Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Menunggu


__ADS_3

Nayna dan Dinda sama-sama berjalan ke arah gerbang kampus, setelah jam mata kuliah mereka selesai. Hari ini Dinda tidak membawa mobil ke kampus, karena mobil Dinda masih di bengkel.


Sambil sedikit berbincang-bincang dan bercanda keduanya terus saja berjalan hingga sampai di luar pagar kampus, Nayna dan Dinda duduk di salah satu bangku yang kosong, sama-sama menunggu jemputannya di sana. Baru 5 menit Nayna dan Dinda duduk salah satu mobil berhenti tepat di jalan yang ada di hadapan mereka berdua.


"Nak...kita pulang sekarang...! (ucap seseorang yang ada di dalam mobil)


"Papa...! (seru Dinda lalu berdiri dari duduknya dan menghampiri papanya yang masih berada di dalam mobil)


"Kok papa yang jemput, bukannya tadi papa bilang papa harus jemput mama di rumah dan papa minta tolong kakak yang jemput Dinda di kampus, biar papa gak bolak balik. (Kata Dinda, yang berdiri di luar mobil)


"Ya nak, sebenarnya tadi papa sudah minta tolong kakak mu untuk jemput, tapi kak Ardy mu lagi meeting di luar dan kemungkinan masih lama selesai nya. Ya udah papa takut kamu lama menunggu jadi papa putuskan untuk jemput kamu dulu baru nanti kita sama-sama jemput mama di rumah. (jelas papa)


"Oh begitu...! (seru Dinda)


"Ya udah kita pulang sekarang, kamu tau sendiri kan mama mu seperti apa, bisa-bisa dia ngamuk lagi nanti karena kelamaan nunggu kita pulang. (ucap papa sambil tersenyum kepada putrinya)


"Ya pa Dinda tau, tapi... (Dinda melihat ke arah Nayna, lalu kembali melihat ke papanya) jembatan Nayna belum datang pa, gak mungkin kan Dinda tinggalin Nayna menunggu sendirian di sini. (kata Dinda yang kebingungan)


"Udah din, Lo pulang duluan aja gue gak apa-apa kok, palingan bentar lagi mas Nattan datang. (saut Nayna, yang sudah berdiri dari duduknya)


Mendengar perkataan Nayna Dinda dan papanya melihat ke arah Nayna.


Dinda berjalan mendekati Nayna.


"Benaran nay Lo gak apa-apa di tinggal sendiri....? (tanya Dinda)


"Ya Din gue gak apa-apa kok, Lo gak usah khawatir. Udah pulang sana. Benaran gue gak apa-apa (kata Nayna meyakinkan Dinda)


"Tapi nay...(ucap Dinda terhenti)


"Udah gak usah tapi-tapi. Udah pulang sana...! Nanti Lo telat lagi ke acara keluarga nya. (potong Nayna)


"Ya ya gue pulang.


ya udah kalau begitu gue duluan ya nay, maaf gue gak bisa tungguin Lo sampai di jemput juga. (kata Dinda)


"Ya gak apa-apa, udah pulang sana. (ucap Nayna sambil mendorong tubuh Dinda supaya berjalan dan masuk ke dalam mobil papanya)


Dinda masuk ke dalam mobil, lalu berpamitan kepada Nayna.


Setelah mobil yang di kendarai papa Dinda melaju Nayna pun kembali duduk di bangku.

__ADS_1


Nayna duduk sendirian di sana, tampak suasana di kampus sudah mulai sepi, mobil yang tadinya berjejer sekarang sudah berangsur pergi satu persatu. Nayna melihat ke arah kanan dan kiri, melihat ke setiap mobil yang melaju di hadapan nya.


Nayna memasang wajah cemberut setiap kali melihat mobil yang hanya melaju dan mobil itu bukan lah mobil yang dia tunggu.


Nayna melihat jam yang melingkar di tangannya. Sudah hampir 1 jam Nayna duduk di sana setelah Dinda pulang duluan tetapi jembatannya belum juga datang.


Nayna mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya, lalu dengan cepat Nayna menghubungi nomor kontak Nattan.


Cukup lama Nayna mendengarkan nada dering nya, menunggu jawaban dari orang yang dia hubungi, tetapi tidak juga di angkat.


