Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Lagi dan Lagi


__ADS_3

Malam semakin larut, pasangan suami istri itu belum juga tidur, Dibawah sinar cahaya lampu yang menerangi ruangan yang besar itu, keduanya masih saling berbagi cerita.


Sejak lebih dekat, Nattan dan Nayna memang lebih sering berbagi cerita seperti sekarang ini. Karena dengan begitu hubungan mereka lebih dekat lagi.


Menikah karena perjodohan tidak di jadikan beban untuk pasangan suami istri itu. Dengan lebih sering bersama dan berbagi cerita untuk lebih saling mengenal, menjadikan keduanya menjadi lebih dekat dan perasaan cinta/sayang pun tumbuh dengan sendirinya.


Nayna masih berada dalam pelukan Nattan, memainkan jari jemari Nattan sambil mendengarkan Nattan yang saat ini bercerita tentang pengalamannya pada saat dia kuliah.


"Apa isi surat nya...? apa itu surat cinta...? bagaimana perasaan mas saat pertama kali menerima surat dari perempuan itu...? apa mas membalas suratnya. (tanya nayna secara bertubi-tubi sambil melihat ke atas menatap wajah Nattan, ketika Nattan membahas tentang teman wanita yang memberikan surat untuknya)


Nada suara nayna saat bertanya tampak berbeda, kecemburuan terdengar jelas dari nadanya bertanya.


"Kok nanya nya banyak banget sih sayang...! orang kalau bertanya itu satu-satu, biar mudah jawabnya. (kata Nattan yang juga melihat ke nayna)


"Gak usah ribet deh mas, kan tinggal jawab aja, apa susahnya sih...! (kata nayna lalu memanyunkan bibirnya)


Cup...


Kecup Nattan di bibir Nayna yang manyun.


Nayna kaget hatinya langsung berdesir, wajahnya seketika memerah, seluruh tubuhnya seakan memiliki aliran listrik. Jantungnya mulai berdegup kencang.


"Mas...(ucap nayna lalu menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya, karena malu)


"Kenapa sayang kok wajahnya di tutupin, kenapa...sayang malu. Kenapa masih malu aja sih sayang, sama suami sendiri juga. (kata Nattan dan berusaha menyingkirkan tangan di wajah Nayna)


"Sayang...(panggil Nattan, dan mengintip wajah nayna yang masih di tutupin tangannya)


Cup...cup...


Nattan mengecup punggung tangan nayna yang menutupi wajahnya. Tak sampai di situ Nattan juga menjilat nya, hingga akhirnya nayna pun membukanya.


"Ih...mas Nattan jorok...! (ucap nayna sambil mengelap punggung tangannya di kain selimut)


Nattan tertawa


"Kok mas jilat tangan nay, emang mas masih lapar...? (tanya nayna dengan lugunya)


"Ya mas masih lapar, tapi mas tau harus makan apa. (Jawab Nattan dengan tatapan yang penuh gairah)


Nayna tampak berpikir, mencerna apa yang di katakan oleh Nattan dan juga tatapan Nattan terhadapnya.

__ADS_1


Saat sudah menyadari maksud dari perkataan itu, secara spontan nayna meletakkan kedua tangannya menyilang di dada.


"Terlambat sayang (bisik Nattan)


Nattan pun langsung menerkam nayna seperti singa kelaparan yang sudah tidak mendapatkan makanan berminggu-minggu.


Gak tau kenapa hari ini Nattan sangat bersemangat dan tidak bisa mengendalikan dirinya apalagi setiap kali melihat nayna yang sedang tidak menggunakan hijabnya.


Setiap inci tubuh nayna tidak luput dari jangkauan Nattan.


Kali ini tidak ada penolakan dari gerak tubuh nayna yang di rasakan oleh Nattan, sangat berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Nayna tampak sudah bisa mengimbangi bahkan sesekali nayna memberikan perlawanan seperti mencengkram rambut serta punggung Nattan, semua hal yang di lakukan oleh nayna itu membuat Nattan semakin bersemangat dan susah tak terkendalikan lagi.


Hal yang di inginkan pun terjadi


.


.


.


Nayna sudah terkulai lemah, begitu juga dengan Nattan yang saat ini berbaring di samping nayna sambil memeluk tubuh mungil istri nya itu.


