
Hari masih sangat pagi, cuaca di luar masih terasa dingin, apalagi semalam di guyur hujan itu menambah dinginnya pagi ini. Matahari baru saja menampakkan sinarnya untuk menyinari bumi.
Di dalam kamar
Nayna tampak sedang sibuk memasukan pakaian serta perlengkapan yang di butuhkan Nattan ke dalam koper milik Nattan yang di bantu oleh bik minah.
Setelah memastikan semuanya lengkap dan tidak ada lagi yang terlupakan, Nayna meminta bik minah untuk membawa koper itu turun duluan. Bik minah yang di bantu mang koko pun keluar dari kamar dengan membawa koper di tangannya.
Nattan masih duduk di sofa yang ada dalam kamar itu, Nattan tampak masih sibuk dengan laptop yang ada di depannya.
Nayna melihat ke arah Nattan yang masih sibuk dengan laptopnya itu, nayna berjalan berlahan untuk menghampiri Nattan lalu nayna pun duduk di sebelah Nattan, melingkarkan tangannya di tangan Nattan lalu menyandarkan kepalanya di bahu Nattan.
Nattan sudah menggunakan pakaian yang rapi, sedangkan nayna masih menggunakan pakaian tidur lengkap dengan hijab yang menutupi kepalanya.
Nattan membelai lembut kepala nayna yang menyandar manja kepadanya. Sambil masih berkutat dengan laptopnya.
Nayna hanya diam dengan posisi yang seperti itu, tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
.
.
.
Nayna melepaskan rangkulannya di tangan Nattan, menjauhkan kepalanya, saat melihat Nattan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mematikan laptopnya.
"Kok di lepas...? (tanya Nattan sambil menatap ke nayna)
"Capek (jawab singkat nayna, lalu buru-buru berdiri dari duduknya)
Melihat nayna yang hendak berdiri dan menjauh darinya Nattan dengan cepat menarik tangan nayna, Nayna pun kehilangan keseimbangannya karena tangannya yang tertarik oleh Nattan dan nayna pun terjatuh tepat di pangkuan Nattan.
Nattan melingkarkan kedua tangannya di tubuh nayna dan menguncinya dengan erat supaya nayna tidak bisa kabur.
"Mas lepaskan nay. (kata nayna sambil berontak, berusaha melepaskan diri)
"Gak mau (jawab singkat Nattan, dan semakin mengencangkan tangannya yang dilingkarkan kan di tubuh nayna)
Nayna tampak merengek, berusaha melepaskan diri dengan berbagai cara, tetapi Nattan tidak juga melepaskannya, jangankan untuk melepaskan melonggarkan pelukannya saja Nattan tidak melakukannya.
Nattan meletakan dagunya di bahu nayna dan berkata,
"Mas gak mau pergi, mas gak sanggup jauh dari sayang, mas benci harus keluar kota seperti ini, apa gak sebaiknya sayang ikut aja sama mas...! (dengan lirih Nattan mengatakannya)
Nayna yang tadinya masih berusaha melepaskan diri dari pelukan nattan tersentak lalu terdiam.
__ADS_1
"Sayang ikut aja ya, please...! (bujuk Nattan, matanya melirik ke wajah nayna)
"Mas udah ah jangan kayak anak kecil kayak gini, kan semalam kita udah sepakat mas tetap berangkat dan nay janji akan tunggu mas di dream house aja dan tidak akan ke rumah besar. Nay akan tetap di sini sampai mas pulang. (jelas nayna)
"Ya, tapi sayang mas masih belum mau jauh jauh dari sayang. Mas mau seperti ini terus. (ucap manja nattan, lalu membenamkan wajah nya)
"Mas, kan mas sendiri yang bilang kalau mas pergi nya dua hari saja. Dua hari itu gak lama loh mas. (kata nayna)
"Kalau jauh dari sayang dua hari itu lama sayang...! udah ah mas gak jadi pergi, mas di sini aja, biar aja tuh si ardy yang berangkat sendiri. (omel Nattan)
Nayna menarik nafas dalam, dia sudah tidak tau lagi harus berkata apa, nayna sudah kehabisan kata menghadapi Nattan yang bertingkah seperti anak kecil yang tidak mendapatkan permen itu. Nayna memijit keningnya, karena merasa pusing dengan tingkah Nattan.
