
Nattan menuruni satu persatu anak tangga, Nattan turun ke bawah seorang diri untuk menemui Ardy yang saat ini sedang duduk di ruang tamu rumah, Nattan menatap Ardy yang tampak sibuk dengan ponselnya,
Setelah sampai di bawah Nattan langsung menghampiri Ardy.
"Ada apa...? (tanya Nattan sambil duduk di salah satu sofa empuk yang ada di ruang tamu rumahnya)
Ardy meletakkan ponselnya di atas meja, lalu melihat ke arah Nattan yang saat ini sudah duduk di hadapan nya.
"Dimana Nayna...? (tanya Ardy dengan suara pelan)
"Ada, masih di kamar. Palingan sebentar lagi dia turun...! (Nattan menatap Ardy heran) Ngomong-ngomong...kenapa kamu malah tanya Nayna, bukan kamu tadi kamu bilang ke bibik mencari saya, kok sekarang kamu malah tanya Nayna. Sebenarnya kamu ini cari Nayna atau cari saya sih Ar...? (tanya Nattan dengan penuh penekanan)
'Ya saya memang cari kamu. (kata Ardy)
"Terus kalau cari saya, kenapa kamu malah tanya Nayna. (kata Nattan lagi)
"Ya saya cuma tanya, karena saya lihat kamu cuma turun sendiri. (Ardy tersenyum melihat wajah Nattan yang tampak menahan emosi dengan jawabannya) Ah... udah gak usah bahas itu bisa panjang nanti. (kata Ardy mencairkan suasana)
Nattan hanya diam menatap Ardy
"Saya itu kesini mau tanya tentang yang tadi. Apa kamu lupa Nat, kalau kamu belum kasih tau saya apa yang terjadi tadi. (kata Ardy yang merasa penasaran)
Nattan tidak menjawab, dia hanya tersenyum simpul lalu menyilang kan kakinya.
"Huh...Kenapa kamu malah tersenyum aja Nat, apa tidak ada penjelasan...! (seru Ardy)
"Apa yang mau saya jelaskan...(ucap Nattan dengan santainya sambil melipat kakinya dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa)
"Ya tentang yang tadi lah Nat, apa lagi...! (Kata Ardy yang mulai jengkel dengan Nattan yang pura-pura lupa dan bersikap santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa)
Nattan tidak menjawab dia masih duduk santai, Ardy menatapnya dengan penuh penasaran, menunggu apa yang akan di katakan oleh Nattan.
"Kenapa pada diam-diaman...? (tanya Nayna, sambil berjalan mendekati Nattan dan Ardy)
Nattan dan Ardy seketika menoleh secara bersamaan kepada Nayna. Sambil duduk di samping Nattan Nayna menatap keduanya dengan heran.
"Ada apa....? (tanya Nayna sambil melihat ke arah Nattan yang ada di sampingnya)
"Gak ada apa-apa sayang, gak tau tuh si Ardy dia kesini katanya mau bertemu mas, eh dianya cuma duduk diam aja dari tadi. (kata Nattan berbohong)
"Ada apa mas Ardy, apa ada masalah...? (tanya Nayna)
"Gak kok nay, gak ada masalah. Mas ke sini cuma khawatir aja sama suami kamu, karena dari tadi mas hubungi gak di angkat. (jelas Ardy)
__ADS_1
"Oh...tapi bukannya tadi mas Ardy sama mas Nattan sudah ketemu....!
"Ah...iya nay karena itu, tadi Nattan itu pulang terburu-buru makanya mas sedikit khawatir di hubungi gak di angkat makanya mas langsung ke sini. (jelas Ardy)
"Oh begitu....
Tapi kenapa mas Nattan terburu-buru pulangnya, kan mas Ardy jadi khawatir gitu sama mas....! (seru Nayna sambil beralih menatap ke arah Nattan)
"Sayang....Kan mas pergi tadi gak pamit secara langsung sama kamu, karena mas takut kamu bangun tidur langsung cariin mas makanya mas buru-buru pulang nya tadi. (jelas Nattan)
"Ah iya...maaf mas nay lupa. (kata Nayna lalu memekarkan senyumannya)
Nattan yang menatap Nayna pun tersenyum.
