
Di tengah-tengah keramaian orang, ardy berdiri dengan tegap melihat ke semua arah, Wajahnya tampak menggambarkan rasa cemas.
Karena ini merupakan keinginan dari nayna jadi ardy mengikutinya. Keinginan nayna juga merupakan suatu perintah bagi ardy, sama dengan mengikuti perintah dari Nattan atau semua keluarga prayoga.
Setelah beberapa jam berdiri di tengah keramaian itu, akhirnya Ardy melihat orang yang sejak tadi dia cari dan dia tunggu kedatangannya, dengan cepat ardy menghampirinya.
Ardy tersenyum simpul melihat wajah kesal Nattan.
"Hai nat, nay, bagaimana perjalanan nya..! Apa semua nya baik...? (tanya ardy saat sudah berada di hadapan Nattan dan nayna)
"Hai juga mas ardy, semua nya baik-baik saja mas, dan perjalanan nya sangat menyenangkan. (jawab nayna)
"Syukurlah kalau begitu, mas lega mendengarnya. Apa kamu tau nay, (ardy berjalan mendekat di samping nayna, dan berbisik kepada nayna) Mas sangat khawatir, terjadi keributan atau yang lainnya seperti yang sudah-sudah tadi karena kalian tidak menggunakan pesawat pribadi. Biasanya selalu ada drama seperti itu setiap kali tidak menggunakan pesawat pribadi. (Kata ardy, yang di tatap sinis oleh Nattan)
"Alhamdulillah mas tidak terjadi apa-apa. Syukurlah semuanya baik-baik saja, ya walaupun awalnya pakai drama juga (kata nayna, dengan suara kecil)
Ardy dan nayna pun tertawa bersamaan, sedangkan Nattan hanya menatap sinis kepada keduanya.
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang, pasti kalian berdua sangat capek. Dan semuanya juga sudah menunggu di rumah besar. (kata ardy lagi)
"Ya mas ardy ayo, nay juga sudah gak sabar mau ketemu semuanya. (kata nayna dengan riangnya, lalu dengan cepat nayna melihat ke arah Nattan, karena nayna baru saja teringat tentang kesepakatannya sebelum memesan tiket pesawat saat masih di kota B***)
"Mas...kita ke rumah besar dulu ya, besok baru kita ke dream house, ya mas...!!! (kata nayna sambil bergelantungan manja di tangan Nattan, sambil memasang mimik wajah yang sangat imut)
Nattan yang sejak tadi diam, hanya menganggukkan kepalanya dengan tatapan dingin.
"Mas...! gak apa-apakan kalau kita pulang ke rumah besar dulu...? (tanya nayna)
Nattan menatap nayna lalu menganggukkan kepalanya lagi.
"Jawab mas, jangan cuma manggut-manggut aja...(kata nayna lagi)
"Ya sayang, Baiklah kita pulang ke rumah besar dulu. (jawab Nattan pasrah)
"Ok, terima kasih mas. Ya udah ayo kita pulang sekarang (kata nayna dengan girang)
Nattan tidak menjawab dia hanya mengembangkan senyuman. Menggelengkan kepalanya karena nattan merasa heran pada dirinya sendiri yang selalu mengalah dan tidak kuasa menolak setiap keinginan istinya itu.
Lalu....
Nattan dan ardy saling tatap seakan-akan mereka berbicara dengan tatapan.
"Ada apa mas...? (tanya nayna kepada Nattan)
"Gak ada apa-apa kok sayang, udah ayo jalan (kata Nattan)
"Ya ayo (kata Nayna)
__ADS_1
Ardy mendekat ke Nattan, lalu mengambil koper yang di pegang oleh Nattan.
"Biar saya yang bawa kopernya (kata ardy)
Nattan tidak menjawab, dia hanya melepaskan tangannya dari koper yang dia pegang.
"Bagaimana bro...! Apa semuanya baik-baik saja...? (bisik ardy kepada Nattan)
Nattan tidak menjawab dia mantap ardy dengan kesal.
"Santai bro, gak usah memberi tatapan seperti itu, walaupun kamu tidak menjawabnya saya sudah tau jawabannya. (bisik ardy lagi lalu tersenyum penuh makna)
"Jawaban apa...? Dasar aneh (kata Nattan dengan kesal, lalu dengan langkah cepat Nattan menyusul nayna yang sudah berjalan duluan)
Ardy pun tertawa melihat reaksi serba salah yang di tunjukkan oleh Nattan.
Dan ardy pun menyusul Nattan dan nayna yang sudah duluan berjalan.
Ketiganya pun masuk ke dalam mobil, yang mana supir dengan sigap memarkirkan mobil tepat di dekat mereka saat melihat majikannya itu keluar.
