
Mobil dinda berhenti di lampu merah.
Dinda memutar musik, mencari kaset lagu yang ingin di dengar nya.
Sementara dinda yang lagi sibuk memilih kaset lagu nayna melihat ke lampu merah yang hitungan detik nya masih lama.
Nayna lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu sampingnya.
Nayna membuka lebar matanya memastikan apa yang baru saja di lihatnya. Beberapa kali nayna mengedipkan matanya lalu memastikan kembali apa yang di lihatnya.
"Din, dinda...? lihat itu... (panggil nayna sambil menarik lengan baju dinda, dan matanya tidak beralih menatap tujuan tatapannya)
"Apa sih nay, lihat apa sih...? gue belum nemuin kaset yang gue cari ini.... (omel dinda, lalu melihat ke arah nayna yang tatapannya ke arah samping)
"Lo lihat apa sih nay...? (tanya dinda)
"Itu din, coba lo lihat, yang di dalam taksi itu bukannya itu dita ya...! (kata nayna)
"Mana sih nay...? (tanya dinda yang juga melihat ke luar)
"Itu din, dalam taksi yang di sebelah motor (tunjuk nayna yang terhalang kaca)
"Oh, iya...itu dita. Bukan nya tadi dia bilang di jemput pak dr, terus kenapa dia malah naik taksi. Kita panggil aja nay, suruh pindah ke sini (kata dinda)
"Ya din, sebentar (kata nayna, lalu menurunkan kaca mobil untuk memanggil dita)
"Dit, dita...(panggil nayna, dan tidak di dengar oleh dita. Taksi yang tumpangi dita pun berjalan)
Nayna berhenti memanggil, nayna hanya bisa menatap taksi yang semakin menjauh.
Tin...tin...
Suara klakson mobil serta motor yang di belakang mobil dinda saling bersautan.
"Hai mbak jalan...(ucap salah seorang sopir mobil yang melewati mobil dinda)
"Iya pak (jawab dinda dengan suara bergetar)
Dinda melihat ke lampu jalan yang ternyata sudah berganti warna. Karena suara klakson mobil dan motor sudah semakin ramai dinda pun dengan cepat menjalankan mobil nya.
__ADS_1
Nayna melihat ke arah dinda, dinda pun melirik ke nayna, nayna menggelengkan kepalanya.
"Kita coba susul taksinya aja nay, coba lo lihat taksinya yang mana. (kata dinda lalu mempercepat laju mobilnya)
"Hati-hati din, jalanan rame banget ini. (kata nayna)
"Ya lo tenang aja nay. (kata dinda, dan mobilnya mulai menyelip satu persatu mobil yang ada di depan)
"Nay, coba lo lihat taksi yang di depan itu, bukankah itu taksi yang tumpangi dita tadi. (kata dinda lagi)
"Sepertinya iya din (ucap nayna)
Dinda pun mempercepat laju mobilnya, dan memepet taksi yang ada di depannya, Dinda dan juga nayna melihat ke orang yang ada di bangku penumpang yang ternyata bukan dita melainkan orang lain.
"Ternyata bukan, dita din (ucap nayna)
"Ya nay, padahal gue yakin bangat ini taksi nya. (kata dinda)
"Taksi itu bukan satu din tapi banyak. Gue rasa percuma kita mencari lagi din, kita gak akan menemukannya, lagian kita juga gak tau pasti taksinya yang mana, sepertinya kita sudah kehilangan jejak deh din. (kata nayna)
Dinda memperlambat laju mobil, lalu meminggirkan mobilnya dan berhenti di sana. Dinda memukul setir mobil karena kesal. Lalu mematikan mesin mobilnya.
Saat dinda mau menghubungi, dengan cepat di cegah oleh nayna, nayna mengambil ponsel yang ada di tangan dinda.
