
Semua kenangan masa lalunya terlintas lagi dalam ingatannya. Bayangan kedua orang tuanya, sahabat yang sangat dia rindukan sekarang teringat kembali.
Memori itu terputar kembali...
Bagaikan sebuah kaset VCD yang bisa di putar ulang kembali.
Masa-masa dimana keceriaan, kebahagiaan gelak tawa bersama kedua orang tuanya kini terputar lagi di ingatannya.
Pelukan serta kasih sayang yang di berikan kedua orang tuanya tergambar jelas dalam ingatannya.
Begitu juga dengan sahabatnya yang baik, yang memberi ketegaran kepadanya dalam menghadapi semua cobaan dalam hidupnya, bahkan merelakan nyawanya untuk dirinya.
Orang tua yang selalu ada untuknya...
Sahabat yang selalu ada untuknya...
Yang selalu dia rindukan...
Tangisan nayna semakin kencang, rasa sesak di dadanya semakin tidak bisa dia tahan lagi.
Matanya sudah mulai sembab karena air mata yang tidak berhenti jatuh dari sana.
"Ayah, bunda nay kangen...!!!
Maafkan nay ayah, maafkan nay bunda, nay tidak bisa mengunjungi ayah dan bunda setiap saat. (ucap nayna dalam kesedihannya)
"Ayah, bunda, Sesuai impian ayah dan bunda, yang selalu ingin melihat putri ayah dan bunda yang cantik ini selalu bahagia, dan sekarang Allah sudah Mewujudkan keinginan ayah dan juga bunda. Nay sudah sangat bahagia sekarang ayah, bunda. Bahkan begitu banyak orang-orang yang sangat sayang kepada nay. Mereka selalu memberikan kebahagiaan kepada nay. Begitu banyak rasa cinta dan sayang yang nay dapat saat ini. Tetapi kenapa nay merasa kebahagiaan yang nay dapat masih kurang lengkap ayah, bunda....! Tanpa kalian kebahagiaan nay masih kurang lengkap...!!!
Nay rindu ayah, nay rindu bunda...
Nay ingin bertemu dengan ayah dan bunda...(ucap nayna yang masih beruraian air mata)
Nayna Diam menegakkan kepalanya...Nayna menyeka air matanya, lalu nayna bangkit dari duduknya, nayna berdiri dan berjalan lalu duduk di kursi yang ada di balkon itu.
Nayna kembali menatap langit yang di penuhi oleh kelap-kelip cahaya bintang.
Nayna tersenyum. Nayna mengingat kembali saat-saat dimana ayah dan bunda berusaha membuat dia tenang pada saat itu.
***
Flashback on
Nayna sejak kecil memang sudah sangat pintar, dia selalu masuk dalam 3 besar di kelas, juara 1 sering di dapat nayna di kelas bahkan saat SD nayna pernah mendapat juara umum.
Saat itu nayna duduk di bangku SMP kelas 2.
Pada suatu ketika, di saat semester 2 kenaikan kelas. Malam hari sebelum hari pertama ujian nayna sakit demamnya cukup tinggi.
Bundanya sudah berusaha mengompres dan memberikan obat penurun panas, tetapi panas badan nayna tidak kunjung turun, bunda nayna sudah mulai panik, di tambah lagi sang suami juga sedang tidak ada di rumah saat ini. Karena ayah nayna bertugas jaga malam.
Bunda nayna meminta tolong kepada tetangganya untuk mengabari sang suami bahwa putri sedang panas tinggi.
Mendengar kabar itu ayah nayna meminta izin kepada rekan kerja dan langsung pulang.
Saat sampai di rumah
Malam itu juga kedua orang tua nayna membawa nayna berobat ke rumah seorang dokter yang kebetulan jarak rumahnya tidak jauh dari rumah nayna.
Nayna langsung di tangani oleh dokter. Setelah beberapa jam nayna di rawat di sana akhirnya panas badannya turun, dan kedua orang tua nayna membawa putri mereka pulang ke rumah setelah membayar biaya yang di sebutkan sang dokter dan juga beberapa obat yang harus di minumnya.
Pagi harinya, seperti biasa nayna sudah bangun, membersihkan diri, shalat dan membereskan tempat tidur nayna pergi ke dapur berniat untuk membantu ibunya menyiapkan bahan untuk jualan.
