Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Pesta Pernikahan (teman)


__ADS_3

Beberapa hari pun sudah berlalu


Hari ini adalah hari pernikahan Dita dan Dr Nando.


Semua persiapan sudah 100%.


Dita saat ini sedang di rias, di temani ibunya dan juga mami Jihan di salah satu kamar yang ada di hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan nya.


Mami Jihan sebagai penanggung jawab semua persiapan memang datang lebih awal untuk memastikan acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang sudah dia atur nya dan juga sesuai kesepakatannya dan kedua pengantin.


Nando dan Dita memang menyerahkan semua persiapan kepada mami Jihan, sesuai permintaan mami Jihan sendiri. Sebenarnya Nando maupun Dita merasa sungkan saat mami Jihan tiba-tiba menawarkan diri untuk membantu semua persiapan pernikahan mereka. Karena mami Jihan memaksa akhirnya Nando dan Dita menyetujui nya.


Mami Jihan terlihat sangat senang mengatur semuanya mami Jihan sudah menganggap Nando dan Dita sebagai anaknya makanya dia merasa sangat senang mengatur semuanya.


Di Dream house


Nayna, yang berbeda di pelukan Nattan melepaskan tangan Nattan dengan berlahan dari tubuh nya lalu Nayna pun berusaha untuk duduk tanpa menggangu Nattan yang saat ini masih tidur.


"Mau kemana sayang...? bukannya tadi sayang bilang masih mengantuk dan mau lanjut tidur nya...! kok sekarang malah bangunan...? (tanya Nattan yang sudah membuka lebar matanya menatap Nayna)


Nayna mengembangkan senyumnya membalas menatap Nattan.


"Iya mas, tadi nay memang masih mengantuk, tapi sekarang ngantuk nay tiba-tiba hilang mas, karena nay baru ingat, hari ini itu hari pernikahan nya Dita dan Dr Nando jadi kita harus cepat bersiap dan pergi ke sana mas, nay yakin pasti mami sudah ada di sana sekarang. (dengan riang Nayna mengatakan nya)


"Sayang ini itu baru jam 8 loh, jadi ngapain sayang ke sana sepagi ini. Kan undangan nya siang. Kalau mami ya pasti lah udah ada di sana sayang, kan semuanya mami yang ngatur. Kalau mami gak ada di sana bisa-bisa semua nya pada berantakan sayang. (jelas Nattan, lalu mendudukkan dirinya dan bersandar di sandaran tempat tidur)


"Ya acara resepsi nya memang siang mas, tapi nay itu mau lihat acara ijab kabul nya mas. Kalau mas gak mau ikut ya udah gak apa-apa, nanti nay minta jemput aja sama Dinda. (Nayna dengan raut muka cemberut)


"Kok Sayang begitu sih...!!! Sayang... Mas itu bukannya melarang sayang pergi sepagi ini, tapi mas cuma cemas aja nanti sayang itu terlalu capek, acara nya sampai malam loh sayang. (kata Nattan yang berusaha memberi perhatian kepada Nayna)


"Nay yakin gak akan capek kok mas, lagian kalau ijab Kabul nya selesai nay akan bisa pulang dulu untuk istirahat dan siangnya baru nay ke sana lagi. (kata Nayna)


"Tapi sayang...! Sayang itu pasti akan lebih capek karena harus bolak balik seperti itu. Begini sayang, dari pada sayang itu kecapean lebih baik sayang itu menyaksikan ijab Kabul nya lewat ponsel aja, nanti sayang kan bisa VC sama Dinda. (Nattan masih berusaha memberi masukan kepada Nayna)


"Gak mau, pokok nya nay mau menyaksikan nya secara langsung mas, nay gak mau menyaksikan nya hanya dari ponsel aja. Kalau mas mau datang siang ya udah terserah mas. Biar nay hubungi Dinda untuk menjemput nay ke sini. (tegas Nayna, lalu Nayna mengambil ponselnya dan dengan cepat mencari nomor kontak Dinda)


Nattan menatap Nayna, lalu menarik nafasnya dalam lalu berlahan menghembuskan nya.

