
Setelah puas berjalan di mall, Nayna dan yang lain memutuskan untuk pulang. Selama perjalanan pulang ke rumah besar, suasana di dalam mobil sangat ramai mereka tidak henti-hentinya bercerita tentang kegembiraannya hari ini.
Mobil pun berhenti tepat di depan rumah besar, semuanya turun daru mobil.
Karena hari sudah mulai gelap, dita dan dinda langsung saja berpamitan pulang kepada kakek yoga, mami jihan, pak dedi dan juga nayna.
Setelah melihat mobil dinda dan dita keluar dari gerbang rumah, kakek yoga, mami jihan dan nayna masuk ke dalam rumah.
"Nak...! kalian Istirahatlah. (ucap kakek yoga)
"Ya kek, kalau begitu nay naik dulu, mami nay ke atas dulu. (kata nayna)
"Ya sayang (jawab mami jihan)
Kakek yoga menganggukkan kepalanya.
"Kamu gak istirahat nak...? (tanya kakek yoga)
"Ya ayah, terus ayah bagaimana...? Apa ayah gak istirahat...? (tanya balik mami jihan)
"Ya nak nanti ayah istirahat, ayah tunggu dedi dulu ayah ada perlu sama dia, kamu masuk lah. (kata kakek yoga)
"Ya ayah, kalau begitu jihan pamit ke kamar dulu. (pamit mami jihan)
"Ya nak. (kata kakek yoga)
Mami jihan berjalan dan masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan kakek yoga, duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Kakek yoga menyandarkan kepalanya di sandaran sofa lalu memejamkan matanya.
"Tuan, sebaiknya tuan istirahat di dalam kamar kenapa masih di sini...! (kata pak dedi menghampiri dan berdiri tidak jauh dari kakek)
"Ya nanti saya istirahat di dalam kamar, saya menunggu kamu di sini. (kata kakek yoga sambil membuka matanya menatap pak dedi)
"Saya sudah di sini tuan, ada apa...? (tanya pak dedi)
"Saya menanyakan tentang rencana kita tadi, Apa kamu sudah menyimpan semuanya...? (kakek yoga)
"Sudah tuan saya sudah menyimpan semuanya, termasuk orang yang akan menjemput nona di bandara setelah sampai di sana. (kata pak dedi)
"Baiklah, kamu boleh pulang. Saya mau istirahat. Ingat besok pagi-pagi kamu ke sini, setelah mengantar nayna ke bandara kita ke NP Group. (kata kakek yoga lalu berdiri dari duduknya)
"Baik tuan. Saya antar tuan...! (kata pak dedi menggandeng tangan kakek yoga)
"Gak perlu dedi, kamu pulang aja. Saya bisa sendiri. (kata pak dedi)
"Baiklah, kalau begitu saya pamit pulang dulu tuan. Assalamualaikum....(pak dedi)
"Ya. Wa'alaikumsalam... (jawab kakek yoga)
Pak dedi pun pergi berjalan ke arah pintu utama keluar dari rumah itu setelah menutup kembali pintunya.
__ADS_1
Pak dedi masuk ke dalam mobil nya, lalu mobil itu melaju meninggalkan kediaman keluarga prayoga.
***
Keesokan harinya
Di pagi yang cerah, setelah semuanya selesai sarapan. Nayna berpamitan kepada papi syam dan mami jihan.
Ditemani oleh kakek yoga dan juga pak dedi nayna berangkat ke bandara.
Nayna duduk di bangku penumpang, merenung, nayna yang masih merasa tidak percaya kalau dia di beri kejutan oleh kakek setelah makan malam untuk berangkat ke kota B, sangat merasa senang, selain nantinya dia bisa bertemu dengan Nattan suaminya nayna juga akan menemui kedua orang tuanya.
Saat kakek yoga memberikan tiket kepadanya nayna tampak kaget dan sangat gembira itu tampak dari raut wajah nayna.
Dan saat ini nayna yang ditemani kakek yoga dan pak dedi sudah berada di bandara.
Nayna tampak gugup karena ini adalah pengalaman pertamanya berangkat dan naik pesawat sendiri.
Zaman sekarang, sebagian orang mungkin sudah pernah naik pesawat. Namun ada juga orang yang belum berkesempatan naik pesawat.
Begitu juga dengan nayna, walaupun pun ini bukan pengalaman pertamanya naik pesawat, tetapi nayna tetap merasa gugup karena ini pertama kalinya dia berangkat dan naik pesawat sendiri.
"Ada apa sayang...? (tanya kakek yoga saat melihat nayna tampak gelisah dari tadi)
"Gak ada apa-apa kek, nay cuma merasa gugup aja. (jawab nayna)
Kakek yoga mengambil tangan nayna lalu menggenggamnya.