"Sayang kenapa kesini...? (tanya bunda)
Kamu kan masih belum sehat, biar bunda aja yang menyiapkan sarapan. (kata bunda sambil mendekat ke sang putri, sambil meletakan punggung tangannya di kening nayna)
__ADS_1
"Nay udah baikan kok bun, udah gak panas lagi kan...? (ucap nayna)
"Ya Alhamdulillah sudah tidak panas lagi, tetapi anak bunda yang cantik masih harus istirahat, lihat tuh wajahnya masih pucat. (saut bunda)
"Tapi nay sudah enak kan bun, lagian nay kan mau bantu bunda buat sarapan dan juga menyiapkan bahan untuk jualan. (ucap nayna)
"Bunda hari ini gak jualan sayang, bunda sengaja gak belanja tadi, kamu kan masih sakit kalau bunda jualan nanti kamu siapa yang jaga. (kata bunda)
"Kok gitu bun, Nay udah gak apa-apa bunda, nay udah sembuh. Lagian kan nay harus sekolah jadi bunda gak harus jaga nay. (ucap nayna)
"Sekolah...? kamu kan masih sakit sayang, jadi untuk hari ini kamu gak usah ke sekolah dulu ya. Kamu harus banyak istirahat. Nanti biar ayah yang minta izin sakitnya kepada pihak sekolah. (kata bunda)
"Gak bisa bunda, nay kan hari ini ujian, jadi nay gak mungkin libur. (kata nayna)
"Kan ada ujian susulan sayang, jadi kalau kondisi nay udah benar-benar pulih nay ikut ujian susulan aja. (kata bunda sambil mengelus kepala putri nya yang tertutup jilbab)
"Kalau nay ujian susulan itu artinya nay harus ujian sendirian bun, nanti teman-teman udah selesai ujian nay masih harus ujian sendiri, nay gak mau ah bun seperti itu. (rengek nayna)
"Tapi sayang...? (kata bunda, tiba-tiba terhenti mendengar salam dari sang suami)
"Assalamu'alaikum...(ucap ayah yang baru saja masuk ke dapur saat mendengar perdebatan di antara dua perempuan yang dia cintai)
"Wa'alaikumsalam...(ucap bunda dan nayna bersamaan)
"Ada apa ini...? kenapa suara nay dan juga bunda sampai kedengaran ke depan, ada apa sih bunda...? nayna...? (tanya ayah yang berdiri di pintu masuk dapur)
"Ini loh ayah, putri ayah ini ngeyel, jelas-jelas kondisi nya masih belum sehat, dia malah mau pergi ke sekolah...! ya bunda tau hari ini ada ujian, tapikan nay bisa ikut ujian susulan ayah. Bunda kasih tau nay malah dia tetap kekeh mau ke sekolah juga. (kata bunda)
"Apa benar begitu nak...? (tanya ayah)
"Iya ayah (jawab nayna sambil menganggukkan kepalanya)
"Ya udah kalau begitu ayah izinkan nay sekolah. (ucap ayah)
"Makasih ayah, nay sayang ayah (ucap nayna sambil mendekat dan memeluk ayahnya)
"Ayah kok malah ayah kasih izin...! nay itu masih sakit ayah, ayah lihat wajahnya aja masih pucat, nay itu masih harus banyak istirahat ayah (protes bunda)
"Udah bun gak apa-apa, biarkan nay nya ke sekolah ikut ujian hari ini, udah bunda gak usah cemas. Nanti biar ayah yang antar dan nungguin nay di sekolah sampai ujiannya selesai. Bagaimana...? (ucap ayah)
"Ya udah kalau begitu bunda juga izinkan. (ucap bunda)
"Terima kasih ya bun, sayang bunda. Muaach...(ucap nayna berlari dan memeluk serta mencium pipi bundanya berkali-kali)
"Ya sayang, ya udah siap-siap sana, bunda mau menghidangkan sarapan kita dulu. (ucap bunda)
"Ya bun (ucap nayna)
Nayna pun bersiap-siap, setelah selesai sarapan seperti janjinya ayah mengantar dan menunggu nayna di sekolah sampai ujian nayna hari ini selesai.
Selama satu minggu nayna ujian. ayahnya selalu mengantar serta menunggu nya sampai selesai ujian.
Satu minggu kemudian.
Malam itu nayna tampak gelisah, makanan yang ada di dalam piring nya tidak habis dia makan.
Saat tidur pun nayna tampak gelisah.
