Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Di Sekolah


__ADS_3

Di perpustakaan, setelah menyelesaikan tugasnya nayna membaca buku yang di ambilnya, karena ke asyik kan membaca nayna jadi lupa waktu. Nayna melihat ke sekitar, ternyata semua murid sudah pada bubaran menuju kelas masing-masing, nayna melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Ya Allah, sudah jam segini...!! bisa-bisa telat deh masuk kelas. (kata nayna pada dirinya sendiri)


Nayna berdiri dari duduknya, meletakan buku, lalu meraih tasnya dan berlari menuju kelasnya. sesampainya di depan kelas dengan nafas yang masih ngosngosan nayna secara berlahan melangkah membuka pintu kelas dan melihat ke arah meja guru yang ternyata gurunya belum ada, dengan perasaan lega nayna pun masuk ke dalam kelas lalu duduk di kursi tempat duduknya, di samping dinda teman satu mejanya.


"Kenapa lo telat sih nay (tanya dinda)


"Gue gak telat din, gue da datang dari tadi tetapi gue ke perpustakaan dulu, makanya telat masuk ke kelas (jawab nayna)


"Emangnya ngapain lo ke perpustakaan pagi-pagi nay, apa lo lupa ngerjakan tugas karena ke enakan di rumah baru lo itu (tanya dita sambil memutar badannya melihat ke nayna dan dinda yang ada di belakang bangku nya)


"Lo jadi pindah nay...?(tanya dinda)


"Enak aja lo dit, gue cuma lupa minjam buku di perpustakaan kemarin, kan gue belum ada buku paket yang mata pelajaran itu.(kata nayna, dan mengabaikan pertanyaan dinda)


"Kenapa lo gak pinjam gue nay (dita)


"Gimana mau minjam sama lo gue aja sampai di rumah udah larut malam. (nayna)


"Jadi beneran lo sudah pindah nay ke rumah besar itu (tanya dinda lagi) jawab nay kok lo malah gak jawab pertanyaan gue (sewot dinda)

__ADS_1


"Ya dinda sayang, gue udah pindah, sekarang gue tinggal di rumah besar itu. (nayna)


"Wah hebat lo ya nay, bisa tinggal di rumah pemilik sekolah ini. (Dinda)


"Kok lo tau, mereka pemilik sekolah ini...?(tanya nayna)


"Ya tau lah nay, siapa sih yang gak tau dengan pemilik sekolah ini sekaligus orang terkaya nomor 1 di kota ini, semua orang tau kali nay, lo sangat beruntung bisa jadi bagian dari keluarga mereka nay (dinda)


"Hai dinda, siapa yang lo maksud tinggal di rumah besar dan menjadi bagian dari keluarga pemilik sekolah ini...?(tanya neta yang kebetulan lewat dan mendengar pembicaraan nayna, dinda dan dita)


Anetta Putri Julian (neta) anak pemilik salah satu hotel ternama di kota j, neta adalah putri tunggal dari Hardi Julian salah seorang rekan bisnis papi syam, neta memiliki dua sahabat baik di sekolah itu yaitu: Belva Fitria Sari (Belva) dan Salsabila Lauren (Lauren). mereka adalah teman satu kelas, sekaligus musuh bebuyutan dinda dan dita dari dulu, di tambah lagi saat ada nayna di antara dita dan dinda, jadilah neta selalu memandang rendah kepada mereka.


"Apaan lo net, nyamber aja kayak bensin (sewot dinda)


"Emang iya, kalau nayna sekarang tinggal di rumah besar itu. ada masalah untuk lo neta and d geng (Jawab dinda)


"Ah gak mungkin om syam ngangkat anak panti ini jadi anaknya, palingan juga jadi pembantu di rumah itu, ya kan gaes...? (Hahaha...tawa neta dan kawan-kawan)


"Ya net lo benar, gue memang bukan anak angkat dari papi syam dan juga mami jihan, gua cuma tinggal di sana, karena ada suatu hal (jawab nayna)


"Tuh kan gue benar, gak mungkin om syam mau ngangkat anak seperti anak panti ini. Eh tapi lo panggil apa tadi, papi mami, hahaha... helo...anak panti lo jangan mimpi ya untuk jadi anak ataupun menantu keluarga om syam, dengan lo manggil mereka begitu lo tetap tidak pantas jadi keluarga mereka. (neta)

__ADS_1


"Apa-apaan loh net, kenapa lo sewot kepada nayna, lo iri ya...?(dita)


"Siapa juga yang iri, asal kalian tau aja ya, papa gue itu mau menjodohkan gue sama putra om syam itu setelah gue lulus sekolah nanti, jadi ngapain gue iri sama anak panti ini. (neta)


"Mimpi lo net, ingat ya ini masih terlalu pagi tau untuk lo bermimpi seperti itu. (ledek dinda)


"Sialan lo din, awas aja ya lo, kalau gue udah jadi menantu keluarga itu nanti, gue minta ke om syam untuk pecat bokap lo, ingat itu (kata neta sambil pergi ke tempat duduknya bersama dua sahabatnya)


"Siap nyonya neta, gue tunggu, gue gak takut sama ancaman lo (teriak dinda)


"Udah din sabar, neta lo ladenin (dita)


"Abis kesal gue sama tu cewek dit, PD nya ketinggian (dinda)


"Udah-udah tuh ibuk rita sudah datang, nanti kita kena tegur lagi, dita udah hadap depan sana. (nayna)


Dita, dinda dan nayna pun, mulai membuka bukunya dan pelajaran pun di mulai.


\*Bersambung\*


Jangan lupa vote, like dan komennya ya gaes 🤗🥰

__ADS_1


Terima kasih 🤝


__ADS_2