baik, dia akan membuat lo bahagia dan dia juga akan membuat lo lebih dekat dengan kedua orang tua lo. Yakinlah dit, pilihan orang tua kita itu tidak akan salah, karena di sana kita sudah mendapatkan ridha darinya. (kata nayna)
"Ya nay, gue juga tau kalau dia orang baik dan akan bisa membahagiakan gue. Tapi nay, gak tau kenapa gue merasa takut kalau gue nya yang gak bisa membuat dia bahagia. (ucap dita lirih)
"Dita, lo itu gak boleh pesimis kayak gitu. Kalau lo sendiri sudah pesimis kayak gitu ya mana bisa lo membuat dia bahagia, tapi kalau lo sendiri yakin, ya pasti bisa membuat dia bahagia. Cobalah... gue dulu juga sempat berpikiran kayak gitu, tapi gue selalu meyakinkan diri gue sendiri, dan lo lihat gue sekarang. Kita berdua alhamdulillah bahagia, dan saling melengkapi malah. (nasehat nayna)
"Lo benar nay, insyaallah gue akan mencobanya dan gue akan meyakinkan diri gue kalau gue yakin pasti bisa. (ucap dita)
"Nah gitu dit, ini baru dita yang gue kenal. Selalu yakin dan percaya diri (kata nayna)
"Udah-udah untuk hari ini gak ada yang melo-melo, lebih baik kita dengerin musik, waktunya kita bersenang-senang. (kata dinda yang berusaha mencairkan suasana)
Seketika ketiga tertawa, dinda menyetel musik bernyanyi mengikuti lirik lagu, sesekali mereka tampak bercanda tawa karena kekonyolan yang di ciptakan oleh dinda.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...