
Nayna dan dinda berlari masuk ke dalam rumah saat baru pulang dari kampus dan melihat ada mobil yang terparkir di depan dream house, dan mobil itu mereka yakini adalah mobil Dr Nando.
"Assalamualaikum...(ucap nayna dan dinda berbarengan saat masuk ke dalam rumah)
"Wa'alaikumsalam...(jawab bik minah yang sedikit berlari untuk membukakan pintu, yang ternyata sudah duluan di buka oleh nayna)
Nayna dan dinda sudah ada di dalam rumah, mereka menyusuri setiap sudut rumah dengan sorotan matanya, mencari keberadaan dita dan juga dr nando.
Nayna dan dinda tidak melihat dita maupun dr nando ada di ruangan tamu atau ruangan lain yang terlihat.
Nayna dan dinda menghampiri bibik yang hendak berjalan mendekat kepada keduanya.
"Bik apa di depan itu mobilnya pak dr yang temannya mas Nattan bukan...? (tanya nayna sambil menunjuk ke arah luar rumah)
"Iya non itu mobilnya pak dr. (jawab bibik sambil menganggukkan kepalanya)
"Terus di mana orang nya bik...? dan dita ada di mana bik...? (tanya dinda bertubi-tubi yang dengan antusias)
"Mereka ada di taman belakang non, sepertinya mereka lagi ngobrol serius. Tadi pas bibik ke taman belakang untuk ngantar minum sepertinya non dita lagi menangis. (kata bibik berbicara dengan sedikit ragu)
"Apa dita menangis bik...? Kenapa dia menangis bik...? Jangan-jangan dita di pukuli pak dr nay, ayo nay kita lihat ditanya, gue takut dia kenapa-kenapa nay. (kata dinda dengan cemas sambil menarik tangan nayna)
"Din, lo harus tenang dulu. Kita kasih waktu aja dulu untuk mereka berdua berbicara. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu din. Ini demi kebaikan mereka berdua. (jelas nayna)
"Tapi nay...
"Udah gak usah tapi-tapi. Ayo lo ikut gue ke atas dulu, temani gue ganti pakaian dulu yok. Nanti baru kita samperin dita sama pak dr. (potong nayna lalu menarik tangan dinda)
Nayna dan dinda naik ke atas menuju kamar, bibik pun kembali ke dapur setelah nayna dan dinda menaiki tangga.
Saat ini nayna dan dinda sudah berada di dalam kamar nayna. Ini pertama kalinya dinda masuk ke dalam kamar nayna.
Dinda membuka matanya dengan sangat besar melihat kamar Nayna yang sangat besar dan tampak mewah itu.
"Ini kamar lo sama mas Nattan nay...? wah...gue gak nyangka besar banget dan sangat mewah. (ucap dinda, lalu melihat-lihat semua yang ada di dalam kamar itu membuka satu persatu pintu yang ada di kamar dengan antusias)
"Wah kamar lo sangat lengkap nay, ada perpustakaan mini juga dan ini....! (dinda membuka satu pintu lagi)
Wah pemandangan di sini bagus banget nay, kita bisa lihat taman komplek secara langsung dari sini, dan...(dinda tidak melanjutkan kata-katanya, menatap ke bawah)
"Dan apa din...? (tanya nayna lalu menghampiri dinda yang fokus melihat ke bawah)
__ADS_1
Nayna juga melihat apa yang di lihat oleh dinda.
Dita dan dr nando,
Ya...saat ini dinda dan nayna melihat dita dan dr nando yang ada di taman belakang rumah, walaupun keduanya tidak mendengar apa yang sedang di bicarakan orang dita dan dr nando, tetapi dari gerak tubuh keduanya mereka tau, kalau dr nando sedang meyakinkan dita.
Cukup lama dinda dan nayna memperhatikan mereka, lalu nayna dan dinda melihat dr nando memeluk dita dan pergi dari sana.
"Kita turun sekarang nay (kata dinda, dan di angguki oleh nanya)
Dengan cepat nayna dan dinda keluar dari kamar, lalu menuruni tangga satu persatu.
