
Nattan saat ini sedang panik, karena sejak keluar dari kantor Nattan mencoba menghubungi Nayna tetapi tidak tersambung juga, sudah hampir 10 kali Nattan mencoba menghubungi tetapi tetap tidak tersambung juga.
Dan beberapa saat yang lalu Nattan menghubungi Dinda sahabat Nayna dan dinda bilang kalau dia saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya dan nayna tidak bersamanya.
Nattan juga menghubungi Dita, panjang kali lebar di jelaskan oleh dita. Yang intinya nayna juga tidak ada bersamanya.
Jawaban yang sama di dapat Nattan dari kedua sahabat istrinya. Dan itu membuat Nattan semakin di landa rasa panik.
.
.
.
Mobil di pacu dengan sangat cepat oleh Nattan, menyelip satu persatu mobil-mobil yang ada di depannya. Membunyikan suara klakson mobil saat ingin menyelip mobil-mobil di depannya itu.
Tiba-tiba Nattan mengurangi kecepatan, saat Nattan melihat mobil yang ada di depannya pada berhenti.
"Ada apa lagi ini....( Gerutu Nattan)
Nattan berhenti tepat di belakang mobil sedan berwarna merah. Nattan menurunkan kaca mobilnya saat dia melihat polisi yang berjalan tepat di depan mobilnya
"Pak...(panggil Nattan)
Polisi itu menoleh ke arah sumber suara, lalu pak polisi berjalan mendekati Nattan.
"Siang mas, ada yang bisa saya bantu...? (pak polisi sambil memberi hormat kepada Nattan)
"Siang pak, Ada apa ya pak di depan, kenapa tiba-tiba macet seperti ini...? (tanya Nattan)
"Ada kecelakaan mas, tim sedang mengevakuasi para korban. (jawab pak polisi)
"Apa ini masih lama pak...? Apa akan memakan waktu berjam-jam...? saya buru-buru masalahnya. (tanya Nattan lagi)
"Gak akan lama lagi mas. Di tunggu aja ya mas, mohon bersabar. Saya permisi dulu (kata pak polisi, hormat lalu pergi dari sana setelah Nattan menganggukkan kepalanya, isyarat jawaban iya)
Nattan menaikan kembali kaca mobil, memukul dengan perasaan yang sangat kesal setir mobil, berkali-kali Nattan memukul setir mobil dengan tangannya.
Nattan menenangkan dirinya sendiri, lalu berpikir tindakan apa yang akan dilakukannya saat ini. Nattan bingung, dia menatap layar ponsel nya dimana di sana ada foto Nanya yang sedang tersenyum di pelukannya.
"Kamu membuat mas panik seperti ini sayang...! Mas bisa gila kalau kamu tanpa kabar seperti ini. (ocehan Nattan sambil mengusap layar ponselnya, lalu Nattan pun mengecup layar ponsel yang ada foto nayna itu)
__ADS_1
Nattan mengeluarkan ponsel yang satunya, mengirimkan pesan kepada pengawal yang di perintahkan nya untuk selalu menjaga nayna dengan jarak yang di tentukan nya.
Nattan mendapatkan notif di ponselnya dengan cepat dia membukanya melihat foto yang baru saja di kirim oleh salah seorang pengawal itu.
Nattan tampak sedikit lega setelah melihat foto itu. Nattan meletakan kembali ponsel nya, melihat jauh ke depan, Nattan tersenyum karena mobil yang berada di depannya berangsur-angsur berjalan walaupun masih pelan.
Beberapa menit kemudian, jalanan pun kembali lancar. Nattan kembali memacu mobilnya, menyelip mobil yang ada di depannya, menancap gas saat lampu jalan hendak berganti merah.
Mobil berhenti di parkiran yang ada di pinggir jalan yang tidak jauh dari mall, Nattan sengaja tidak memikirkan mobilnya di parkiran mall karena dia terlalu buru-buru, pikiran Nattan saat ini hanyalah bagaimana cara nya bertemu secepat mungkin dengan nayna istrinya.
Setelah keluar dari mobil, Nattan segera berlari untuk menghampiri nayna, berlari dengan sangat cepat seperti orang yang sedang di kejar anjing.
