
Nayna saat ini berada di dalam kamar mandi. Entah sudah berapa lama Nayna berada di dalam sana, Nattan yang menunggunya di luar saat ini sudah mondar mandir di depan kamar mandi dan sesekali Nattan juga tidak lupa mengetuk pintu kamar mandi sambil memanggil nama Nayna dengan berteriak.
Tapi Nayna yang ada di dalam kamar mandi hanya menjawab sebentar saja sejak tadi. Mendengar jawaban dari Nayna itu membuat Nattan semakin kesal.
Nattan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, melihat jam yang ada di ponselnya, sudah 10 menit dari jawaban Nayna saat di panggil tadi tapi Nayna belum juga keluar dari dalam kamar mandi.
"Sayang....ini sudah 10 menit loh dari sayang bilang sebentar itu. Tapi sayang gak juga keluar....! Baiklah sekarang mas hitung 1 sampai 10 kalau sayang gak juga keluar mas dobrak pintu kamar mandi nya. (Ucap Nattan dengan berteriak)
Di dalam Nayna hanya tersenyum saja saat mendengar apa yang di katakan oleh Nattan.
Sedangkan di luar, Nattan sudah seperti cacing kepanasan karena Nayna tidak menggubris perkataan nya.
"Sayang....kok malah diam saja, Mas gak lagi becanda loh. (kata Nattan lagi)
"Siapa yang bilang mas becanda (kata Nayna yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi)
Setelah mengatakan itu Nayna berlalu begitu saja dari Nattan, berjalan menuju tempat tidur dengan masih menggunakan handuk kimono yang menutupi tubuhnya.
Nattan diam seperti patung, menatap Nayna yang berjalan santai di hadapan nya.
"Kamu memang selalu menguji kesabaran mas sayang. (kata Nattan dengan suara pelan)
"Apa mas mengatakan sesuatu...? (tanya Nayna yang saat ini sudah duduk di pinggir tempat tidur sambil mengoleskan body lotion di kakinya)
"Gak sayang mas gak mengatakan apa-apa (elak Nattan dengan cepat menggelengkan kepalanya)
"Oh baiklah (kata Nayna lalu kembali mengoleskan body lotion di kakinya)
Nattan mengurut dadanya dan bernafas dengan lega.
__ADS_1
"Sayang perlu bantuan...? (tanya Nattan lalu berjalan mendekat ke Nayna dan Nattan pun duduk di samping Nayna saat sudah berada di dekat Nayna)
"Gak perlu mas, ini juga udah selesai kok (kata Nayna lalu berdiri dan berjalan mengambil paper bag yang berisi pakaian nya)
Nattan hanya menatap Nayna yang saat ini kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk menggunakan pakaian nya.
"Sabar Nattan....! ini belum waktunya, kamu itu harus ingat pesan dokter, ini demi kebaikan istri dan calon anak kamu. (ucap Nattan pada dirinya sendiri, yang berbicara sendiri)
Nattan pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur, mengambil bantal guling lalu memeluknya dengan erat.
Tiba-tiba Nattan pun teringat sesuatu, dengan cepat Nattan kembali duduk meraih ponselnya yang tidak jauh dari nya.
Nattan menekan salah satu nomor, lalu memanggil nomor kontak yang sudah tertera di layar ponselnya itu.
Sambungan itu pun terhubung, Nattan melihat ke arah kamar mandi lalu Nattan berdiri dan berjalan ke arah jendela kamar.
Saat sudah terdengar suara dari sambungan teleponnya Nattan pun mulai berbicara dengan sangat pelan sambil sesekali melirik ke arah pintu kamar mandi.
Nattan menggenggam ponsel, lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke jendela, melihat pemandangan di luar.
"Ngapain mas di sana...? (tanya Nayna yang sudah keluar dari dalam kamar mandi, berjalan mendekat ke Nattan)
Mendengar suara Nayna, seketika lamunan Nattan pun buyer, Nattan membalikan tubuhnya melihat ke arah Nayna yang berjalan mendekatinya.
"Gak ada sayang, Mas cuma lagi melihat pemandangan di luar aja. (jawab Nattan)
"Em...(Nayna menganggukkan kepalanya) Wah ternyata di luar lagi hujan ya mas...? (kata Nayna yang mendekat ke jendela dan melihat ke luar)
"Ya sayang, cukup lebat seperti nya. (kata Nattan yang juga melihat ke luar. Dan baru menyadari di luar sedang hujan)
__ADS_1
"Iya mas...! Oh iya kita keluar sekarang yuk, nay udah lapar banget ini mas. (kata Nayna memutar badannya dengan cepat melihat ke Nattan sambil mengelus perut nya)
"Ya sayang... Tapi kita sarapannya di restoran yang ada di hotel ini aja ya, kan di luar sedang hujan lebat mas malas untuk cari yang di luar. Gak apa-apa kan...? (kata Nattan)
"Ya mas gak apa-apa, di mana aja yang penting nay bisa makan sekarang, abis nay udah lapar banget. (ucap Nayna)
Nattan tersenyum, lalu menggenggam tangan Nayna, keduanya pun berjalan dan keluar dari dalam kamar, masuk ke dalam lift dan lift pun berjalan turun sampai ke lantai dasar di mana restoran hotel itu berada.
Nattan dan Nayna keluar dari lift saling bergandengan, lalu masuk ke dalam restoran.
Nattan dan Nayna duduk di salah satu meja, tidak butuh waktu lama sarapan mereka pun sudah di hidangkan lalu Nattan dan Nayna pun mulai menyantap dan menikmati sarapan mereka.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...๐๐๐...