__ADS_1


"Baiklah baiklah, kita pergi sekarang. Jadi sayang gak usah menghubungi Dinda. (kata Nattan dengan cepat)


Nayna menatap Nattan


"Benaran mas...? (tanya Nayna meyakinkan)


"Ya benar, udah sana sayang siap-siap dulu. (kata Nattan pasrah)


Dengan semangat Nayna turun dari tempat tidur, sambil bersenandung Nayna berjalan ke arah kamar mandi. Baru saja beberapa langkah Nayna kembali berbalik menghadap ke Nattan yang menatap nya.


Dengan langkah cepat Nayna pun menghambur memeluk Nattan. Dengan cepat Nattan menangkap tubuh Nayna.


"Sayang pelan-pelan, apa sayang lupa kalau di perut sayang ada Baby. (kata Nattan yang dengan cepat menangkap tubuh Nayna memeluknya)


"Oh iya maaf mas nay lupa. (Nayna melepaskan pelukannya) Maaf ya mas, maafin bunda juga ya sayang... (kata Nayna menatap Nattan lalu mengusap perut nya)


"Ya gak apa-apa sayang, lain kali lebih hati-hati ya sayang. Ya udah, sana siap siap-siap. (kata Nattan)


Nayna menganggukkan kepalanya lalu tersenyum, Nayna mengecup pipi Nattan lalu melesat pergi menjauh dari Nattan.


Nayna tampak tidak menghiraukannya, Nayna langsung masuk ke kamar mandi. Nattan yang melihat Nayna seperti itu menggelengkan kepalanya, lalu dengan berlahan Nattan memegang pipinya yang di kecup oleh Nayna secara tiba-tiba itu.


Nattan mengusap pipinya, lalu tersenyum (tersipu malu)


"Udah mulai nakal kamu sekarang ya sayang...!!! Tindakan kamu yang seperti ini lah yang membuat mas semakin mencintai kamu sayang. (kata hati Nattan)


Nattan turun dari tempat tidur, mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidur.


Nattan melihat ke pintu kamar mandi yang tertutup rapat itu. lalu Nattan pun berjalan ke balkon kamar.


Saat di balkon, Nattan berbicara dengan seseorang lewat sambungan ponselnya yang sudah terhubung dengan orang yang di hubungi nya.


๐Ÿ“ž (Nattan) Lakukan tugas kalian dengan sangat baik, ingat saya tidak mau ada yang terlupakan satu pun (tegas Nattan yang berbicara lewat sambungan ponsel nya)


Setelah mengatakan itu Nattan pun memutuskan sambung telponan nya.


Nattan menggenggam ponsel di tangan kiri nya, tatapan Nattan lurus ke depan. Entah apa yang di pikirkan oleh Nattan saat ini.

__ADS_1


Setelah cukup lama berada di balkon kamar. Nattan pun kembali masuk ke dalam kamar, lalu menghampiri nayna yang sedang duduk di meja riasnya.


Nattan memeluknya dari belakang, lalu menghirup atau mengendus aroma tubuh nayna dan Nattan pun mencium leher nayna.


"Mas...udah ah jangan begini...!! (nayna menggeliat karena geli) Udah sana mandi, mas kan juga harus bersiap. Pakaian mas udah nay siapkan di dalam. (kata Nayna menepuk-tepuk dengan lembut pipi nattan yang sebelahnya)


"Tapi sayang...! (ucap Nattan dengan manja)


"Udah gak usah banyak tapi-tapi, nay tau mas hanya mencoba mencari alasan supaya kita gak jadi ke sana sekarang kan. (kata nayna dengan tegas)


"Siapa yang mencari alasan sayang...!!! Mas itu cuma mau bermanja-manja sebentar kok sama sayang, ini itu bawaan beby loh sayang. (manja Nattan)


"Mas yang hamil itu nay, bukan nya mas. Udah sana mandi... gak usah banyak alasan. (tegas nayna lalu memelototkan matanya menatap Nattan dari kaca cermin yang ada di hadapan nya)


Nattan pun bergidik ngeri, lalu Nattan pun tersenyum.


Nattan mengecup pipi nayna lalu berjalan dengan lunglai ke arah kamar mandi.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐Ÿ’ช untuk menulis โœ๏ธ dan bisa Update setiap hari....


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โœŒ...


...Terima kasih ๐Ÿ™...


...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2