
Di rumah sakit
Setelah dr.Nando memeriksa keadaan dita, dr.Nando menyarankan supaya dita di rawat dulu karena tubuh dita masih terlihat sangat lemah, di karenakan tidak adanya asupan makanan yang masuk di tubuh dita.
Awalnya dita menolak untuk di rawat, karena dita merasa keadaannya sudah lebih baik, tetapi pada akhirnya dita hanya bisa pasrah karena Nattan mengancam untuk memberi tau orang tuanya kalau dita bersih keras tidak mau di rawat.
Saat ini dita sudah terbaring di ranjang rumah sakit di ruangan rawatnya. Dita di temani oleh nayna di dalam ruang rawat itu.
"Lo sama mas Nattan memang sangat cocok nay, pasangan yang sangat suka mengancam orang. Apa gak tau orang yang di ancam itu sedang sakit. (omel dita kepada nayna yang duduk di sampingnya)
"Udah tau sakit, bukannya menurut aja malah membantah, ya kalau lo sehat mana berani kami dit, lo kan sudah sabuk hitam, bisa babak belur kami lo buat. (ucap nayna)
Udah dari pada lo ngomel-ngomel lebih baik lo tidur, gue mau chat dinda dulu ngasih tau dia lo ada di sini, kalau kita tidak ngasih tau dia bisa-bisa rumah sakit ini roboh gara-gara teriakan dan amarahnya. (kata nayna lagi)
"Ah lo benar nay, bisa-bisa dia ngamuk nanti kalau kita gak ngasih tau, ya udah buruan nay chat dinda nya. (ucap dita)
"Em...(jawab nayna, lalu nayna mulai mengetik pesan untuk di kirim kan nya kepada dinda)
Mungkin karena pengaruh obat, dita pun tertidur. Nayna melihat ke arah dita, yang ternyata sudah tertidur. Nayna membetulkan selimut di tubuh dita. Lalu nayna pindah duduk di sofa yang ada di dalam kamar rawat itu.
"Ditanya udah tidur sayang...? (tanya Nattan saat masuk kedalam kamar, dan menghampiri nayna yang duduk di sofa)
"Ya mas baru aja. (jawab nayna)
"Oh, ya udah. Sekarang sayang juga tidur ya. (kata Nattan)
"Ya mas. (kata nayna, sambil membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang itu, berbantalkan paha Nattan)
Nattan menyelimuti tubuh nayna dengan selimut yang dia bawa, Lalu Nattan membetulkan posisi kepala nayna supaya nayna lebih nyaman.
"Emang gak apa-apa nay baring di sini mas...? nanti kaki mas keram lagi...? (tanya nayna, sambil menatap Nattan)
"Gak apa-apa sayang, udah tidur, pejamkan matanya. (kata Nattan lalu mencium kening nayna)
Nayna memejamkan matanya, Tangan Nattan mengelus kepala nayna yang masih tertutup hijab, membelai pipi mulus nayna yang tanpa olesan make up, Nattan menatap wajah cantik istri kecilnya itu yang sudah terlelap.
Nattan melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, lalu Nattan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, dan Nattan pun tertidur.
Pada subuh hari...
Dr. Nando masuk kedalam kamar rawat dita, Dr.Nando tersenyum melihat Nattan dan nayna yang masih tidur di atas sofa, pasangan suami istri yang sangat romantis.
Dita yang sudah bangun memberikan isyarat kepada Dr.Nando supaya Dr.Nando tidak berisik dan mengganggu tidur pasangan suami istri itu. Dr.Nando menganggukkan kepalanya, pertanda mengiyakan isyarat dari dita.
Dr.Nando berjalan mendekat kepada dita.
