
Di sisi lain, Nattan dan ardy sudah menunggu kakek yoga di rumah besar, sudah hampir satu jam mereka menunggu tetapi kakek belum juga kembali.
"Mbok...mbok...(panggil Nattan, sambil teriak karena kesal)
"Ya den, ada yang bisa mbok bantu...? atau aden mau tambah minum lagi..? (kata mbok janah)
"Minum, perut ku udah kembung mbok dari tadi minum terus, oh ya mbok, sebenarnya kakek kemana sih...? kakek yang minta Nattan kesini sekarang Nattan sudah di sini kakeknya malah pergi.
"Maaf den, tadi mbok dengar tuan besar mau ke coffee shop di depan Az-Zahra school. aden samperin aja tuan besar ke sana.
"Coffee shop, tumben kakek ke sana. gak biasanya, emangnya kakek pergi hanya berdua sama pak dedi mbok...?
"Tidak den Nattan, ada ibu den ardy dan asuhnya anaknya n...
"Oh ibu tadi kesini mbok...? (Potong ardy)
"Iya den ardy, tadi ibu di sini.
"Baik lah mbok janah, kami pulang ya, saya juga mau istirahat, saya malas nungguin kakek yang entah jam berapa pulangnya, nanti mbok sampaikan kepada kakek kalau saya ke sini.
"Baik den Nattan, nanti mbok kasih tau.
Nattan dan ardy keluar dari rumah besar, masuk ke mobil mereka masing-masing, dan memacu mobilnya ke lain arah. karena mereka memiliki tujuan yang berbeda.
**
Tidak lama mobil kakek pun memasuki kawasan rumah besar, berhenti tepat di depan rumah besar itu. pak dedi keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk kakek yoga, ibu santi dan nayna juga ikut turun dari mobil.
__ADS_1
"Ayo cucuku kita masuk, kamu tidak perlu sungkan di sini, anggap saja rumah sendiri. ayo santi ajak cucu ayah masuk, dan kamu dedi bawa tas cucuku ke dalam kamar tamu.
"Gak usah kek biar nayna sendiri aja yang bawa.
Kakek tidak menjawab ucapan nayna, kakek yoga masuk ke dalam rumah, dan duduk di ruang tamu, dan di hampiri oleh mbok janah.
"Tuan sudah pulang, maaf tuan tadi den Nattan dan den ardy kesini ingin menemui tuan besar, sepertinya den Nattan kesal sudah nungguin tuan selama satu jam lebih, jadi dia memutuskan untuk pulang.
"Dasar anak itu, baru menunggu satu jam saja udah kesal, ya udah mbok biarin aja dia. sekarang mbok buatkan minum untuk tamu saya, dan juga siapkan 2 kamar tamu.
"Baik tuan, kalau begitu saya pamit ke belakang dulu.
"Ya mbok silahkan.
DI LUAR
"Sini nak, Biar bapak aja nak nayna yang bawa tasnya...?
"Maaf nak, nanti tuan akan memarahi bapak kalau bapak tidak mengikuti perintahnya.
"Kenapa bisa begitu pak, kan nay yang melarang bapak membawakan tas nay.
"Maaf nak, tuan besar orangnya memang begitu, semua yang di perintahkannya harus kita laksanakan.
"Oooh begitu, ya udah pak, ini tasnya, nay gak mau pak dedi kena marah cuma karena tas ini...(Sambil memberikan tasnya kepada pak dedi)
"Ayo cucuku masuk, ngapain ngobrol di luar ini sudah sore, kamu harus istirahat.
__ADS_1
"Iya kek.
Nayna dan ibu santi masuk ke dalam rumah berdiri tidak jauh dari kakek yoga, pak dedi masuk ke dalam kamar tamu untuk meletakan tas nayna dan tas ibu santi di kamar sebelahnya.
"Ya sudah kalian istirahat lah, kakek juga mau ke kamar dulu istirahat. (kakek yoga berdiri dan berjalan menuju kamarnya)
Dedi antar mereka ke kamar tamu yang sudah di siapkan. (kata kakek yoga saat melihat pak dedi keluar dari kamar tamu)
"Baik tuan (jawab pak dedi)
Pak dedi berjalan untuk menghampiri ibu santi dan nayna yang masih berdiri di ruang tamu.
"Santi, nak nayna, kamarnya sudah siap, mari saya antarkan.
"Ya terima kasih pak (Kata nayna, sedangkan ibu santi hanya menjawab dengan anggukan)
Nayna dan ibu santi berjalan mengikuti langkah kaki pak dedi, dan berhenti di depan pintu kamar yang bersebelahan.
"Ini kamar nak nayna, silahkan masuk nak, tas pakaian nak nayna sudah bapak masukkan ke dalam.
"Ya pak terima kasih. (nayna masuk ke dalam kamarnya)
"Sama-sama nak,
Ini kamar untuk kamu, tas kamu juga udah di dalam (Kata pak dedi kepada ibu santi)
"Ya mas, terima kasih. Saya masuk dulu.
__ADS_1
"Ya silahkan
Pak dedi pergi menuju ruangan kerja kakek yoga, ya seperti biasa, pak dedi selalu menghabiskan waktunya di ruang kerja kakek yoga sampai selesai makan malam barulah pak dedi pulang ke rumahnya, begitulah rutinitas pak dedi sehari-hari, kalau tidak ada keluar kota atau ke luar negri.