
Pak dedi sudah berada di ruang makan saat ini, dan di sana ada kakek yoga, papi syam, dan mami jihan.
"Tuan maaf saya mengganggu sarapan tuan, ada hal penting yang harus saya sampaikan saat ini tuan. (kata pak dedi yang berdiri di samping kakek yoga)
Kakek yoga yang sedang menyuapi sarapannya langsung menghentikan gerak tangan nya, meletakan sendok serta garpu yang di pegang nya lalu melihat ke pak dedi yang berdiri di samping nya saat ini.
"Ya ada apa...? (tanya kakek)
"Tuan, baru saja saya dapat telpon dari bik minah asisten rumah tangga di dream house, dia mengabarkan kalau nona nayna saat ini sedang di bawa ke rumah sakit oleh tuan muda dan ardy. (jelas pak dedi dengan sangat hati-hati)
"Apa...nayna di bawa ke rumah sakit...! Emangnya nayna kenapa mas dedi....? Kenapa sampai di bawa ke rumah sakit...? Bagaimana ini ayah, mas...! ayo kita ke rumah sakit sekarang. (kata mami jihan, yang kaget langsung berdiri dari duduk nya, dan mulai panik menarik-narik lengan papi syam)
"Mi, mami tenang dulu jangan panik seperti ini. Kalau mami sudah tenang kita berangkat ke rumah sakit sekarang. (kata papi syam memeluk istri nya untuk menenangkannya)
Mami jihan pun mulai tenang.
"Udah ayo kita ke rumah sakit sekarang. (kata kakek yoga yang berusaha tenang)
Dengan cepat semuanya berjalan ke depan menuju mobil, semua orang tampak tergesa-gesa saat ini. Para supir juga bergegas untuk mengeluarkan mobil karena semua mobil masih berada di dalam garasi saat ini.
Sudah menjadi kebiasaan dari dulu, semua supir memanaskan, mengecek serta membersihkan mobil di dalam garasi yang sangat besar itu, mobil akan keluar hanya saat akan di gunakan.
"Dedi mana mobil nya, kamu bisa lebih cepat gak mengeluarkan mobil nya...? (omel Kakek yoga, yang sudah mulai panik saat ini)
Papi syam merangkul mami jihan yang sudah mulai menangis saat ini, mami jihan tidak henti-hentinya memanggil nama nayna, dan bertanya apa saja tentang keadaan nayna kepada papi syam. Dan di jawab dengan lembut oleh papi syam sambil menenangkan istrinya.
"Tidak ada yang becus bekerja di rumah ini, udah jam segini satu mobil pun belum di keluarkan dari garasi. (omel kakek, lalu masak kedalam mobil karena mobil yang di kendari pak dedi baru saja terparkir di hadapannya)
Papi syam dan mami jihan juga ikut masuk ke dalam mobil yang sama dengan kakek yoga yang di kemudikan oleh pak dedi.
"Saya gak abis pikir sama semua supir, mereka selalu aja bergerak sangat lambat. (kakek mulai ngedumel)
Dedi, tolong kamu urus semua supir yang tidak becus bekerja itu, jika perlu kamu pecat mereka semua saya tidak melihat lagi para pekerja yang gak becus bekerja seperti mereka. (omel kakek yoga lagi)
"Baik tuan, nanti saya urus mereka (kata pak dedi)
__ADS_1
Pak dedi sengaja berkata seperti itu, supaya kakek yoga lebih tenang, karena pak dedi tau kakek yoga pasti sedang panik dengan keadaan nayna, makanya dia menyalakan semua pekerjaan supir dan marah-marah tentang mereka.
"Kenapa kamu membawa mobil nya pelan banget sih dedi, udah kayak keong berjalan saja jalan nya. Apa kamu gak bisa mengemudi lebih cepat lagi...? (omel kakek yang duduk di samping pak dedi)
"Maaf tuan (kata pak dedi, lalu pak dedi pun mempercepat laju mobilnya)
"Syam coba kamu hubungi Nattan, tanya sama dia bagaimana keadaan nayna saat ini...! (kata kakek yoga melihat ke arah papi syam)
"Ya mas coba mas hubungi Nattan atau ardy (kata mami jihan di sela-sela tangisan nya menatap ke suami nya)
Papi syam mengeluarkan ponsel nya lalu menghubungi Nattan, ponsel Nattan aktif sambungan nya masuk tapi gak di angkat oleh Nattan.
"Ponsel nya gak di angkat sama Nattan nya ayah, mi (kata papi syam)
"Coba ardy mas (kata mami jihan)
"Sama mi gak di angkat juga. (kata papi syam setelah mencoba menghubungi ardy) Mungkin mereka berdua lagi repot makanya gak di angkat telpon dari kita (kata papi syam lagi)
"Lebih cepat lagi dedi (kata kakek yoga yang sudah tidak sabar lagi untuk sampai di rumah sakit)
"Baik tuan (kata pak dedi, dan menambah kecepatan mobil)
Pak dedi memberikan kunci mobil kepada satpam rumah sakit untuk di parkir kan. Lalu pak dedi menyusul kakek, papi syam dan mami jihan yang sudah duluan masuk.
"Ayah, ayah juga ada di sini...? (kata dinda yang melihat pak dedi dan menghampiri nya)
"Eh dinda, dita. Ya ayah di sini bersama kakek sekeluarga. (kata pak dedi melihat ke dinda dan dita yang berdiri di samping nya) Udah yok masuk, kalian berdua juga mau melihat nayna kan...! (kata pak dedi lagi)
"Iya om, kita berdua mau tau keadaan nayna, sebenarnya kita berdua ada di rumah nayna tadi saat nayna tiba-tiba pingsan. (kata dita)
"Jadi kalian berdua juga ada di sana tadi. Ya udah nanti saja kita membahasnya sekarang kita masuk dulu. (kata pak dedi)
"Iya ayah (kata dinda)
"Iya om (kata dita)
__ADS_1
Mereka pun segera masuk, lalu menghampiri Kakek yoga dan yang lain yang saat ini sudah sampai di depan ruang IGD di mana di sana sudah ada Nattan dan ardy.
Mami jihan sudah meluk Nattan saat ini, dia tidak henti-hentinya menangis.
Kakek yoga dan papi syam di ajak duduk oleh ardy supaya semua nya lebih tenang.
Pak dedi, dinda dan dita bergabung di sana.
"Bagaimana keadaan nayna nya adry...? (tanya pak dedi)
"Kita belum tau ayah dokter masih menanganinya di dalam. (jelas ardy)
"Semoga nayna baik-baik saja (kata dinda)
"Amiiin... (jawab semuanya)
"Sebenarnya apa yang terjadi ardy...! kok bisa nayna sampai pingsan seperti itu...? (tanya papi syam)
Ardy pun menceritakan semuanya dari awal, mulai dari kekhawatiran Nattan saat di luar kota sampai nayna di bawa ke rumah sakit dan di tangani oleh para dokter.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
__ADS_1
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...