"Bagaimana keadaannya apa udah lebih baik...? (tanya Dr.Nando)
"Kan saya dari semalam sudah bilang dokter kalau saya sudah baikan, cuma sedikit lemah aja. Dokter aja yang suruh saya pakai di rawat segala, di pakai-pakai ini lagi. (sewot dita sambil menunjuk infus yang ada di tangannya)
"Wah...kok kamu malah jadi galak kalau sudah sembuh kayak gini, Baiklah itu artinya kamu benar-benar sudah baikan. (kata Dr.Nando)
"Jadi saya sudah boleh pulang Dr...? (tanya dita dengan girangnya)
"Kalau itu saya belum tau, Ya udah kita coba periksa dulu ya suhu tubuhnya, mudah-mudahan sudah normal. (kata dr.Nando, lalu dr.Nando mulai memeriksa)
"Bagaimana mas Nando, apa demam dita sudah turun...? (tanya nayna sambil mendekat ke dr.Nando dan dita yang masih berbaring)
__ADS_1
Dr.Nando yang kaget seketika melihat ke sumber suara, begitu juga dengan dita dia juga melihat ke arah nayna yang berjalan mendekat bersama Nattan.
"Eh...pasangan suami istri ini udah bangun ternyata. (ledek Nando)
"Bagaimana kita gak bangun mendengar keributan kalian berdua. (ucap Nattan)
"Ya bagaimana gak ribut Nattan, baru kali ini saya dapat pasien yang ngomel-ngomel sama Dr nya. (sindir Nando)
"Dr nyindir saya (kata dita)
"Siapa yang nyindir kamu, gak usah GR. (ucap Nando)
"Udah dita, lo itu masih sakit. (kata nayna yang sudah berdiri di dekat dita)
"Saya lihat-lihat kalian berdua cocok deh nan. (kata Nattan)
"Saya sama dia...? kamu gak usah ngaco Nattan. (ucap Nando)
"Siapa juga yang mau sama om-om, gue juga ogah. (ucap dita)
"Udah-udah gak usah ribut, oh ya mas Nando bagaimana dita nya...? (tanya nayna)
"Eh lo, kalau jadi perempuan itu seperti nayna, baik, cantik dan lembut, gak kayak kamu seperti laki-laki. (kata dr.Nando)
"Biarin walaupun seperti laki-laki tetapi gue juga cantik. (kata dita)
"Ya cantik, tapi sedikit barbar. (kata Nando)
"Udah dita, mas Nando, Ya udah kalian berdua teruskan saja ya berdebat nya, kita mau ke musholla Rs dulu. Ayo mas lebih baik kita pergi sholat dari pada mendengar keributan mereka berdua. (kata nayna, menggelengkan kepalanya karena merasa heran melihat dr dan pasien itu, lalu nayna pergi sambil menggandeng tangan Nattan)
Nayna dan Nattan pun keluar dari dalam kamar rawat dita tanpa mendengar jawaban dari dr.Nando, meninggalkan dita dan Dr.Nando yang masih berdebat di dalam sana.
"Jangan-jangan mereka berdua memang jodoh mas, sepertinya mereka berdua cocok. (kata nayna saat mereka berdua masih berjalan menuju musholla)
"Ya mas juga beranggapan seperti itu, tetapi kita gak bisa memaksakan mereka sayang, biarin saja mereka. (kata Nattan)
"Iya mas (kata nayna)
Mereka berdua pun sampai di mushola Rs, nayna dan Nattan melakukan kewajibannya, setelah selesai mereka pun pergi ke kantin untuk membeli sarapan lalu mereka kembali ke kamar rawat dita.
Saat ini mereka berempat menikmati sarapannya sambil berbincang-bincang dan juga membahas tentang kondisi dita.
"Dita...(teriak dinda yang langsung masuk tanpa salam kedalam kamar rawat dita dan langsung berlari mendekat ke tempat tidur dita)
Nayna yang sedang menyuapi dita makan langsung menoleh ke sumber suara, begitu juga dengan Nattan dan Dr.Nando yang duduk di sofa sambil menikmati sarapan mereka juga ikut menoleh ke sumber suara.
