
Nattan turun dari mobilnya, setelah mobil yang di kendarai nya berhenti di salah satu rumah yang bisa mereka sebut markas.
Dengan langkah cepat Nattan masuk ke dalam rumah itu.
"Dimana dia...? (tanya Nattan kepada salah seorang orangnya yang kebetulan berdiri di depan pintu salah satu ruangan)
"Ada di dalam tuan bersama tuan Ardy. (jawab orang itu dengan menunjuk ruangan yang dia maksud dengan gerak kepalanya)
Nattan menatap ruangan yang di maksud oleh orangnya itu, lalu Nattan pun melangkah maju. Orang itu pun minggir melangkah kesamping.
Nattan meraih gagang pintu, membukanya lalu masuk ke dalam ruangan itu. Dengan sangat keras Nattan pun membanting pintu itu, Karena suara bantingan pintu yang sangat keras itu membuat Ardy dan salah seorang laki-laki yang terikat di salah satu kursi itu seketika melihat ke arah pintu.
Dengan wajah yang cool, dan tatapan yang tajam Nattan pun melangkah maju secara berlahan untuk mendekati Ardy dan orang yang di ikat itu.
Melihat tatapan Nattan yang penuh amarah membuat Ardy sedikit khawatir.
Ardy memang sering melihat Nattan dengan wajah penuh amarah, tetapi kali ini amarah yang di perlihatkan Nattan sangat berbeda dari biasanya. Ini adalah kali pertama Ardy melihat Nattan dengan tatapan penuh amarah seperti itu.
Ardy dengan cepat melangkah berjalan mendekati Nattan.
"Kenapa kamu malah kesini Nat...? (tanya Ardy yang menghampiri Nattan)
"Kamu sekarang keluar aja Ar, biar saya yang akan menyelesaikan urusan ini semua dengan laki-laki itu. (kata Nattan dengan menatap tajam ke arah laki-laki yang ada di atas kursi itu)
"Tapi Nat...(Ardy belum sempat menyelesaikan kata-katanya tetapi Nattan sudah mencengkeram bahunya dengan sangat kencang, pertanda Nattan tidak mau di bantah)
"Baiklah saya keluar sekarang, tatapi kamu harus janji sama saya Nattan, kamu tidak akan bertindak yang gegabah, yang akan merugikan diri kamu sendiri. Dan satu lagi sebelum kamu melakukan apa-apa kamu harus ingat ada Nayna dan bayi yang masih ada di perut Nayna yang menunggu kamu di rumah. (kata Ardy mengingatkan)
Nattan hanya diam mematung, dia tidak menanggapi apa yang di katakan oleh Ardy kepadanya. Ardy menatap tajam kepada Nattan yang diam mematung itu.
"Baiklah saya keluar, kamu harus ingat apa yang saya katakan barusan Nat. (kata Ardy lagi, sambil menepuk pundak Nattan)
Ardy pun keluar dari ruangan itu. Awalnya saat memegang gagang pintu Ardy tampak ragu untuk meninggalkan Nattan dan orang itu di ruangan itu, beberapa kali Ardy berbalik menatap Nattan dan laki-laki itu.
Lalu dengan membulatkan tekad akhirnya Ardy pun keluar dari ruangan itu.
Ardy menutup kembali pintu dengan rapat. Ardy berdiri di depan pintu dia tidak mau meninggalkan ruangan itu terlalu jauh karena kekhawatiran yang dirasakannya saat ini.
Ardy melipat kedua tangannya di dada, diam dan berdiri seperti patung sambil menatap pintu ruangan itu.
__ADS_1
"Tuan Ardy...! apa tuan perlu sesuatu...? (tanya salah seorang orangnya yang juga berdiri tidak jauh dari nya)
"Gak ada, saya gak butuh apa-apa (jawab Ardy cepat)
Beberapa orang laki-laki yang bertubuh besar dan kekar pun masuk ke dalam rumah, berjalan dan mendekati rekannya dan Ardy yang berdiri di depan pintu salah satu ruangan.