"Ternyata kamu bawa supir, saya kira kamu yang nyetir sendiri...? (kata Nattan)
"Kalau subuh-subuh seperti ini, Saya males nyetir bro, mata masih mengantuk, makanya saya bawa supir. (kata ardy)
"Ah alasan (ejek Nattan)
"Baik tuan (jawab pak supir)
Mobil pun melaju meninggalkan kawasan bandara.
Beberapa menit, suasana di dalam mobil pun hening, hanya terdengar suara mesin mobil yang halus.
Nattan melihat ke arah ardy yang tampak menyibukkan diri dengan ponselnya, lalu Nattan pun berkata.
"Gak usah sok sibuk kamu ardy, saya tau kamu dari tadi cuma sok sibuk dengan ponsel kamu (Nattan sambil memajukan badannya dan mencengkram bahu ardy)
"Saya benaran sibuk tuan muda Nattan (jawab santai ardy tanpa menoleh ke arah Nattan)
"Ah...saya gak percaya, emangnya kamu pikir saya buta...! saya lihat kamu ya dari tadi, kamu hanya bolak balik melihat menu yang ada di ponsel itu aja, bukannya lagi ngapa-ngapain (kata Nattan)
"Ya kan saya cuma mengecek, kali aja ada email yang masuk (elak ardy) Emangnya ada apa sih bro...? (tanya ardy selanjutnya sambil memutar kepalanya melihat ke Nattan)
"Saya mau kamu cerita tentang perkembangan perusahaan selama saya gak ada, itu sebagai hukuman untuk kamu karena beberapa hari ini kamu tidak mengirimkan email apa pun tentang perusahaan kepada saya. Dan juga saya mau kamu beritahu saya kenapa kamu tidak mengirimkan email yang saya minta beberapa hari ini. (Kata Nattan, lalu memundurkan badannya, bersandar ke sandaran bangku mobil lalu melipat kedua tangannya di dada)
Ardy baru saja ingin buka mulut, dan ardy mengurungkan untuk berbicara, saat nayna berkata.
"Mas apa-apaan sih...(kata nayna sambil tangannya memukul bahu Nattan), kalau mas dan mas ardy mau membahas tentang pekerjaan jangan di sini, dan jangan sekarang....! Antar kan nay dulu Setelah itu mas dan mas ardy silahkan pergi ke kantor untuk membahas tentang pekerjaan mas itu. (omel nayna)
__ADS_1
"Loh kok gitu sayang (protes Nattan)
"Ya gitu lah, selama nay masih di sini, nay gak mau dengar mas atau pun mas ardy membahas tentang pekerjaan, kalau kalian berdua mau membahas itu juga sekarang, silahkan kalian berdua turun dari mobil dan naik taksi, dan bahas sana di kantor. (omel nayna lagi)
"Mas gak ada ya nay bahas-bahas tentang pekerjaan, suami mu itu tuh, yang tiba-tiba membahas tentang pekerjaan. (sahut ardy)
"Loh jangan jadi kompor ya ar, awas aja nanti (kata Nattan)
"Udah-udah, bisa gak sih kalian berdua itu diam dan duduk manis aja, tidak harus berdebat terus, nay bisa gila kalau ada di antara mas berdua ini. Kalau g bahas pekerjaan ya berdebat, pusing nay jadi nya (omel Nayna lagi)
"Iya sayang, ini mas diam, udah jangan ngomel-ngomel lagi. Kalau sayang ngomel kayak gitu, sayang itu persis seperti kakek. Nanti cepat tua loh, kayak kakek. (kata Nattan)
"Biarin tua, yang penting nay akan tetap cantik. (kata Nayna)
"Ya sangat cantik, apa lagi kalau tersenyum, ayo sayang senyum dulu...!!! (rayu Nattan)
"Gak, malas (kata nayna)
"Sedikit aja (bujuk Nattan)
Nayna hanya diam, malah dia memalingkan wajah nya melihat keluar kaca mobil yang ada di samping nya.
"Sayang... (panggil Nattan)
Nayna masih diam
Melihat Nayna yang diam seperti itu Nattan pun menggeser duduk nya lalu langsung berbaring beralaskan paha Nayna sebagai bantal nya.
"Mas, apa-apaan sih...!!!(Nayna)
"Biarkan mas seperti ini sebentar sayang, mas mengantuk (alasan Nattan)
Nayna tidak bisa berkata apa apa lagi, dan Nayna membiarkan Nattan yang berbaring di pahanya seperti itu, bahkan nayna mengelus lembut kepala Nattan. Nattan pun tersenyum, melengkungkan kakinya mengatur posisi yang nyaman untuknya lalu Nattan pun memejamkan matanya.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya โค biar tau kalau author sudah update....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...Maaf lama baru bisa update ๐๐โ...