Dinda langsung ke taman belakang menghampiri dita, sedangkan nayna menghentikan langkahnya melihat dr nando yang beru saja keluar di antar oleh bik minah.
Saat bik minah sudah menutup kembali pintu utama rumah, nayna pun kembali melanjutkan jalannya. Nayna berjalan ke taman belakang, menghampiri dita dan dinda yang ada di sana.
Nayna duduk di sebelah kiri dita, dan dinda sudah duduk di sisi kanan dita.
"Lo kenapa dit...? lo baik-baik saja kan...? (tanya dinda dan menggenggam tangan dita yang sedang tertunduk)
"Dit, gue sama dinda tau kalau lo lagi ada masalah, dan lo gak mau berbagi masalah lo itu sama kita berdua. Tapi dit, gue sama dinda kan sahabat baik lo masak iya sih lo gak mau berbagi masalah lo itu sama kita...! Apa artinya persahabatan kita kalau kita hanya berbagi kebahagiaan aja. Sahabat itu bukan ada saat bahagia aja dit tapi juga saat susah atau lagi ada masalah. (kata nayna)
"Ya dit benar kata nayna, apa artinya kita berdua kalau lo gak mau berbagi masalah lo sama kita berdua dit.
Dita masih diam dan bungkam.
"Dit, coba lo pikir apa bersahabat kita selama ini hanya untuk berbagi kesenangan aja...! Gue aja kalau ada masalah pasti gue selalu berbagi sama kalian berdua kan...? Gue gak pernah diam seperti yang lo lakuin sekarang. Gue udah gak ngerti lagi sama lo dit, Sebentar nya lo itu ada masalah apa sih...? (kata dinda dengan kesal)
"Udah din, udah.... lo jangan kesal seperti itu. Kita sebagai sahabat dita, kita harus ngertiin dia. Kita harus beri dia waktu din (kata nayna)
"Sampai kapan nay, sampai kapan....? (kata dinda dengan sedikit berteriak)
Dita menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya, lalu menangis tersedu-sedu.
Nayna dan dinda yang melihat langsung memeluk dita, keduanya memeluk dita.
"Dit maafin gue, maaf gue udah berkata kasar seperti tadi. jujur gue gak bermaksud seperti itu. Gue cuma gak mau lo itu memendam masalah lo sendiri. Kita ini sahabat lo dit, Jadi lo bisa berbagi masalah lo sama kita. (kata dinda masih memeluk dita)
Nayna menatap ke arah dinda, dinda juga melihat ke nayna, lalu nayna menggelengkan kepala nya, untuk menghentikan dinda berbicara lebih jauh lagi.
"Dit, ayo kita ke kamar istirahat, lo pasti capek. (kata nayna)
__ADS_1
Tangisan dita terhenti, lalu nayna dan dinda melepaskan pelukan mereka, dan mengajak dita berdiri.
Ketiganya berjalan masuk ke dalam rumah, berjalan menuju kamar tamu yang di tempati dita.
Setelah berada di dalam kamar, nayna mendudukkan dita di pinggir tempat tidur, dinda berdiri di samping nayna menatap dita yang tampak lesu, dan tertegun.
"Dit lo istirahat aja ya, gue sama dinda keluar dulu nanti kita ke sini lagi. (kata nayna)
Tidak ada jawaban dari dita.
Nayna melihat ke dinda yang meneteskan air mata melihat ke dita.
"Ayo din kita keluar, biar dita bisa istirahat (kata nayna memegang tangan dinda)
Dinda menatap nayna dengan sendu, lalu menyekat air mata yang membasahi pipinya. Dinda menganggukkan kepalanya.
Nayna dan dinda berbalik dan hendak melangkah, tiba-tiba nayna mengurungkan atau berhenti melangkah, dinda yang juga terhenti melihat ke nayna.
Sedangkan nayna melihat ke tangannya yang di pegang oleh dita.
Nayna melepaskan genggaman tangan nya dari tangan dinda, lalu mendekat ke dita duduk di samping dita. Dinda mematung melihat ke dita dan nayna.
"Ada apa dit...? (tanya nayna)
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...๐๐๐...