"Ada apa....? (tanya salah seorang laki-laki yang baru masuk kepada rekannya dengan sedikit berbisik)
"Tuan Muda ada di dalam (jawab rekannya)
Semua laki-laki yang bertubuh kekar yang mendengar pun kaget, mata mereka melotot. Wajah semua nya tampak khawatir di tambah lagi mereka melihat Ardy yang berdiri di luar, mereka sudah menebak-nebak apa yang terjadi di dalam sana.
Semuanya berdiri dengan tegap, karena Ardy yang tiba-tiba membalikan badannya membelakangi pintu ruangan itu.
20 menit sudah Nattan berada di dalam sana. Di luar Ardy sudah mondar mandir di depan pintu dan Ardy tidak henti-hentinya melihat jam yang melingkar di tangannya.
Ardy tiba-tiba menghentikan langkahnya karena Ardy mendengar suara pintu yang di buka, Ardy menatap Nattan yang keluar dari ruangan itu dengan santai.
"Kamu urus sisanya (ucap Nattan kepada Ardy, dengan menepuk pundak Ardy)
Tanpa mendengar tanggapan Ardy Nattan pun berlalu begitu saja, berjalan keluar dari rumah atau yang biasa mereka sebut markas itu.
Setelah melihat Nattan pergi begitu saja, dengan cepat Ardy membalikan tubuhnya lalu dengan sedikit berlari Ardy pun masuk ke dalam ruangan itu, Para bodyguard yang juga ada di sana pun ikut menyusul Ardy yang masuk kedalam ruangan itu.
Dengan wajah tegang semua nya masuk ke ruangan itu termasuk Ardy.
Saat melihat laki-laki yang terikat yang duduk di atas kursi itu baik-baik saja semua nya pun menghembuskan nafas lega.
Ardy menghampiri laki-laki itu, memeriksa seluruh tubuh laki-laki itu.
"Kamu gak apa-apa....? (tanya Ardy dengan tatapan yang masih terlihat cemas)
Laki-laki itu menatap Ardy bingung dan ketakutan, Lalu dia pun menggelengkan kepalanya.
"Benaran kamu gak apa-apa...? (tanya Ardy lagi untuk meyakinkan diri nya)
"I i i iya tuan saya gak apa-apa... (ucap laki-laki itu terbata-bata)
Ardy berdiri, lalu Ardy pun menatap satu persatu bodyguard nya. Dari tatapan semua nya mereka juga tampak merasa kebingungan dengan situasi semua ini.
__ADS_1
"Maaf tuan Ardy, ini ada chat dari tuan muda. (kata salah seorang bodyguard yang merupakan kepala dari semua nya, lalu menyodorkan ponsel yang masih di pegang ya)
Ardy menatapnya dan mengambil ponsel yang di sodorkan kepala bodyguard itu. Ardy membaca chat yang di kirim oleh Nattan itu. Setelah selesai Ardy memberikan kembali ponsel itu.
Ardy menatap laki-laki yang masih terikat itu. Saat di tatap oleh Ardy laki-laki itu tampak ketakutan.
"Lepaskan laki-laki itu, lalu antarakan dia sampai di rumahnya. Ingat kalian pastikan dia sampai dengan selamat di rumah nya. Ini perintah dari tuan muda Nattan. (kata Ardy)
"Baik tuan (ucap kepala bodyguard)
Salah seorang orangnya dengan sigap melepaskan ikatan tangan laki-laki itu.
Setelah melihat laki-laki itu di lepaskan Ardy pun pergi dari sana, berjalan keluar dan masuk ke dalam mobilnya.
Tidak lama mobil yang di kendarai Ardy pun melaju meninggalkan markas mereka.
Di mobil...
"Aku yakin Nattan pasti sudah mendapatkan informasi dari laki-laki itu. Tapi apa yang sebenarnya di lakukan Nattan kepada laki-laki itu tadi...? Laki-laki itu tampak baik-baik saja. (kata Ardy yang berbicara pada dirinya sendiri)
Ardy masih saja berpikir dengan keras tentang apa yang di lakukan oleh Nattan kepada laki-laki itu......
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...๐๐๐...