Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Perusahaan NP Group


__ADS_3

Nayna baru saja turun dari mobil, saat mobil yang di kendarai mang Koko berhenti tepat di depan perusahaan NP Group, perusahaan yang merupakan milik keluarga Prayoga yang saat ini di pimpin oleh Nattan.


Tulisan NP Group terpampang besar di atas pintu masuk perusahaan, Nayna melangkah masuk di pintu yang secara otomatis terbuka dan tertutup itu.


Nayna sudah beberapa kali kesini jadi Nayna tidak merasa asing lagi dengan tempat yang satu ini.


Nayna melebarkan senyumnya saat beberapa staf menyapanya. Karena Nayna sudah tau kemana tujuannya saat ini tanpa bertanya lagi Nayna pun langsung berjalan menuju lift khusus yang hanya boleh dinaiki oleh CEO atau pemimpin perusahaan, Asisten pribadi dan juga pemilik perusahaan karena hanya mereka lah yang memiliki akses supaya lift itu bisa berfungsi.


"Eh maaf nona, nona tidak bisa menggunakan lift yang ini karena ini merupakan lift khusus. (ucap salah seorang karyawan perusahaan yang tadinya berdiri di meja resepsionis)


"Ya saya tau, tapi...(ucap Nayna tiba-tiba terhenti)


"Karena nona sudah tau jadi mohon tidak menggunakan lift yang ini nona, nona bisa menggunakan lift yang sebelah sana untuk wawancaranya. (ucap karyawan itu lagi)


Nayna tersenyum menatap karyawan itu, Nayna tau sepertinya perempuan cantik yang ada di hadapannya saat ini merupakan karyawan baru di perusahaan ini, dan wajar saja dia tidak mengenali Nayna.


"Ya, baiklah. Terima Kasih (ucap Nayna dengan tetap tersenyum)


Nayna pun berjalan menuju lift yang tidak jauh dari sana, setelah Nayna pergi perempuan itu pun kembali ke meja resepsionis.


Sambil menunggu lift terbuka Nayna membuka ponselnya melihat pesan yang baru saja masuk.


Nayna mengecek ternyata itu chat dari Nattan menanyakan keberadaan Nayna saat ini. Setelah membalas chat dari Nattan Nayna kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Nayna tersenyum dan menganggukkan kepalanya saat beberapa orang karyawan yang baru saja Keluar dari lift menyapanya.


Nayna masuk ke dalam lift tersebut, menekan angka sesuai lantai yang akan ditujunya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Nayna pun sampai, Nayna melangkahkan kakinya keluar dari lift, lalu berjalan berlahan menuju ruangan Nattan.


"Assalamualaikum...mbak Dian. (ucap Nayna saat sampai di dekat meja sekretaris Nattan)


"Wa'alaikumsalam...eh nona Nayna. Apa kabar Nona...? (ucap Diandra dan berdiri menghampiri Nayna)


"Alhamdulillah saya baik-baik saja mbak, mbak Dian apa kabar...? (tanya balik Nayna)


"Alhamdulillah saya baik-baik juga Nona. (jawab Dian)


"Alhamdulillah...oh ya apa mas Nattan ada di dalam...? (tanya Nayna sambil menunjuk ruangan Nattan)

__ADS_1


"Ada Nona, nona Nayna langsung masuk aja. (Ucap Diandra)


"Baiklah, terima kasih mbak Dian saya masuk dulu (ucap Nayna)


Lalu Nayna pun melangkah menuju ruangan Nattan, Diandra masih menatap Nayna yang berjalan ke ruangan Nattan sambil kembali duduk di kursi kerjanya.


Nayna masuk ke dalam ruangan Nattan setelah memberi salam dan terdengar suara Nattan mempersilahkan masuk.


"Sayang...(ucap Nattan lalu langsung berdiri dari duduknya setelah melihat Nayna masuk ke dalam ruangannya, menghampiri Nayna lalu langsung memeluknya)


Nayna membalas memeluk Nattan.