"Mas kita makan sekarang...? nay udah lapar banget ini...! (Ucap Nayna sambil memegang perutnya)
"Ya udah ayo kita makan sekarang, Ar ayo kamu juga ikut makan bareng kita, nanti baru kita bahas tentang yang tadi itu. (kata Nattan)
"Ya mas Ardy, ayo (ajak Nayna lalu Nayna pun berdiri dari duduknya)
"Ya baik lah (ucap Ardy lalu berdiri dari duduknya)
Nattan juga berdiri, Lalu ketiganya pun berjalan bersama ke ruangan makan.
Di sana sudah ada bik Minah yang sedang menyiapkan makanan dan menatanya di meja makan, Nattan Nayna dan Ardy duduk di kursi meja makan setelah sampai di sana.
Nayna membantu bik Minah membersihkan meja makan, sedangkan Nattan dan Ardy mereka berdua berjalan dan masuk ke dalam ruang kerja Nattan.
Di sana, Nattan dan Ardy membahas banyak hal mulai dari urusan kantor sampai dengan membahas tentang laki-laki yang menyebarkan fitnah tentang Nayna.
Ardy merasa sangat penasaran bagaimana cara Nattan membujuk laki-laki itu hingga mau buka suara dengan tanpa menyakiti atau menyentuh laki-laki itu sedikit pun.
Ardy tidak henti-hentinya bertanya tentang itu kepada Nattan. Dan akhirnya Nattan pun menceritakan bagaimana laki-laki itu akhirnya mau buka mulut.
"Apa....!!! (kaget Ardy)
Nattan menatap Ardy dengan tatapan yang tajam, bola mata Nattan seakan memancarkan sinar seperti laser
karena Nattan tampak kaget dengan suara Ardy.
"Maaf Nat maaf, aku cuma refleks. hehehe...(Ardy pun cengir-cengir dan berusaha menenangkan Nattan) Udah Nat gak usah menatap aku seperti itu....! Kan aku sudah minta maaf. Lagian kamu sih buat aku kaget saja. (kata Ardy lagi)
"Kok kamu malah nyalahin saya Ar...! (seru Nattan)
__ADS_1
"Hehehe maaf deh Nat aku gak bermaksud seperti itu. (ucap Ardy)
"Em...(Nattan pun melihat kakinya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang ada di ruang kerja nya itu)
"Tapi Nat, kenapa kamu harus menggunakan video itu supaya laki-laki itu mengaku, kan masih ada video yang lain. (kata Ardy)
"Karena dengan saya melihatkan video itu saya yakin laki-laki akan langsung mengku karena saat pertama saya melihat laki-laki itu dia tampak takut dengan kamu Ar. Dan pada akhirnya laki-laki itu mengaku juga kan. (kata Nattan)
"Iya sih....(Ardy menganggukkan kepalanya)
Pantesan saat kamu sudah keluar dan saya masuk ke ruangan laki-laki itu tampak sangat ketakutan. Ternyata....(kata Ardy dengan tatapan tajam ke Nattan)
Nattan melihat wajah Ardy yang menatap tajam ke arah nya pun tertawa senang, suara tawa Nattan menggema memenuhi ruangan itu.
Ardy yang melihat Nattan tertawa seperti itu hanya bisa menatap dengan kesal.
"Em...tampaknya Kamu sangat bahagia ya Nat, setelah menjadikan aku tumbal kamu dan sekarang kamu tertawa senang seperti itu. Ya udah kamu lanjutkan saja tawanya, Aku pulang. (kata Ardy)
"Udah pulang sana (kata Nattan, masih dengan tawa mengejek Ardy)
Ardy pun berdiri dari duduknya, lalu Ardy mengambil bantal sofa dan melemparkannya kepada Nattan yang masih tertawa mengejeknya.
"Kamu tunggu pembalasan saya Nat (kata Ardy yang masih tidak terima di ejek oleh Nattan)
Nattan tidak berkata apa-apa dia hanya menganggukkan kepalanya.
Tanpa mempedulikan Nattan lagi Ardy pun berjalan keluar dari ruangan kerja Nattan.
Dan Ardy pun pulang....
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...
...Terima kasih 🙏...