Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Manja


__ADS_3

Ruangan meeting yang tadinya hening sudah mulai riuh suara dari sisi kanan dan kiri saat ini sudah terdengar.


Walaupun beberapa saat yang lalu mereka di hadapkan dengan ketegangan yang luar biasa, di mana ada 2 orang karyawan yang di pecat secara tidak terhormat dan langsung di minta untuk keluar dari perusahaan saat itu juga. Keduanya di pecat karena telah menggelapkan dana perusahaan yang mengakibatkan perubahan mengalami kerugian miliaran rupiah.


Kedua orang itu sudah memohon maaf dan memohon ampun tetapi bukan Nattan namanya kalau mau begitu saja memaafkan.


Walaupun saat ini di dekatnya ada orang yang dia cintai tetapi untuk masalah yang merugikan perusahaan, Nattan tetap akan bertindak tegas.


Kedua orang itu keluar ruangan dengan langkah lunglai, mereka memikirkan nasib dirinya dan keluarga kedepannya.


Mempunyai catatan hitam dari perusahaan ternama NP Group akan sangat menyulitkan mereka untuk mencari kerja di perusahaan lain nanti nya, jalan satu-satunya mereka untuk menyambung hidup adalah dengan membuka usaha milik sendiri.


Dipecat secara tidak terhormat dari perusahaan itu sama saja dengan bunuh diri untuk semua karyawan yang bekerja di perusahaan NP Group itu.


Di sana mereka memang mendapatkan gaji yang tinggi berbeda dengan perusahaan lain tentunya, Karena gaji yang tinggi itu mereka membayarnya dengan bekerja 2 kali lipat dari perusahaan yang lain. Kinerja mereka menentukan nasib mereka.


Nattan, nayna, ardy dan dian keluar dari ruangan meeting, mereka kembali ke atas dan saat sudah sampai di sana mereka masuk ke dalam ruangan kerja Nattan.


Saat ini, Nattan ardy dan dian tampak sedang membahas hasil dari rapat yang melelahkan tadi. Sedangkan nayna berada di kamar pribadi Nattan yang ada di ruangan kerja Nattan., Nayna membersihkan diri, melaksanakan tugasnya dan beristirahat di sana sebentar karena hari yang sudah menjelang malam.


Setelah tampak segar nayna membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang tidak begitu besar itu, namun sangatlah empuk dan nyaman.


"Ah...hari yang melelahkan (gumam nayna, sambil menggeliat meregangkan tubuhnya)


Nayna seketika melihat ke arah pintu yang tiba-tiba di buka. Dengan cepat nayna duduk dan menggapai jilbabnya yang diletakan di atas meja kecil samping tempat tidur.


"MAS NATTAN... (Teriak kaget nayna)


"Kenapa sayang kaget kayak gitu, emangnya sayang kira siapa yang datang...! Sayang sayang ada-ada aja. (gerutu Nattan, menutup pintu dan melangkah masuk ke dalam)


Nattan duduk di pinggir tempat tidur, mengambil jilbab yang ada di tangan nayna yang saat ini diam mematung, meletakkannya kembali di atas meja kecil itu.


"Maaf ya sayang mas sudah membuat kamu menunggu terlalu lama hingga kamu kelelahan seperti ini. (ucap Nattan sambil mengelus lembut kepala nayna)


Nayna memegang tangan Nattan yang ada di kepala nya, dan berkata


"Gak apa-apa mas. Udah mas gak usah merasa bersalah seperti itu. Nay gak apa-apa kok, nay seneng berada di sini, selalu di samping mas.


Nattan tersenyum, mengambil kedua tangan nayna dan menggenggamnya. Keduanya saling tatap.


"Aku sangat beruntung mendapatkan wanita seperti kamu nayna (kata hati Nattan)


Nattan menarik nayna membawanya ke pelukannya.


"Terima kasih sayang, kamu sudah hadir di hidup mas. (bisik Nattan)


.


.


.


Dua pasang kaki terlihat keluar dari selimut tebal itu. Jangan di tanya mereka sedang apa dan habis apa, bahkan jangan di tanya siapa yang memulainya duluan.

__ADS_1


Dua tubuh yang ada di bawah selimut tebal yang berada di ruangan kecil yang dingin itu saling berpelukan.


Nattan membelai belai kepala nayna, sesekali dia mengecupnya. Membetulkan selimut untuk memastikan tubuh mungil sang istri yang saat ini tertidur itu tidak terkena dinginnya udara yang di hasilkan oleh AC yang ada di ruangan itu.


Nattan mengembangkan senyuman di wajahnya, ini adalah kali keduanya mereka menyatukan cinta mereka, setelah melewati berbagai gangguan setelah penyatuan cinta mereka saat pertama kali.


Di balik selimut yang tebal, tubuh yang saat ini berada di dalam pelukannya melakukan pergerakan.


"Sayang sudah bangun...? (tanya Nattan)


Bukannya menjawab nayna semakin mengeratkan pelukan nya dan membenamkan wajahnya di dada Nattan yang ber bidang itu.


"Masih malu aja. (ucap Nattan) Oh ya mas lupa belum sholat sayang, sebentar mas sholat dulu (ucap Nattan lagi, lalu menjangkau ponselnya melihat jam yang ada di ponsel itu)


"Oh iya, ya udah mas sholat sana. Keburu waktunya habis lagi nanti (Nayna menjauhkan tubuhnya dari tubuh Nattan)


Nattan masuk kedalam kamar mandi setelah terlebih dahulu membenarkan selimut untuk menutupi tubuh polos nayna, dan berkata.


