
Ting...
Pintu lift pun terbuka, ardy dan nayna berjalan beriringan.
"Ruangan mas Ardy di lantai ini juga...? (tanya nayna sambil terus berjalan)
"Ya, itu ruangan mas (tunjuk ardy pada pintu ruangannya) dan di sana itu meja sekretaris mas Nattan, kalau nanti adek sendirian ke sini langsung naik lift yang kita gunakan tadi aja, dan tekan tombol yang mas ajarin tadi, lalu kalau adek gak jumpa mas atau mas Nattan adek tanya aja sama sekretaris mas Nattan, Namanya Dian (Kata ardy sambil berjalan menuju ruangan Nattan).
"Ya mas (jawab nayna)
Ardy tidak menoleh sama sekali kepada dian, sedangkan Nayna hanya tersenyum kepada Dian, mereka tidak bertanya atau pun menyapanya, hanya melewatinya saja.
Dian menatap dengan heran dan bertanya-tanya siapa perempuan yang di bawa oleh ardy menuju ruangan Nattan tersebut.
Mereka sampai di depan ruangan Nattan, saat ardy hendak mengetuk pintu nayna pun berbicara.
"Cantik bangat ya mas...!! (kata nayna)
Ardy yang mendengar menggantung tangannya, lalu menoleh ke arah nayna.
"Siapa...? (tanya Ardy)
"Sekretaris Dian, pantasan mas Ardy tergila-gila sama dia, sampai-sampai gak bisa move on. (kata nayna dengan senyum di bibirnya)
"Siapa bilang mas belum move on sama dia, mas udah move on ya nay. Dan sekarang mas lagi cari perempuan yang pernah mas temui di mini market dekat rumah.
"Jadi mas sudah dapat mangsa baru, nay bilang ah... sama ibu nanti, biar ibu gak nanya terus.
"Jangan ya dek, awas ya kalau adek bilang sama ibu mas bongkar juga rahasia adek. (ancam Ardy)
"Emang nay ada rahasia apa...? Perasaan nay gak ada rahasia apa-apa. (tanya nayna)
"Gak usah sok menyembunyikannya dek dari mas, mas tau ya semua yang adek cerita sama ibu di telpon waktu itu, asal adek tau aja ya mas mendengarkan semuanya. Apa mau mas beri tau sekarang...? (canda Ardy)
"Mas ardy nguping ya, Ternyata kedua sahabat ini benar-benar jahat ya. Selalu aja nguping pembicaraan orang. (kesal nayna)
Nayna dan Ardy saling ledek-ledekan
__ADS_1
**
Di dalam
Nattan yang mendengar seperti suara nayna dari tadi sudah berusaha menutup telinganya karena Nattan beranggapan di sudah mulai gila, karena berhalusinasi mendengar suara nayna saat ini.
"Saya pasti benar-benar sudah gila, ini semua gara-gara gadis itu, karena dari tadi saya mikirin dia sampai-sampai saya berhalusinasi seperti ini. (kata Nattan yang berbicara sendiri)
"Siapa lagi yang ribut-ribut di luar. (kesal Nattan) Gadis ini lagi, buat orang kuatir aja, kemana lagi dia...? kenapa dari tadi dia tidak terlihat di mana-mana...!! Apa yang dia lakukan di dalam kamar...? Ah...jadi nyesal gak saya pasang kameranya di dalam kamar, apa besok saya tambahkan saja kamera di kamar, biar saya tau dia ngapain aja di dalam kamar, jika perlu semua ruangan saya letakkan kameranya. (kesal Nattan, sambil menatap ho nya, yang masih berbicara sendiri)
Karena merasa sangat kesal dengan nayna dan suara yang ada di depan ruangannya yang sangat mengganggu, Nattan berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu.
Nattan membuka pintu ruangannya dengan sangat kasar.
Nayna dan Ardy yang dari tadi saling ledek, kaget dan langsung menoleh ke arah Nattan yang berdiri di dekat pintu itu.
