
Langit sudah mulai mendung, matahari sudah ditutupi oleh awan hitam, angin sudah bertiup sangat kencang. Saat itu nayna baru sampai di dream house di antar oleh supir mami Jihan.
Nayna sudah masuk ke dalam rumah, berbicara sebentar dengan bik Minah lalu nayna berjalan dan menaiki tangga ke kamarnya yang ada di lantai 2, sambil menelpon mami Jihan untuk mengabarinya.
Setelah sampai di kamar dan mengakhiri telpon dengan mami Jihan, nayna masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dan mengganti pakaian nya nayna berbaring di tempat tidurnya untuk istirahat sebentar.
Belum lama nayna memejamkan matanya tiba-tiba hp nayna yang ada di atas meja kecil samping tempat tidur berbunyi, tanda ada telpon yang masuk.
Nayna meraih hp nya, melihat siapa yang menghubunginya.
"Nomor tidak di kenal...! (kata nayna pada dirinya sendiri)
Saat hendak menggeser tanda hijau di layar hp tiba-tiba panggilan terputus.
"Loh kok di matikan, nomor siapa ya...? (tanya nayna pada dirinya sendiri)
Nayna kembali meletakan hp nya, lalu kembali memejamkan matanya.
Ting...
Tanda ada pesan masuk di hp nayna, nayna kembali membuka matanya, lalu mengambil kembali hp nya, melihat pesan masuk ke hp nya.
๐ฑ (no tidak dikenal) Ternyata kamu bersembunyi di dekat orang kaya itu, kamu nikmati saja dulu, sebelum saya menjemput kamu, kamu adalah milik saya. (isi pesan yang masuk di hp nayna)
Nayna kaget dengan isi pesan yang baru saja dia baca, nayna langsung duduk di tempat tidur. berkali-kali nayna membaca isi pesan itu, nayna berharap dia salah baca.
Dengan tangan yang gemetaran nayna mencerna isi pesan yang masuk di hp nya. Nayna berusaha menenangkan dirinya.
"Ini pasti orangnya salah kirim, tenang nayna, tenang...pasti pesan ini bukan untuk lo. Tapi kalau ini benar untuk gue bagaimana...? apa yang harus gue lakukan...? siapa pengirim pesan ini...? (nayna berbicara sendiri)
Tanpa niat membalas pesan yang masuk itu, nayna lebih memilih untuk menyimpan isi pesan itu dan nomor si pengirim.
Saat sudah mulai tenang, nayna pun keluar dari kamarnya, pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Di luar hujan sangat lebat.
Nayna membawa air minum dan beberapa potong buah ke ruang keluarga, nayna duduk di sana sambil menonton televisi.
"Kenapa rumah sangat sepi, kemana bik Minah, apa bik Minah ada di taman belakang atau lagi keluar belanja. Kok gue jadi penakut seperti ini, Ah...ini semua gara-gara pesan sialan tadi. (kata hati nayna, sambil melihat ke sekeliling rumah, yang merasa cemas)
Nayna kembali mematikan televisi, lalu meletakan gelas minumnya di meja makan dan juga potong buah yang belum sempat dia makan, nayna meraih kertas yang ada di meja, itu adalah memo yang di tinggalkan bik Minah. *Bibik ke pasar sama mang koko ya non, maaf bibik gak kasih tau non secara langsung, karena bibik gak mau ganggu waktu istirahat non nayna, makan siang untuk non udah bibik siapkan* (begitulah isi dari memo itu)
Karena takut, di tinggal sendiri di rumah, nayna kembali naik ke kamarnya tanpa menyentuh makan siangnya.
Nayna masuk ke kamar lalu mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
**
Di Restoran
Nattan yang lagi meeting dengan beberapa orang rekan bisnisnya yang bekerja sama dengan perusahannya, di sebuah restoran yang tidak jauh dari perusahaannya.
Selama berlangsungnya meeting Nattan tidak Henti-hentinya melihat layar hpnya, melihat apakah nayna sudah pulang atau belum.
Karena nayna mengabarinya semalam kalau dia akan pulang ke dream house pada siang hari setelah ujiannya selesai.
Tidak berapa lama Nattan melihat nayna sudah berada di rumah, berbicara dengan bik Minah lalu naik ke atas menuju kamarnya, setelah itu Nattan tidak ada lagi melihat nayna keluar dari kamar.
Nattan tersenyum melihat layar di hp nya, ardy yang tau kenapa Nattan senyum-senyum sendiri, hanya bisa ikut tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Dasar Bucin... Masih Gak nyadar juga dia kalau sudah jatuh cinta sama istrinya itu. Nattan, Nattan (kata hati Ardy)
Nattan dan ardy kembali fokus sama meeting nya.
Setelah selesai meeting, mereka berbincang-bincang sambil menikmati makan siang yang sudah di sediakan.
Nattan kembali melihat layar hpnya, dan dia melihat nayna yang turun dari tangga, lalu pergi ke dapur dan duduk di ruang keluarga sambil menyalakan televisi. Tidak berapa lama nayna tampak sangat gelisah, seperti orang yang ketakutan.
Nattan terus mengamati nayna dari layar hpnya, Nattan merasa cemas melihat nayna yang sambil berlari menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamarnya, dan nayna tampak tidak keluar lagi.
Nattan mencoba menghubungi nayna, tetapi setelah beberapa kali mencoba Menghubungi nayna tapi hp nayna tidak aktif. Nattan mencoba menghubungi telpon rumah tapi tidak di angkat.