Nayna mencoba kembali menghubungi Nattan, dering nya masuk tetapi tetap tidak di angkat oleh Nattan.


"Kemana sih kamu mas....! kenapa ponselnya gak di angkat. (Ucap kesal Nayna)


Nayna memutuskan sambungan teleponnya, lalu mencoba kembali menghubungi Nattan.


Masih sama, Nattan tidak menjawab ponselnya.


Dengan kesal Nayna memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Nayna....kok belum pulang....? (tanya seseorang yang mendekati Nayna)


Nayna mengangkat kepalanya melihat ke orang yang berdiri di hadapannya dan bertanya kepadanya.


"Oh...Apa mau kakak antar...? (tanya Riko lagi)


"Gak usah kak, paling bentar lagi jemputan nay datang. (tegas Nayna)


"Baiklah kalau begitu biar kakak temani nay menunggu jemputan di sini ya. (Kata Riko lalu duduk di samping Nayna)


"Gak usah kak Riko, kakak pulang aja. (ucap Nayna, lalu menggeser posisi duduk nya)


Riko tidak menjawab dia hanya tersenyum menatap Nayna, dan menggeser duduknya mendekati Nayna.


Nayna terlihat sangat risih dan terlihat tidak nyaman dengan sikap Riko saat ini, Nayna menggeser kembali posisi duduk.


"Oh ya nay, bagaimana kabar keluarga angkat kamu...? (tanya Riko)


"Alhamdulillah mereka baik kak. (jawab Nayna tanpa menatap Riko)


"Alhamdulillah.... Em...Apa mereka memperlakukan kamu dengan baik...? (tanya Riko lagi)

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Riko yang seperti itu seketika Nayna menatap tajam ke arah Riko, sorotan mata Nayna seakan mengisyaratkan pertanyaan apa maksud Riko bertanya seperti itu.


"Eh...em...maaf nay Maaf....kakak gak bermaksud begitu. Kakak cuma bertanya saja gak ada maksud yang lain apalagi berprasangka buruk sama keluarga angkat kamu. (ucap Riko cepat dengan nada yang merasa bersalah, karena Riko mengerti maksud dari tatapan Nayna)


"Ya kak gak apa-apa. (ucap Nayna lalu kembali memalingkan wajahnya melihat ke arah depan)


Keduanya pun diam, Riko sesekali tampak mencuri pandang melihat ke Nayna.


Tanpa Nayna dan Riko sadari dari kejauhan tampak Nita menatap keduanya, tatapan yang tajam penuh amarah dan kedua tangannya mengepal itu lah yang di perlihatkan oleh Nita saat ini.


Flashback


Nita duduk orang diri di kafe yang ada di seberang jalan kampus. Nita mengirimkan chat kepada Riko untuk menemuinya di kantin itu. Tidak butuh waktu lama untuk Nita menunggu balasan chat dari Riko, dan Riko pun membalas nya dengan menuliskan kata "Ok, saya kesana sekarang"


Nita tersenyum bahagia mendapatkan balasan chat dari Riko. Nita tampak bersiap merapikan sedikit riasan wajah nya dan memesan makanan serta minuman untuk Riko.


Tidak lama Nita pun melihat Riko yang mengendarai motor besarnya, Riko memarkirkan motornya di parkiran kafe.


Riko turun dari motornya, dan berjalan ke pintu masuk kafe. Belum juga melangkah masuk ke dalam kafe tiba-tiba Riko membalikan tubuhnya mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kafe.


Nita yang melihat Riko tidak jadi masuk ke dalam kafe menatap keheranan, dan dengan langkah cepat Nita berjalan ke pintu masuk dan memanggil nama Riko berkali-kali.


Nita berdiri di pintu kafe lalu berteriak memanggil Riko. Panggilan Nita tidak di hiraukan oleh Riko, dia terus saja berjalan untuk menyebrangi jalan.


Tatapan Nita tidak beralih, Nita terus saja melihat arah Riko yang berjalan setelah menyebrangi jalan, dan betapa kagetnya Nita saat melihat orang yang di hampiri oleh Riko.


Dengan tatapan penuh amarah Nita menatap ke seberang jalan, dimana di sana ada Riko yang saat ini duduk bersama seorang perempuan yaitu Nayna.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...


...Terima kasih 🙏...


__ADS_2