Nayna yang masih berada di salah satu tempat makan makan yang ada di mall itu, tidak henti-henti nya melihat ke arah pintu masuk. Setiap orang yang masuk nayna berdiri untuk melihat siapa yang datang. Raut wajah yang penuh dengan kekecewaan tergambar jelas di wajah nayna saat nayna tau bukan orang yang dia harapkan masuk ke sana.
Dengan mengembangkan senyum di bibirnya Nayna kembali berdiri dari duduknya saat mendengar langkah kaki yang memasuki tempat makan itu. Tetapi nayna tertunduk saat dia berhasil melihat orang itu. Dengan cemberut nayna kembali duduk di bangku nya.
Nattan berdiri di pintu masuk tempat makan, Sorot matanya menatap ke nayna yang duduk dengan wajah yang tertunduk.
Masih dengan nafas yang tidak beraturan Nattan melangkah masuk secara berlahan mendekati nayna.
Nayna samar-samar mendengar suara langkah kaki yang ingin mendekat ke arahnya. Lama kelamaan suara langkah kaki itu semakin terdengar sangat jelas. Nayna pun mengangkat kepalanya memalingkan wajahnya melihat ke arah sumber suara.
Nayna menatap orang yang mendekat ke arah nya saat ini. Dengan masih saling tatap secara berlahan nayna berdiri dari duduknya. Lalu berjalan berjalan berlahan mendekati Nattan.
Nattan tampak kaget dengan perlakuan Nayna yang secara tiba-tiba itu. Tapi Nattan juga merasa sangat senang dengan tindakan nayna yang secara tiba-tiba sama seperti sekarang ini.
Nattan membalas perlakuan nayna, mengelus kepalanya bahkan mencium kepala nayna yang tertutup hijab itu.
"Kok mas lama banget sih...? (tanya nayna setelah melepaskan pelukannya, menatap Nattan dengan cemberut)
"Maafkan mas ya sayang, maaf sudah membuat sayang menunggu lama. Tadi itu mas terjebak macet karena ada kecelakaan makanya lama sampai ke sini nya. (jelas Nattan lalu mengelus lembur pipi nayna)
"Ya mas gak apa-apa, kita pulang sekarang...? (tanya nayna lalu mengembangkan senyumannya)
"Sayang, bagaimana kalau kamu ikut mas ke kantor dulu, mas masih ada meeting....! setelah meeting nya selesai kita langsung pulang. Meeting nya gak akan lama kok. Bagaimana apa sayang mau...? (tanya balik Nattan)
Nayna tampak berpikir. Lalu nayna menganggukkan kepalanya isyarat setuju.
Nattan tersenyum menatap nayna.
"Jangan pasang mimik wajah yang seperti itu sayang, mas sangat sulit mengendalikan diri kalau melihat kamu seperti itu. (bisik Nattan, lalu berlalu pergi)
__ADS_1
Nayna bergidik ngeri mendengar kata-kata yang di bisikan oleh Nattan. Nayna memutar badannya melihat ke arah Nattan yang sedang mengambil tasnya yang ada di atas meja.
Nattan kembali menghampiri nayna yang masih diam mematung, Nattan meraih tangan nayna, menggenggamnya.
"Ayo kita pergi sekarang (ucap Nattan, lalu menarik mengajak nayna untuk pergi dari sana)
Nayna diam menurut. Melangkah keluar dari tempat makan itu, keduanya berjalan beriringan saling gandeng.
.
.
Di dalam Mobil
Nattan mulai cerewet, menanyakan berbagai hal kepada nayna, termasuk apa yang terjadi hari ini. Nattan juga menasehati nayna, Nayna hanya diam mendengar semua yang di katakan oleh Nattan. Karena nayna tau apa yang di katakan Nattan itu adalah demi kebaikannya.
Nayna menyadarkan kepalanya di bahu Nattan, melingkarkan tangannya di salah satu tangan Nattan.
Suasana di dalem mobil pun hening.
Walaupun Nattan merasa heran dengan sikap manja nayna yang secara tiba-tiba itu, tetapi Nattan menyukainya.
Sesekali Nattan tampak mengelus kepala nayna, yang sedang ingin di manja itu.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...!!...
...Biar Author semakin semangat ๐ช untuk Updatenya......
...Karena dukungan dari para pembaca lah yang membuat Author semakin bersemangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ...
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya โค biar tau kalau Author sudah update....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...๐๐๐...