Nayna tidak menjawab dia hanya memiringkan. tubuhnya lalu memeluk Nattan dengan sangat erat dan membenamkan wajah nya di sana.


Nattan juga mengeratkan pelukannya, Nattan sangat suka mendapat perlakuan tak terduga dari Nayna seperti itu. Senyuman merekah tergambar jelas dari bibir Nattan.


"Terima kasih sayang akhirnya kamu sudah bisa mengendalikan diri kamu, mas tau kamu melakukan itu untuk mas, supaya mas tidak kecewa. Mas merasa sangat bahagia malam ini. Maafkan mas yang dulu sedikit memaksa sayang, mas janji mas akan memperlakukan kamu sebaik mungkin. (kata hati Nattan)


"Mas bagaimana kalau nay hamil nanti...? (tanya nayna dengan suara lirih yang saat ini masih berada di pelukan Nattan)


Nattan melonggarkan pelukannya, menggeser sedikit tubuhnya, lalu mengangkat wajah nayna untuk melihat ke wajahnya.


"Emang kenapa kalau sayang hamil...? Kan memang itu yang kita inginkan sayang. Mas berharap sayang segera hamil. (ucap Nattan sambil menatap wajah nayna)


"Tapi mas nay kan baru mau memulai untuk kuliah, kalau nay hamil nanti pasti mas...(ucap lirih nayna, yang tidak sanggup meneruskan kata-katanya)


"Sayang...mas mengerti apa yang kamu maksud. Asal kamu tau Mas gak pernah melarang kamu untuk kuliah, mau kamu kuliah setinggi apapun mas tetap akan mendukung kamu, dan tidak akan pernah melarang, Kalau pun seandainya nanti kamu hamil atau melahirkan, mas juga tidak akan meminta kamu untuk berhenti kuliah. (tegas Nattan)


"Tapi mas, kalau nay hamil saat kuliah apa...(kata nayna yang belum sempat menyelesaikan kata-katanya)


"Sayang...(potong Nattan) Wanita hamil saat kuliah itu biasa, tidak ada kampus mana pun yang melarangnya. Bangku kuliah itu sangat berbeda dengan bangku sekolah. Tidak ada larangan apa pun di sana, mau orang itu sedang hamil, habis melahirkan, tua, muda dan sebagainya, tetap boleh menimba ilmu di sana. Jadi, walaupun sayang nanti sedang hamil sayang masih tetap bisa mengikuti perkuliahan dan melanjutkan kuliah kok, tidak akan ada yang melarangnya. (jelas Nattan)

__ADS_1


"Jadi gak apa-apa mas...? (tanya nayna lagi memastikan)


"Ya sayang gak apa-apa (Nattan mengelus lembut kepala nayna) Apalagi sayangkan sudah punya suami, yang tidak punya suami aja masih bisa santai kenapa sayang gak bisa. (ucap Nattan lagi, mengembangkan senyuman di bibirnya)


"Emang ada mas seperti itu...? (tanya nayna)


"Ada sayang, banyak malah. (kata Nattan sambil membelai pipi mulus nayna) Udah ah gak usah bahas yang itu. Oh iya, Apa sayang mau lanjut satu ronde lagi...? (tanya Nattan dengan tatapan menggoda)


"Lanjut satu ronde apaan mas...? (tanya nayna dengan polosnya)


"Yang seperti tadi sayang...! Kan kita belum buat kakinya (goda Nattan, yang dia yakini istrinya akan bertanya atau menjawab dengan polosnya lagi. Nattan berusaha menahan tawanya supaya nayna tidak curiga)


"Emang seperti itu mas...? (tanya nayna dengan wajah datar)


Mendengar pertanyaan dari nayna membuat Nattan tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Hahahaha...


Pada akhirnya tawa Nattan pecah menggema di dalam kamar yang kedap suara itu.


Nayna yang awalnya tidak mengerti arti dari tawa Nattan hanya menatap penuh keanehan. Saat baru menyadari nayna juga ikut tertawa lalu membenamkan wajahnya di dada Nattan yang bidang.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐Ÿ’ช untuk menulis โœ๏ธ dan bisa Update setiap hari....


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โœŒ...


...Terima kasih ๐Ÿ™...


...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2