Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kedatangan Mami Jihan dan Papi Syam


__ADS_3

Pada malam harinya mereka makan bersama di ruang makan di rumah besar, selesai makan ibu santi dan nayna membantu asisten rumah tangga yang lain membersihkan meja makan, sedangkan kakek dan pak dedi duduk di sofa ruang keluarga, menghidupkan televisi, menonton sambil sedikit membahas tentang pekerjaan.


Nayna dan ibu santi menyusul kakek dan pak dedi yang ada di ruang keluarga.


"Ini kek jusnya, ini juga ada puding buatan nayna tadi, silahkan di cicipi kek, pak dedi.


"Terima kasih nak (kata pak dedi)


"Terima kasih cucuku, nanti kakek cicipi. mari sayang duduk dekat kakek ada sesuatu yang ingin kakek sampaikan.


"Ya kek, (Nayna duduk di sebelah kakek yoga, ibu santi duduk di samping nayna)


kakek mau menyampaikan apa sama nay...?


(Kakek menghela nafasnya panjang sebelum berbicara)


"Begini cucuku, kakek tau kamu anak asuh santi, kakek juga tau kalau kedua orang tua kamu sudah tiada, intinya kakek tau semua kehidupan yang sudah kamu lalui (kakek menjeda ucapannya) nay...


"Ya kek. (nayna menatap serius ke arah kakek)


"Nay, em...apa nayna tau tentang kejadian kecelakaan yang di alami oleh kedua orang tua nayna (Tanya kakek dengan hati-hati)


"Nayna gak tau kek, karena pada saat itu nay ada di sekolah. tetapi menurut cerita yang nay dengar dari orang-orang, ayah dan bunda mengalami kecelakaan untuk menolong orang.


"Huh...(kakek menghela nafasnya)


apa nayna membenci orang yang di tolong oleh ayah dan bunda nayna itu...?


"Em...Gak kek, nay gak membencinya. malahan nay bersyukur dia selamat dari kecelakaan itu. dan nay juga bangga sama ayah dan bunda yang rela kehilangan nyawanya demi Menyelamatkan orang lain, bahkan orang yang belum mereka kenal.


"Apa nay tau orang ayah bunda mu selamatkan...?

__ADS_1


"Tidak kek, nay tidak tau orangnya.


"Kakek adalah orang....(ucapan kakek terhenti ketika mereka mendengar ucapan salam dari pintu utama)


Assalamualaikum...(Ucap dari luar)


Waalaikumsalam...(Jawab semuanya)


"Dedi sepertinya ada tamu, kamu bukakan pintunya. (kata kakek)


"Baik tuan (Pak dedi berdiri dan hendak pergi membukakan pintu utama)


"Gak usah mas biar santi aja. sepertinya santi tau siap yang datang. (cegah santi, lalu berdiri dan berjalan menuju pintu utama dan membukakannya)


"Santi...kamu di sini...?dari kapan...? kenapa kamu tidak mengabari aku kalau kamu disini, kalau aku tau kamu di sini kan aku bakalan pulang cepat dari jerman.(pertanyaan bertubi-tubi dari orang yang ada di depan pintu sambil memeluk ibu santi)


"Jihan, kamu tidak pernah berubah, kalau kamu mau bertanya itu satu-satu jadi gampang aku jawabnya. (sambil mererai pelukannya)


"Hahaha...itu karena aku sudah lama tidak bertemu dengan kamu, abis kamu sibuk terus.


"Siapa yang minta bukakan pintu, kamu aja tadi yang membukakannya duluan, saya juga ingin buka pintu eh kamu sudah buka duluan.


"Mas syam mana...?


"Ada tuh masih di dalam mobil, tadi ada temannya nelpon. Kita masuk duluan aja gak usah tunggu mas syam, oh y ayah di mana san...?


"Ayah ada di ruang keluarga, sama pak dedi dan anak asuh aku.


"Pak dedi belum pulang...?


"Belum.

__ADS_1


"Apa dia sengaja mau berlama-lama di sini karena ada kamu, jangan-jangan dia mau rujuk sama kamu san (ledek mami jihan, sambil bergandengan tangan dengan ibu santi, melangkah masuk menuju ruang keluarga)


"Terserah kamu ji, saya gak tau, kamu tanya aja langsung sama mas dedi nya.


"Baiklah nanti saya tanya kan...(sambil sedikit senyum di bibirnya, dan mendapatkan tatapan tajam dari ibu santi)


hahaha kamu lucu san dengan ekspresi kayak gitu. (ledek mami jihan)


"Wah yang ketemu teman lama, sampai lupa sama suami tercintanya (ucap papi syam dari arah belakang)


Mami jihan dan ibu santi menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke belakang.


"Mas syam apa kabar...? (sapa ibu santi sambil berjabat tangan dengan papi syam)


"Baik santi, kamu apa kabar...? mas dengar anak asuh kamu andin mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, maaf ya mas tidak sempat melayat ke sana.


"Ya mas gak papa.


"Apa...!!! andin meninggal, kapan...? kenapa kamu tidak ngasih kabar ke aku santi, mas syam juga, kenapa tidak ngasih tau jihan sih mas.


"Maaf jihan saya lupa, karena syok sampai-sampai saya lupa ngabarin keluarga ini.


"Maaf juga sayang mas juga lupa kasih tau kamu, lagian mas juga baru tau 3 hari yang lalu dari pak asep penjaga panti, yang kebetulan mas nelpon menanyakan biaya untuk renovasi panti.


"Mas kebiasaan (sambil memukul manja k


tangan suaminya) Oh iya santi, tadi kamu bilang ayah didalam bersama pak dedi dan anak asuh kamu. jadi itu bukan andin...?


"Bukan ji, dia temannya andin dari kota B dia juga anak yatim piatu, dan sekarang sudah tinggal dan sekolah di kota ini.


"Ooo begitu, ya udah ayo kita samperin ayah dan yang lain (Kata mami jihan)

__ADS_1


"Ya (kata papi syam dan ibu santi bersamaan)


Mereka berjalan menuju ruang keluarga dimana ada kakek yoga, pak dedi dan nayna yang duduk diam sambil menonton televisi.


__ADS_2