"Sayang masih terlihat lelah, udah lanjut aja tidurnya nanti mas bangunkan kalau kita mau pulang. (kecup Nattan di kening nayna)


Nayna menarik selimut nya, dan kembali memejamkan matanya tidak butuh waktu lama nayna kembali tertidur tanpa menghiraukan saat ini dia ada di mana.


.


.


Nattan yang baru saja selesai sholat. Merapikan pakaiannya yang tentunya sudah di ganti. Nattan memang sengaja meninggalkan beberapa pasang pakaiannya dan juga pakaian nayna di kantor, itu dilakukannya untuk memudahkan dia dan nayna di saat seperti sekarang ini, atau saat dia lembur dan tidak sempat untuk pulang ke rumah.


Nattan sudah tampak rapi, sebelum keluar dari kamar pribadinya yang ada di ruangan kerja itu, Nattan menghampiri nayna lalu mengecup keningnya.


Setelah selesai Nattan kembali ke kamar untuk menghampiri nayna, sebelum Nattan membuka pintu nayna sudah lebih dulu membukanya.


"Sayang...udah bangun, mas baru aja mau masuk untuk membangunkan dan mengajak sayang pulang...! (seru Nattan)


"Sekarang nay udah bangun, ayo pulang nay masih mengantuk mau tidur di rumah aja. (kata nayna dengan manja sambil memeluk manja ke Nattan)


"Kan sayang baru bangun masak masih mengantuk..?


"Kan nay bobok nya masih sebentar mas, dan tubuh nay sangat lelah. Mas tuh yang buat nay kelelahan (Omel nayna masih dengan sangat manja menatap wajah Nattan)


"Uluh uluh...istri mas kok manja banget sih, mas semakin suka. Ya udah kita pulang sekarang. (kata Nattan yang tangannya mengelus kepala nayna) Kita lanjutkan lagi di rumah ya sayang, mas akan buat kamu semakin lelah (Bisik Nattan di telinga nayna)


Mata nayna terbelakak.


"Mas...(kata nayna lalu memukul tangan Nattan)


"Au... sakit sayang (keluh Nattan sambil berpura pura mengelus tangannya yang habis di pukul nayna)


"Rasain, kenapa ngomong kayak gitu tadi, emang enak. (ejek nayna)


Nattan tersenyum melihat nayna yang tampak semakin imut apalagi saat seperti sekarang. Nattan memeluk nayna dengan gemas, lalu beberapa kali mengecup bibirnya.


.

__ADS_1


.


Dengan saling bergandengan Nattan dan nayna keluar dari ruangan, berjalan dan masuk ke dalam lift, keduanya saling bercanda, Nattan tidak henti-hentinya mengganggu nayna dan menggodanya dengan meminta lagi.


Diluar susah gelap jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Setiap sudut ruangan yang ada di perusahaan itu sudah terlihat sepi, dan beberapa ruangan lampunya sudah di matikan. Hanya ada beberapa orang OB yang tampak sedang bersih-bersih.


Saat sampai dilobi Nayna dan Nattan dikagetkan oleh Ardy yang masih duduk di sana sambil memegang ponsel di tangannya.


Nattan dan Nayna berjalan ke dekat ardy, mereka menghampiri ardy, yang tampak tidak menyadari kedatangan mereka.


"Belum pulang kamu, ngapain masih di sini...? (tanya Nattan saat sudah berada di dekat ardy)


"Eh kalian buat kaget orang aja (kaget ardy, yang langsung berdiri dari duduknya)


"Kamu tuh yang bikin kita kaget, ngapain sih masih di sini, gak pulang lo. (omel Nattan)


"Saya...!!! ya nunggu kalian lah, ngapain aja sih kalian di atas kok lama bangat turun nya, sampai keram nih badan duduk di sini nungguin kalian berdua. Jadi curiga saya.... (omel ardy dengan sorot mata yang menyelidiki, lalu saat menyadari pikirannya benar ardy menggeliat meregangkan pinggangnya yang pegal dengan tatapan ngeledek Nattan)


Bukan Nattan namanya kalau gak mengerti dengan tingkah ardy sahabat kecilnya itu. Apalagi sudah mulai melihat dengan tatapan yang aneh seperti itu.


"Siapa juga yang minta kamu nungguin kita, udah lah ar gak usah cari alasan kamu, saya tau maksud kamu, gak usah banyak omong. Ayo pulang... (kata Nattan, lalu menjepitkan kepala ardy dengan tangannya)


"Hai hai nat, Nattan...kepala saya bisa copot kalau kamu gini ini (kata ardy sambil berusaha lepas dari cengkraman Nattan)


"Biar aja, biar kamu gak terlalu usil jadi orang (kata Nattan, masih mengencangkan tangannya)


Nayna yang ada di sana menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua sahabat itu, sahabat yang begitu akrab saling bercanda saat diluar jam kerjanya, sahabat yang saling bekerja sama dan tampak serius saat bekerja.


"Udah mas kasihan kan mas ardy, dia kesakitan loh. (nayna berusaha mencegah memegang jas yang di kenakan Nattan)


Nattan pun melepas ardy.


Keduanya tertawa lepas.


Nayna hanya bisa tersenyum, menggelengkan kepala melihat tingkah dua sahabat itu.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐Ÿ’ช untuk menulis โœ๏ธ dan bisa Update setiap hari....


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih ๐Ÿ™...

__ADS_1


...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...


__ADS_2