
Nattan tampak ragu saat mengetuk pintu kamar nayna. Dan saat Nattan ingin mengetuk pintu, tiba-tiba pintu di buka dari dalam oleh nayna.
"Mas Nattan, ada apa...? (tanya nayna kaget)
"Em... gak ada apa-apa, saya cuma... (Nattan menghentikan ucapannya dan mengurungkan niatnya untuk berbicara, karena kaget nayna tiba-tiba muncul)
"Cuma apa mas...?(tanya nayna)
"Gak ada apa-apa, oh ya kamu mau ke mana...?
"Nay, mau ke bawah mas mau ambil air minum. Apa mas mau di ambilkan sekalian...? (tanya nayna)
"Ya boleh, tapi mas boleh tunggu di dalam kamar kamu kan...? ardy lagi tidur, jadi mas gak mau ganggu dia di kamar. (Nattan)
"Em...Ya mas boleh, masuk aja. oh ya mas mau minum apa...?(nayna)
"Kopi boleh. (Nattan)
__ADS_1
"Baiklah mas, sebentar nay buatkan. (nayna)
Nayna pergi menuruni tangga, nayna melihat ke arah sekitar, mencari di mana letak dapur.
"Di mana dapurnya, kenapa saya bisa lupa menanyakannya sama mas Nattan, harus tanya siapa...? kemana semua orang, apa pada tidur. (gumam nayna pada dirinya sendiri sambil melihat jam yang ada di dinding yang menunjukan pukul 2 siang)
Nayna melangkah ke arah depan, karena arah itu yang nayna tau, berharap dia menemukan seseorang untuk dia bertanya. Belum sampai dia di ruang depan, tiba-tiba nayna mendengar dari arah belakang ada yang memanggilnya. Nayna pun membalikan tubuhnya menghadap arah suara.
"Pak dedi, nay kirain siapa...?
"Nay mau ambil minum di dapur pak, tapi nay gak tau dapurnya di mana...? makanya nay mau ke depan mencari orang untuk bertanya karena di sini tidak ada satu orang pun nay jumpai tadi.
"Biar bapak panggilkan pak totok ya nak, atau biar bapak buatkan, kamu mau minum apa nak...?
"Gak usah pak biar nay ambil sendiri saja, bapak tunjukkan saja di mana dapurnya.
"Baiklah nak, kamu masuk aja lewat pintu yang itu, terus kamu lurus aja nanti kamu lihat sebelah kiri nah di situ dapurnya.
__ADS_1
"Kenapa letak dapurnya tidak terlihat pak, apa kakek sengaja mendesain ruangan di setiap villa ini seperti terpisah dari yang lain. (tanya nayna)
"Ya nak, karena ini adalah ruangan pribadi keluarga, jadi hanya keluargalah yang ada di gedung villa yang ini, kalau untuk dapur sengaja di hubungkan dengan pintu karena itu memudahkan pak totok sekeluarga mengakses villa ini karena rumah mereka yang ada di belakang terhubung dengan dapur. kalau keluarga tuan tidak ada di sini pintu ini akan di kunci, dan cuma pak totok dan istri lah yang di izinkan tuan untuk masuk ke dalam gedung villa yang terhubung ke setiap kamar pemiliknya, untuk bersih-bersih, karena dari dulu tuan yoga tidak mau ada orang asing yang masuk ke dalam ruangan pribadi keluarga, tuan muda Nattan juga seperti itu nak, dia tidak pernah mengizinkan siapa pun masuk ke dalam kamar pribadinya di dream house kecuali ardy dan asisten rumah tangga kepercayaannya. (pak dedi)
"Kakek, dan kedua orang tua nya juga tidak pernah masuk ke kamar mas Nattan di dream house pak...?
"Ya nak. (jawab pak dedi)
"Kalau dia sedang sakit saat berada di dalam kamarnya terus gak ada juga yang boleh masuk pak. (Tanya nayna)
"Mungkin kecuali itu nak.
"Oh kirain, baiklah pak kalau begitu nay ke dapur dulu ya.
"Ya nak, bapak juga mau ke depan dulu.
Nayna masuk lewat pintu sesuai yang di arahkan oleh pak dedi, sesampainya nayna di dapur nayna tidak melihat siapa pun ada di sana, nayna pun membuatkan kopi dan mengambil air hangat putih untuk nya, lalu membawanya keluar menuju kamar atas, melangkah perlahan menaiki satu persatu anak tangga.
__ADS_1