"Nayna...!! (kata Nattan)
"Eh mas Nattan, Assalamualaikum...mas (kata nayna, sambil menyalami dan mencium punggung tangan Nattan)
"Wa'alaikumsalam... kepada kalian berdua malah berdebat di sini, kenapa tidak masuk...(kata Nattan sambil menggenggam erat tangan nayna, tidak melepaskan nya)
"Ah...gak usah ngacok ar, Udah ayo masuk..!! (kata Nattan sambil menarik tangan nayna untuk masuk ke ruangannya)
"Kenapa kamu ikutan masuk ar...? (tanya Nattan, sambil menatap ardy yang sedang menutup pintu ruangan Nattan)
"Kan saya ngantarin nayna Nattan, apa lo lupa...!! istri kamu ini ke sini dengan siapa...? (kata ardy, yang sudah berjalan dan mendudukkan dirinya di sofa ruangan Nattan)
"Ya saya ucapkan terima kasih karena kamu sudah ngantar kan nayna ke sini, dan sekarang kamu kembali sana ke ruangan kamu...!!! apa kamu lupa sebentar lagi kita ada dapat. (kata Nattan, yang juga berjalan sambil mengajak nayna duduk di sofa yang sama dengan ardy)
"Iya iya pak Bos, saya permisi... (kesal ardy, berdiri dari duduknya lalu keluar dari ruangan Nattan)
Ardy berjalan menuju ruangannya
"Mas Ardy tunggu (kata dian saat Ardy hampir melewati meja Dian)
Ardy menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah dian.
__ADS_1
"Ada apa...!! (ketus ardy)
"Maaf mas, apa mas Ardy masih kesal sama dian, gara-gara dian menolak mas Ardy. (kata dian menatap ke arah ardy)
"Apa kamu memanggil saya cuma mau bertanya itu aja. Apa kamu lupa dian kita sekarang ada di mana...!! saya tidak mau membahas masalah pribadi di kantor. Kamu ingat itu. (tegas ardy, lalu membalikkan badannya)
"Tunggu mas. (cegat dian sambil memegang tangan ardy) Maaf mas (kata dian sambil melepaskan tangannya yang mencengkram tangan ardy)
"Ada apa lagi...? (tanya Ardy)
"Maaf mas kalau saya lancang, kalau saya boleh tau perempuan yang bersama mas tadi, apa dia tamunya pak Nattan...? (tanya dian)
Ardy tersenyum sinis mendengar pertanyaan dian.
"Ya dia tamu Nattan, dia adalah adik saya. Emangnya ada apa...? (kata ardy)
"Gak mas, dian cuma tanya aja. karena dian baru pertama kali melihat dia ke sini. Oh jadi dia adik mas Ardy. Ada perlu apa adik mas ke sini, dan kenapa dia tidak ikut keluar bareng sama mas Ardy...? (tanya dian lagi)
"Itu bukan urusan kamu. Sudah, dari pada kamu penasaran dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kamu, lebih baik kamu kerjakan pekerjaan kamu, sebentar lagi kita ada meeting. (kata Ardy menatap dian yang sudah tertunduk)
"Baik mas (jawab dian)
Ardy pun pergi meninggalkan dian yang masih berdiri di sisi mejanya.
Setelah dian melihat ardy masuk ke dalam ruangannya, dian pun kembali ke mejanya, dan mendudukkan diri di sana.
"Brengsek laki-laki itu, berani-beraninya dia berbicara seperti itu sama saya. (kesal dian, sambil memukul meja yang ada di hadapannya) Tapi siapa sebenarnya perempuan itu, kalau benar dia adik mas Ardy kenapa dia tidak keluar bersama mas Ardy, kenapa dia malah berlama-lama di dalam ruangan Nattan. Dasar perempuan ganjen, pasti dia lagi merayu Nattan dengan wajah sok polosnya itu. (kata dian yang berbicara sendiri)
"Apa sebaiknya saya masuk aja ke dalam, saya penasaran apa yang di lakukan perempuan itu di dalam sana. Tapi dengan alasan apa saya bisa masuk ke sana, Ah... jadwalnya Nattan sudah di ambil dia lagi tadi pas saya belum datang. Apa ya...!!! Apa saya buatkan minum aja untuk Nattan sama perempuan itu, kan dia tamu. Ah iya begitu saja. Lo memang sangat pintar dian... (kata dian yang masih berbicara sendiri)
Dian berdiri dari duduknya lalu masuk ke dalam pantry yang berada di depan meja kerjanya, dian membuatkan 2 gelas minuman untuk Nattan dan tamunya. (pikir dian)
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...๐ค๐ค๐ค...
__ADS_1
...Terima Kasih ๐๐ฅฐ...