
Nattan, nayna dan bik Minah sudah sampai di dream house, mereka pun keluar dari dalam mobil.
"Bik, minta tolong mamang bawakan semua barang-barang ya saya mau masuk dulu. (kata Nattan kepada bibik, yang sedang mengeluarkan barang yang ada dalam bagasi mobil)
"Baik den (jawab bik Minah)
Nattan pun menghampiri nayna yang masih berdiri mematung di dekat mobil, nayna tampak kagum melihat rumah 4 lantai itu, Rumah yang hampir sama besarnya dengan rumah utama rumah besar, terdapat taman bunga yang sangat indah dan terawat di depannya.
"Kenapa kamu masih berdiri di sini...? ayo masuk. (kata Nattan yang duluan berjalan untuk masuk ke rumah)
Nayna pun mengikuti langkah Nattan untuk masuk ke dalam rumah, saat nayna masuk ke dalam nayna melihat ke sekeliling, dream house ini tidak kalah mewah nya dari rumah besar.
Nattan duduk di sofa ruang tamu. Dia melihat ke arah nayna yang masih berdiri, matanya melihat ke arah sekitar rumah.
Bik Minah dan suaminya masuk ke dalam rumah membawa barang-barang nayna yang di bawa dari rumah besar, mereka berdua berdiri di belakang nayna.
"Mamang sama bibik langsung aja ke atas, masukan semua barang-barang itu ke kamar di lantai dua (kata Nattan saat melihat bik Minah dan suaminya masuk)
"Baik den, (jawab mereka berdua)
Bik Minah dan suaminya naik ke lantai 2, nayna berjalan menghampiri Nattan dan duduk di sofa yang ada di depan Nattan.
Nattan terlihat sibuk dengan hp nya, dia sengaja mengabaikan nayna yang duduk di hadapannya.
"Apa mas tinggal sendiri di rumah sebesar ini...? (tanya nayna, memberanikan diri karena rasa penasarannya, melihat rumah sebesar itu sangat sepi, berbeda dengan rumah besar yang banyak asisten rumah tangganya.)
"Tidak... Bik Minah dan mang Koko suaminya juga tinggal di sini, dan kamu sekarang juga tinggal di sini. (kata Nattan, dan mengalihkan pandangannya dari hp melihat ke nayna)
Nayna yang di tatap oleh Nattan langsung menundukkan pandangannya. Karena setiap kali dia beradu pandangan dengan Nattan jantungnya berdetak sangat kencang.
__ADS_1
"Ya Allah, kenapa jantung ini seperti ini lagi, ada apa dengan saya, selama ini saya tidak pernah merasakan seperti ini. (kata nayna di dalam hatinya)
"Ada apa, kenapa wajah kamu merah seperti itu...? Apa kamu sedang sakit...? (tanya Nattan saat melihat muka nayna yang memerah)
"Gak mas nay gak apa-apa, nay cuma lagi capek aja. (kata nayna)
"Oh, ya udah kamu istirahat lah di kamar yang ada di lantai 2, bik Minah sama mang Koko sepertinya masih ada di sana. Mas mau ke ruang kerja dulu, ada yang harus mas kerjakan. (kata Nattan sambil berdiri dari duduknya)
"Ya mas (jawab nayna)
Nattan pergi meninggal nayna yang masih duduk di sofa, Nattan memasuki ruangan kerjanya yang tidak jauh dari ruang tamu.
Nayna yang melihat Nattan sudah masuk ke ruang kerjanya, berdiri dan berjalan ke arah tangga yang menuju lantai 2, saat nayna sampai di lantai 2 nayna kebetulan bertemu dengan bik Minah dan suaminya yang hendak turun ke bawah.
"Nona, apa nona mau ke kamar...? (tanya bik Minah)
"Iya bik, maaf kalau boleh tau, di mana ya bik kamar saya. (Tanya nayna)
"Ya bik, terima kasih (kata nayna), ini suami bibik...? (tanya nayna)
"Ya non, ini suami bibik, panggil aja mang koko. (bik Minah)
"Assalamualaikum...mang, perkenalkan saya nayna mang. (kata nayna sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami mang koko)
"Ya non, saya koko suami bik Minah (kata mang koko menyambut salaman tangan nayna) Selamat ya non atas pernikahannya, Maaf, mamang gak bisa datang pada saat nona sama den Nattan menikah. (kata mang koko lagi)
"Terima kasih mang, ya gak apa-apa. (nayna)
"Baiklah non nayna istirahat aja dulu, bibik sama mamang mau ke bawah dulu. Selamat istirahat ya non. Kalau nona butuh apa-apa, panggil bibik aja ya. (kata bik Minah)
__ADS_1
"Ya bik pasti. Ya udah kalau begitu nay masuk dulu ya bik, mang. (kata nayna, dan berjalan ke dekat pintu)
"Ya non silahkan. (jawab bik Minah dan mang koko bersamaan)
Setelah melihat nayna masuk ke dalam kamar, bik Minah dan mang Koko pun berjalan menuruni tangga, setelah sampai di bawah mang koko langsung pergi ke depan, sedangkan bik Minah masuk ke kamarnya untuk istirahat sebentar sebelum menyiapkan makan siang.
sebelum bik Minah membuka pintu kamarnya dia di kejutkan oleh suara Nattan yang ada di belakangnya, yang kebetulan baru keluar dari dapur untuk mengambil air minum.
Ya, itu adalah kebiasaan Nattan, dia selalu mengambil sendiri minuman atau pun makan ringan yang dia butuhkan, di dapur maupun yang ada di kulkas, tanpa meminta bantuan dari bik minah maupun mang koko, kecuali minuman atau makanan yang tidak bisa dia buat sendiri. Begitulah Nattan di dream house.
"Bik, apa nona sudah di kamar...? (tanya Nattan)
Bik Minah yang kaget seketika membalikkan tubuhnya, melihat ke arah Nattan.
"Aden, bikin bibik kaget aja. kalau jantung bibik tiba-tiba copot bagaimana...!!! bibik kirain siapa tadi...? (kata bik Minah, sambil mengelus dadanya)
"Ah bibik terlalu berlebihan, (kata Nattan sambil tersenyum) Apa nayna sudah ke kamar bik...? (tanya Nattan lagi)
"Iya den, udah. (kata bik Minah)
"Baiklah bik, nanti bibik teman kan dia keliling dream house ya. Untuk makan siang bibik pesan di luar saja, Oh iya, nanti bilang sama nona kalau saya keluar, bertemu teman-teman. Jadi gak usah menunggu saya untuk makan siang.
"Baik den, nanti bibik sampai kan.
Nattan pun pergi untuk menemui teman-temannya, mobilnya melaju keluar dari pekarangan dream house.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman 🤗🥰...
__ADS_1
...Terima Kasih 🙏...