"Kenapa sayang...? (tanya bunda yang saat ini menemaninya tidur)
"Nay gak bisa tidur bunda, nay kepikiran dengan nilai raport nay besok. Bagaimana kalau nay gak masuk 3 besar nanti...? pasti nay sangat mengecewakan ayah dan bunda. (kata nayna dengan wajah sedihnya)
"Sayang kok ngomong nya seperti itu...! apa pun hasil yang putri bunda dapat nanti ayah dan bunda tidak akan kecewa kok. (kata bunda sambil membelai lembut kepala putri nya)
Ya kan ayah...? (tanya bunda saat melihat suaminya berdiri di pintu kamar)
__ADS_1
"Iya sayang....? bunda benar. (ucap ayah)
Ikut ayah yok...? (ajak ayah kepada putri nya)
Nayna dan bunda turun dari tempat tidur, mereka memakai jilbabnya kembali, lalu mengikuti langkah kaki ayahnya yang berjalan menuju depan rumah.
Ayah duduk di bangku panjang yang ada di teras kecil depan rumah.
"Duduk di sini sayang. (ajak ayah sambil menepuk bangku di samping nya)
Nayna pun menuruti, nayna duduk di samping ayah, lalu bunda pun duduk di samping nayna.
"Lihat sayang bintang itu...! (ucap ayah sambil menunjuk ke arah langit yang indah di hiasi kelap-kelip cahaya bintang)
"Sangat indah ya ayah bintang nya. (ucap nayna sambil melihat dan menikmati keindahan bintang yang ada di langit malam)
Bunda juga ikut melihat bintang yang berkelap-kelip itu.
"Ya sayang sangat indah. Tapi nay harus tau kalau bintang itu tidak selalu seindah itu pada saat malam hari...!! Kadang cuma ada beberapa bintang yang terlihat, bahkan bintang itu ada yang tidak terlihat di sepanjang malam. Cuma ada langit yang gelap. (ucap ayah)
"Kenapa begitu ayah...? Kenapa bingung nya tidak seindah ini aja tiap malamnya....? (tanya nayna)
"Itu karena banyak faktor yang membuat bintang itu bersembunyi sayang, misalnya karena tertutup awan hitam dan sebagainya. (ucap ayah)
"Oh begitu ayah, jadi tidak selalu sama ya ayah...? (tanya nayna lagi)
"Ya sayang tidak selalu sama. Jadi putri ayah yang cantik ini gak usah cemas lagi ya...! dulu memang nilai ujian nay selalu bagus karena bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan ujian nya. Dan sekarang kalau nilai ujian nay tidak begitu bagus itu gak apa-apa, Kan nay mendapatkan nilai itu bukan karena nay malas belajar...! karena ada faktor lain yang membuat nay susah untuk berkonsentrasi dalam mengerjakan ujian nya. (ucap ayah)
Jadi gak usah cemas lagi ya...!! (seru ayah)
"Ya ayah. Terima kasih ya ayah, bunda selalu ada untuk nay. Nay bersyukur dan bahagia bisa jadi putri ayah dan bunda. (ucap nay sambil memeluk kedua orang tua nya bergantian)
"Ya sayang kita juga. (ucap ayah dan bunda bersamaan sabil memeluk putri nya bersama)
"Ya udah sekarang kita masuk ke dalam lagi ya sayang, kita tidur ini sudah malam. Lagian terlalu lama kena angin malam itu tidak baik untuk kesehatan (ucap bunda) ayo sayang, ayah kita masuk (ajak bunda)
"Ya bun (jawab keduanya)
Mereka pun kembali masuk ke rumah
Flashback Off
Setelah semua kenangan itu terputar kembali dalam ingatannya nayna kembali menatap langit yang penuh bingung itu.
Cukup lama nayna di sana, karena udara malam sudah sangat dingin menusuk ke kulit nya, nayna baru tersadar.
Nayna mengusap air matanya. Lalu nayna berdiri dari duduknya, dan masuk kedalam. Setelah menutup dan mengunci kembali pintu balkonnya nayna kembali ke kamar tempat tidur nya.
Nayna duduk di pinggir tempat tidur, lalu nayna menatap foto akad nikah yang terpajang di dalam kamar itu.
Juga ada foto Almarhum ayah dan bundanya ada di sana, serta foto seluruh keluarga besar prayoga.
Dengan mata yang sembab dan bibir yang tersenyum nayna menatap satu persatu foto-foto itu. Lalu nayna membaringkan tubuhnya, karena lelah menangis akhirnya nayna pun tertidur dengan lampu kamar yang masih menyala.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...#Terima Kasih 🙏...