Nattan yang melihat langsung melepas pelukan nya, dan membetulkan duduknya.
"Sayang kenapa...? kepala sakit lagi...? Pusing...? (tanya Nattan cemas)
"Ya kepala nay sakit, nay merasa pusing karena tingkah mas (tegas nayna)
"Kok gitu, ya udah kita ke rumah sakit sekarang. Sebentar mas hubungi nando untuk siap-siap dulu kali aja dia gak ada di rumah sakit. (Nattan mencari-cari ponselnya) Oh iya mas juga harus hubungi ardy. Ah nanti aja mas hubungi ardy nya. Ayo sayang kita ke rumah sakit (kata Nattan, dan Nattan sudah heboh sendiri gak tau mau ngapain, dan mau mengangkat nayna)
Gerakan Nattan terhenti, karena mendapat tatapan marah dari Nayna.
"Mas ngapain sih...? udah, nay gak apa-apa, kepala nay pusing karena tingkah mas yang sangat aneh itu. Bukan karena sakit yang lain. (ucap nayna)
"Mas diam, gak usah ngomong (cela nayna saat Nattan mau membuka mulut untuk berbicara) Dengarkan nay baik-baik, duduk...(Nattan pun duduk)
"Ya udah iya mas berangkat, tapi ada syarat nya...! (ucap Nattan)
"Syarat, syarat apa...? (tanya nayna)
"Janji dulu sayang akan mengabulkan syarat dari mas. (Nattan)
"Ya baiklah, apa...? (tanya nayna lagi dengan tatapan heran)
"Setiap sayang pulang dari kampus sayang harus ke kantor mas, gak boleh pulang atau kemana pun, sayang harus menemani mas bekerja. bagaimana sayang mau...? kalau sayang mau, mas berangkat sekarang. (kata Nattan)
Nayna berpikir
"Ya udah iya nay setuju. Tapi mas kalau nay ada di sana apa gak mengganggu pekerjaan mas...? (tanya Nayna)
"Ya gak lah sayang, malah mas semakin semangat bekerja kalau sayang ada. (kata Nattan, lalu Nattan mendekatkan kepala nya di telinga nayna) "Sayang itu seperti vitamin untuk mas, apalagi setelah itu, semangat mas jadi full (bisik Nattan)
"Ah udah ah, ngomong mas sudah mulai ngelantur. Udah Ayo turun, kasian tau mas ardy udah lama nungguin mas. (kata nayna yang langsung berdiri)
Nattan tersenyum, dan berdiri.
__ADS_1
"Siap-siap ya sayang, di kalikan 2 setiap hari kita gak ketemu. (kata Nattan saat berdiri)
"Apa nya...? (tanya nayna bingung)
"Ya itu. Udah ayo turun (kata Nattan lalu menarik tangan nayna)
Nattan dan nayna keluar dari kamar, sambil menuruni tangga nayna masih berpikir dengan perkataan Nattan barusan, nayna masih belum mengerti maksud nya.
.
.
.
Nayna mengantar Nattan sampai di depan mobil, setelah memberi kecupan di kening dan bibir nayna, yang tentunya di saksikan oleh ardy, bik minah dan mang koko, Nattan masuk ke dalam mobil.
Nayna melambaikan tangannya, saat mobil sudah mulai menjauh.
Lalu, Nayna dan bik minah masuk ke dalam rumah setelah mobil sudah tidak terlihat lagi.
"Bik nay ke atas dulu ya mau siap-siap pergi ke kampus. (kata nayna)
"Ya non, bibik siapkan sarapannya ya. (kata bibik)
"Gak usah bik, tadi nay udah makan roti yang untuk sarapan mas Nattan. Bibik buatkan susu aja. (kata nayna)
"Baiklah non. (kata bik minah)
Nayna naik ke atas, menuju kamar nya.Sedangkan bik minah berjalan ke dapur.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
__ADS_1
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...