"Kok sayang udah sampai aja ke sini...! bukannya tadi sayang bilang sayang masih di jalan. Em... udah pandai berbohong ya sekarang sama mas...! (seru Nattan sambil menoel hidung mancung Nayna)


Nayna tidak menanggapi dia hanya tersenyum lalu mengecup lembut pipi Nattan.


Mendapatkan perlakuan seperti itu Nattan pun seketika kaget dan membeku sambil senyum-senyum. Lalu Nattan pun kembali memeluk Nayna dengan erat.


"Mas jangan kencang-kencang kasihan dedeknya (ucap Nayna)


"Eh maaf sayang...(ucap Nattan dan dengan spontan melepaskan pelukannya)


"Sayang maafkan papa ya...(ucap Nattan sambil mengelus lembut perut Nayna yang sudah sedikit mulai menonjol itu)


"Kenapa mas...? (tanya Nayna dengan tatapan heran)


"Gak sayang gak apa-apa, cuma mas rasa perut sayang udah...(ucap Nattan dan Nattan pun tidak melanjutkan perkataannya)


"Udah mulai buncit kan mas...? itu artinya bayi kita sudah mulai tumbuh besar di sini mas (ucap Nayna melanjutkan perkataan Nattan sambil mengelus lembut perutnya dan menatap Nattan sambil tersenyum)


"Iya sayang, sehat-sehat terus ya anak papa ingat jangan nakal dan jangan merepotkan mama mu di dalam sana ya. (ucap Nattan lagi sambil mengelus lembut perut Nayna lalu berjongkok mencium perut Nayna)


Nayna tersenyum melihat Nattan.


"Pak tamunya...(ucap Diandra yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Nattan dan terdiam melihat apa yang baru saja di lihatnya)


Mendengar suara dari arah pintu masuk itu seketika Nayna menoleh ke arah sana, sedangkan Nattan dengan santainya melihat juga ke arah pintu dan berdiri.


"Ada apa Dian...? (tanya Nattan)

__ADS_1


"Maaf pak, maaf sebelumnya saya tidak mengetuk pintu terlebih dahulu (ucap Dian dengan gugup)


"Ya tidak apa-apa...! Ada apa...? (tanya Nattan lagi, kali ini dengan sangat tegas)


"Itu pak, pimpinan dari perusahaan Ghria sudah datang, mereka sudah ada di lobi. (jelas Dian)


"Baiklah, kamu jemput mereka dan bawa ke ruangan meeting Ardy sudah ada di sana. Saya sebentar lagi menyusul. (ucap Nattan)


"Baik pak, saya permisi dulu (ucap Dian, lalu pergi dari sana setelah Nattan menganggukkan kepalanya, menutup kembali pintu ruangan Nattan dengan berlahan)


Dengan cepat Dian berjalan ke arah lift untuk turun ke bawah menghampiri tamu.


Setelah sampai di lobi Dian dengan ramah menyapa pimpinan perusahaan Ghria lalu mengarahkan mereka untuk keruangan meeting seperti yang di perintahkan bosnya.


Di ruangannya


Nattan berbicara dengan Nayna dan setelah sedikit drama, keduanya pun keluar dari ruangan dan berjalan menuju lift untuk pergi ke ruangan meeting.


Nattan sengaja mengajak Nayna bersamanya karena Nattan tidak mau Nayna jauh dari nya. Nayna sebenarnya menolak untuk ikut ke ruangan meeting bersama Nattan karena Nayna sudah tau pasti nantinya dia kan merasa bosan di sana karena tidak melakukan apa-apa, tetapi karena Nattan memaksa dengan berbagai drama nya akhirnya Nayna pun mengalah dan menuruti permintaan Nattan.


Saat melangkah keluar dari lift Nayna menghembuskan nafas malasnya dan menatap Nattan dengan cemberut, dan Nattan melihat Nayna yang menatapnya dengan cemberut seperti itu hanya tersenyum bahagia. Lalu mengelus lembut kepala Nayna yang tertutup jilbab itu.


Nattan menggenggam tangan Nayna lalu keduanya pun masuk ke dalam ruangan meeting.


Semua mata tertuju pada mereka berdua.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...


...Terima kasih 🙏...


__ADS_2