"Gak usah din, lo tau sendiri kan dita itu seperti apa. Walaupun kita desak seperti apa pun dia pasti gak akan mau menceritakan nya sama kita. Jadi kalau lo hubungi sekarang pun itu percuma, malah itu akan membuat dita semakin tidak mau berbagi masalah nya dengan kita berdua. (jelas nayna)
"Tapi nay sampai kapan...? sampai kapan kita harus menunggu seperti ini...? gue sedih banget lihat dita yang sekarang nay, lo sendiri juga lihat kan dita itu selalu melamun, tatapannya selalu kosong nay, dia sudah tidak ceria seperti dulu lagi. Gue kasihan lihatnya, gue sedih, untuk menatap matanya saja gue gak sanggup nay, Gue juga merasa kesal sama diri gue sendiri, gue gak bisa membantunya karena gue gak tau harus bantu apa. (kata dinda, yang air matanya sudah jatuh membasahi pipi mulus nya)
Nayna mengusap air mata dinda
"Din gue juga sama seperti lo, gue juga sedih dan gak tega melihat dita seperti sekarang. Gue juga sangat ingin membantu nya din, tapi kita gak tau harus bantu apa. Dibandingkan gue lo yang lebih tau sifat dita itu seperti apa. (kata nayna)
"DITA...SEBENARNYA LO ITU KENAPA SIH DIT (teriak Dinda)
Nayna dan dinda diam, tiba-tiba suasana di dalam mobil itu hening.
"Nay, apa gak sebaiknya kita tanya pak dokter aja. Bagaimana...? (kata dinda)
"Ya gue setuju, sebaiknya kita tanya pak dokter aja. Tapi din, kalau kita tanya pak dr apa tidak masalah sama dita. (kata nayna yang merasa ragu)
__ADS_1
" Ya jangan sampai ditanya tau nay, kita menemui pak dr di rumah sakit aja, biar dita tidak curiga. (kata dinda memberikan ide)
"Ya lo benar din, tapi din lo yakin pak dr itu tau dita kenapa atau ada masalah apa...? (tanya nayna)
"Ya harus nya dia tau nay, kan. pak dr sama dita satu rumah sekarang. Gak mungkin kan dia gak tau, gue yakin dia pasti tau. Jangan-jangan pak dr itu yang buat dita seperti itu. (kata dinda yang merasa curiga)
"Nah itu yang gue takutin din, jangan-jangan dita ada masalah dengan pak dr atau dengan orang tuanya, mungkin masalah perjodohan mereka. Kalau itu benar gak mungkin kan pak dr mau cerita sama kita dengan jujur. Pasti tidak semuanya dia mau menceritakan, atau nanti kita malah di minta untuk tanya ditanya langsung. Terus kalau sudah begitu kita harus apa din. (jelas nayna)
"Iya ya nay, lo bener. Terus kita mesti tanya siapa lagi nay...? Gue rasa cuma pak dr itu satu satunya orang yang bisa kita tanya. Kalau orang tua dita gue gak berani nay. (kata dinda, yang merasa ngeri sendiri membayangkan)
"Bagaimana kalau kita tunggu mas Nattan dan mas ardy pulang aja dulu din, nanti kalau mereka pulang kita minta temani mereka untuk menemui pak dr, kan pak dr itu sahabat mereka. Pasti pak dr itu akan menceritakan semuanya karena kehadiran mas nattan dan mas ardy. Bagaimana...? (tanya nayna, yang memberikan ide)
"Iya nay lo benar. Ya udah kita tunggu mas Nattan dan kak ardy pulang aja. Ya udah untuk sekarang kita pulang aja dulu ya, gue juga ada janji sama mama, kita mau ke salon (kata dinda)
"Ya kita pulang sekarang (kata nayna)
Sesudah kesepakatan itu di buat, mobil yang di kendari Dinda pun mulai melaju. Dinda mengantarkan nayna pulang ke rumah nya.
Setelah sampai di depan rumah nayna pun turun dari mobil, dinda pun berpamitan kepada nayna, lalu mobil pun melaju, setelah mobil dinda sudah tidak terlihat nayna pun masuk ke kawasan rumah nya (dream house)
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...
__ADS_1