"Udah gak usah merasa gugup, kakek tau ini pertama kalinya nay berangkat dan naik pesawat sendiri, tapi kakek yakin nay akan baik-baik saja. (kata kakek)
"Gak usah nak, bukannya kamu mau memberikan kejutan kepada tuan muda dan juga mas ardy, kalau kamu menghubungi mereka nanti mereka akan tau dan itu gak akan menjadi kejutan lagi. (ucap pak dedi)
"Ya pak dedi tapi...(Nayna)
"Nak kamu gak usah cemas, nanti saat kamu sudah di sana akan ada orang dari pihak hotel yang akan menjemput kamu dan dia akan mengantar kamu ke hotel tempat menginap tuan muda dan ardy. (ucap pak dedi)
"Ya sayang, cucu ku. udah kamu tenang aja ya, semuanya sudah kakek atur. (ucap kakek)
"Baik lah kek. Ya udah kalau begitu nay berangkat ya kek. Kakek jaga kesehatan ya. Ingat kakek harus banyak istirahat ya. (kata nayna)
"Ya cucuku. Kalau sudah di hotel kabari kakek ya. (ucap kakek)
"Ya kek. Nay pamit ya kek, pak dedi. Assalamualaikum... (ucap nayna sambil menyalami kedua laki-laki itu secara bergantian)
"Ya cucu ku, Wa'alaikumsalam...(ucap kakek)
"Ya nak, Wa'alaikumsalam...(ucap kak dedi)
"Jujur, sebelum masuk ke dalam pesawat usai melakukan pengecekan tiket, data diri, dan menuju gerbang keberangkatan perasaan saya begitu takut dan gugup, Ya Allah tenang kan lah hati ini. (kata hati nayna saat berjalan di gerbang keberangkatan, sambil melihat dan melambai kan tangannya ke arah kakek dan pak dedi sambil terus tersenyum)
Sampai waktu keberangkatan tiba, dan semua penumpang dipanggil untuk naik ke pesawat. Nayna lantas mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket yang di pegang nya. Setelah menemukan Nayna pun duduk di sana.
__ADS_1
Pramugari mempraktekkan demo tentang keselamatan pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari cara memasang sabuk pengaman, mematikan telepon genggam, sampai mengenakan pelampung keselamatan dan masker oksigen.
Ketakutan yang ada di dalam diri nayna pun perlahan-lahan mulai hilang ketika pesawat mulai terbang atau nama bekennya take off.
Banyak orang bilang bahwa momen krusial dalam penerbangan pesawat adalah ketika take off (lepas landas) dan landing (mendarat).
Nayna sudah mulai menikmati penerbangan nya, Saat itu pesawat di atas ketinggian 35.000 kaki. Nayna tersenyum melihat pemandangan berupa gumpalan awan, rasanya gumpalan awan itu sangat dekat.
"Ayah bunda, tunggu nay di sana, nay akan mengunjungi ayah dan bunda, nay kangen sama ayah dan bunda. (kata nayna dalam hati)
Beberapa jam kemudian
Pesawat pun landing (mendarat), nayna berdiri lalu nayna pun keluar. Setelah mengambil koper pakaiannya nayna meraih ponselnya dan menghidupkan nya, nayna berjalan lalu sorang wanita menghampirinya.
"Dengan nona nayna prayoga...? (tanya perempuan itu)
"Ya saya sendiri. (jawab nayna)
"Saya Leni nona, pegawai hotel yang di perintahkan tuan besar untuk menjemput dan mengantarkan nona ke hotel.
"Ya baiklah, Ayo...! (ajak nayna)
"Ya nona, sini kopernya biar saya bawakan.
"Ya terima kasih mbak leni. (ucap nayna)
"Sama-sama nona. (jawab leni)
Mereka berdua pun berjalan menuju mobil yang ada di parkir. Setelah memasukan koper ke dalam bagasi mobil leni pun menyusul Nayna yang sudah masuk duluan di dalam mobil. Nayna duduk di bangku tepat di samping bangku kemudi.
Leni yang merasa heran menutup kembali pintu belakang mobil yang sempat di buka kan nya untuk nayna, tetapi nayna malah duduk di depan tidak masuk di sana.
"Nona apa gak sebaiknya duduk di belakang aja...? (tanya leni setelah duduk di bangku kemudi)
"Gak mbak saya di sini aja, saya mau menikmati suasana kota B. (kata nayna)
"Baiklah nona, kita berangkat sekarang. (kata leni)
"Em...(jawab nayna sambil menganggukkan kepalanya)
Mobil pun melaju meninggalkan parkiran bandara.
...Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
__ADS_1
...🥰🥰🥰...
...Terima kasih 🙏...