"Kemana bik Minah sama mang koko, apa mereka pergi belanja kepasar...? Ah sial...(kata hati Nattan dalam kecemasan nya)
Nattan berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah jendela yang ada di ruangan itu, Nattan melihat ke luar tampak hujan sangat lebat. Nattan menghubungi hp bik Minah, setelah berbicara sebentar dengan bik Minah Nattan mengakhiri nya.
Nattan kembali mencoba menghubungi nayna, tapi tetap sama hp nayna masih tidak aktif. Nattan kembali mengamati layar hpnya, dan kembali duduk.
Ardy yang menyadari perubahan sikap Nattan, dan melihat nattan yang tampak gelisah, meminta semua rekan bisnisnya untuk keluar dari ruang itu, mereka semua mengerti dan semuanya keluar, karena mereka juga melihat Nattan yang gelisah dari tadi.
Setelah semua rekan bisnis mereka keluar dari ruang pribadi restoran itu ardy mendekati Nattan setelah mengantar mereka keluar.
"Ada apa Nattan...? (tanya ardy)
"Saya mencemaskan nayna, dia sendiri di rumah, kita ke dream house sekarang. (kata Nattan yang langsung berdiri dari duduknya lalu keluar dari ruangan itu)
Ardy yang masih bertanya-tanya hanya mengikuti langkah kaki Nattan, sampai ke parkiran. Ardy dan Nattan masuk ke dalam mobil, ardy melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu.
Mobil yang di kendarai ardy berjalan pelan, karena begitu banyak air yang tergenang di jalan, dan jarak pandang pun tidak cukup jauh karena terhalang oleh hujan.
__ADS_1
**
Di dalam mobil
"Ada apa sebenarnya bro, kenapa lo terlihat begitu cemas. Lagian kan nayna sudah ada di rumah kenapa lo terlihat sangat cemas...? (tanya ardy, yang masih fokus menyetir melihat ke jalan)
"Nayna sendirian di rumah ardy, bik Minah dan mang koko ke pasar, mereka gak bisa pulang cepat karena hujan, mereka menggunakan motor. Saya mencemaskan nayna saat ini. Saya juga melihat nayna tampak sangat cemas tadi, dan dia langsung berlari ke atas. Saya takut terjadi apa-apa sama dia. (cemas Nattan)
"Dari mana lo tau nayna tampak cemas, bukannya kita sama-sama ada di restoran tadi...? (tanya ardy yang merasa heran)
"Saya lihat dari sini. (kata Nattan sambil melihatkan layar hpnya, yang melihatkan kesepian suasana rumah nya saat ini)
"Lo pasang cctv di rumah lo bro...? kapan...? dan kenapa...? (tanya ardy)
"Ya, Kemarin saya pasang, dan saya minta mereka menghubungkannya dengan hp saya, untuk memudahkan saya mengawasi nayna, dan di sekolah nayna saya juga sudah minta untuk pasang cctv di beberapa titik dan terhubung juga dengan hp saya. (kata Nattan)
"Kenapa lo sampai segitunya...? emang apa yang terjadi...? kenapa lo gak cerita sama saya kalau lagi ada masalah, kebiasaan lo nat, gak pernah berubah dari dulu. (kata ardy, yang masih fokus menyetir)
"Maaf ardy, lo tau kan saya gak bisa percaya sama siapa pun dari dulu. Makanya saya belum cerita sama lo. (Nattan)
"Ya saya tau Nattan lo seperti apa, saya tau kalau lo cerita ke saya lo takut kalau bakalan ada lagi orang yang akan tau selain saya, makanya lo gak mau cerita, tapi kan setidaknya lo bisa kasih kode sama saya seperti bias, ini sepertinya masalah serius, sampai-sampai lo memasang cctv untuk mengamati nayna. Emang apa masalahnya nat, bisa kan lo cerita sekarang sama saya, kalau lo tetap gak mau cerita, saya akan cari tau sendiri nattan, asal lo tau nayna itu bukan hanya istri lo Nattan, tapi dia juga sudah saya anggap adik kandung saya, kamu harus ingat itu (kata ardy)
"Baiklah ardy, saya minta maaf, saya akan cerita sama lo sekarang. Begini ar, beberapa hari yang lalu, saya menerima paket dari orang yang saya tidak tau siapa pengirimnya, dia mengirimnya ke dream house, dan nayna yang menerimanya, di hari saat teman-teman nayna ke rumah, saya membuka paket itu sendiri yang isinya adalah foto-foto aktifitas nayna setiap harinya selama di sekolah dan beberapa foto saat nayna berada di balkon yang ada di kamar, di sana juga ada surat ancaman nanti kamu lihat dan baca saja sendiri saat kita sudah di rumah. Sudah ar nanti kita bahas lagi, kita harus cepat sampai di rumah saat ini. (kata Nattan yang kembali fokus ke layar hpnya)
Ardy menambah kecepatan mobilnya, tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di depan dream house, Nattan keluar dari mobil tanpa menunggu ardy lalu berlari masuk ke dalam rumah, menuju kamarnya yang ada di lantai 2.
Tok..tok
"Nay, Nayna...(panggil Nattan) ini mas, nay, buka pintunya (teriak Nattan dari depan pintu kamar)
Setelah beberapa kali Nattan mencoba mengetuk pintu dan memanggil nayna, baru lah pintunya di bukakan oleh nayna.
Nattan yang melihatkan nayna langsung memeluk nayna dengan sangat erat, ardy hanya berdiri mematung melihat pasangan itu.
"Apa kamu baik-baik saja...(tanya Nattan kepada nayna yang masih di dalam pelukannya)
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...๐ค๐ค๐ค...
...Terima kasih ๐๐ฅฐ...
__ADS_1