"Dinda kebiasaan kalau masuk itu ucap salam dulu din, jangan teriak-teriak...! (kata nayna)
"Maaf nay gue lupa. Assalamualaikum...(ucap dinda sambil cengengesan)
"Wa'alaikumsalam...(jawab nayna dan dita yang ada di dekat dinda)
"Dinda, dinda, Oh ya...kok lo ke sini...? mana pakai seragam lagi...! di antar siapa lo ke sini sepagi ini...? bukannya mobil lo masuk bengkel kemarin...? (Tanya dita)
"Ya iya lah gue langsung kesini, pas tadi subuh gue baca chat dari nayna gue langsung panik, gue kuatir sama lo. Mana mama gue rempong bangat lagi, katanya gue gak boleh bolos, ya udah gue pakai seragam deh ke sini. Karena mobil gue di bengkel dan papa gue belum pulang dari luar kota, jadinya gue minta antar sama mas ardy. Abis mau pesan taksi online pasti lama. (kata dinda, yang sudah duduk di pinggir tempat tidur dita)
"Oh sama mas ardy...!! terus di mana mas Ardy nya....? (tanya nayna)
__ADS_1
"Ada tuh di luar, tadi dia dapat telpon gak tau dari siapa, jadinya gue masuk duluan. (kata dinda)
"Wah sepertinya mereka berdua semakin dekat aja ya nay, jangan-jangan mereka udah jadian lagi nay...!! (ucap dita)
"Lo benar dit. (kata nayna, yang bertos ria dengan dita)
"Kalian berdua apa-apa sih, siapa yang jadian coba, kita cuma dekat aja. (kata dinda yang ke ceplosan)
"Tuh kan mereka berdua ternyata sudah dekat nay. (ledek dita)
Nayna dan dita pun tertawa
"Udah ya dita, gak usah mulai. Bagaimana keadaan lo. Udah baikan...? (tanya dinda sambil mengalihkan pembicaraan)
"Gue udah baikan kok din, cuma butuh banyak istirahat aja. (kata dita)
"Bagus lah, lain kali kalau lo sakit atau apa, lo harus cepat hubungi gue atau nayna, atau bagaimana kalau lo tinggal di rumah gue aja dit. (kata dinda)
"Tinggal sama lo...? Gak usah din, terima kasih tawarannya, lebih baik gue ngekost aja, dari pada gue dengar lo dan mama lo ribut terus. (ucap dita)
"Iya ya dit, kira-kira kapan ya gue bisa akur dengan mama gue yang super cerewet itu...? (dinda)
"Pada saat lo sudah bisa beresin kamar lo sendiri dinda. (kata nayna dan dita bersamaan)
"Gue udah bisa ya beresin kamar sendiri ya dita, nayna. Tapi gue cuma malas aja, abis gue capek setelah gue beresin pasti berantakan lagi. (ucap dinda dengan polos nya)
"Itu sama aja Dinda. (ucap dita)
Ketiga sahabat itu masih sibuk berbicara, mereka mengabaikan orang yang ada di sana.
"Sayang...(panggil Nattan)
Nayna menoleh ke arah Nattan, begitu juga dengan dinda dan dita.
"Ya mas, ada apa...? (tanya nayna)
"Sarapan dulu, keburu dingin nih sarapannya. (kata Nattan)
"Ya mas. Dinda lo udah sarapan, kita sarapan dulu yok....(ajak nayna)
"Gak usah nay, gue udah sarapan tadi di rumah, lo aja. (kata dinda)
"Ya udah kalau begitu gue sarapan dulu ya, dit, gue tinggal ke sana ya. (kata nayna)
"Ya nay (ucap dinda dan dita bersamaan)
Nayna pun mendekat dan duduk di samping Nattan, lalu nayna menikmati sarapannya.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...🤗🤗🤗...
...🥰🥰🥰...
...Terima Kasih 🙏...
__ADS_1