Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Liburan ke Puncak 2


__ADS_3

Kedua mobil memasuki area villa yang sangat mewah dengan pemandangan yang begitu memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. nayna tampak sangat kagum dengan pemandangan yang baru pertama kali di lihatnya, rasa kantuk yang dari tadi nayna tahan pun lenyap seketika setelah dia melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


Mobil pun berhenti tepat di depan pintu utama villa, semua orang yang ada di dalam mobil pun keluar, dan di sambut oleh pak totok dan istrinya.


"Selamat datang tuan, nyonya, tuan besar dan yang lain. Bagaimana perjalanannya...? (pak totok)


"Terima kasih pak, Alhamdulillah perjalanan yang menyenangkan, Bapak sekeluarga apa kabar...?(jawab mami jihan)


"Alhamdulillah, kami semua baik nyonya (pak totok)


"Oh ya perkenalkan sayang ini pak totok dan ini istrinya susi, mereka penjaga sekaligus pengurus villa kita, pak totok ini nayna calon istri Nattan. (mami jihan memperkenalkan sambil menggandeng nayna)


"Assalamualaikum...pak, buk, perkenalkan saya nayna. (sambil menjabat tangan pak totok dan istri bergantian)


"Waalaikumsalam...nona, wah cantik dan sopan ya nyonya calon menantunya, tuan muda memang pintar mencari calon pendampingnya. Maaf nona istri saya tidak bisa bicara, makanya dia tidak menjawab nona, dan hanya menganggukkan kepala saja. (pak totok)


"Ya pak tidak apa-apa, panggil nayna atau nay saja pak, saya tidak terbiasa di panggilan begitu.


"Baik, nak nayna. (pak totok)


"Ah bapak bisa aja mujinya nanti Nattan besar kepala loh (jawab mami jihan sambil becanda mencairkan suasana)


Semua orang tertawa, Nattan cuma diam saja tidak bergeming sama sekali, wajahnya datar tanpa ekspresi sama sekali, karena ada sesuatu yang Nattan pikirkan.


"Sudah-sudah ayo kita masuk, saja capek banget mau istirahat dulu. (kata kakek yoga)


Semuanya masuk ke dalam villa, nayna bertambah kagum melihat kemewahan villa itu.


"Pak totok tolong di bawa masuk semua barang-barang ya, untuk tas yang itu masukan ke kamar atas ya, di sebelah kamar tuan muda Nattan dan ardy, bapak sudah menata kamarnya seperti yang saya mau kan...?(mami jihan)


"Sudah nyonya, kalau begitu saya permisi dulu nyonya (pak totok)

__ADS_1


"Ya pak, silahkan. saya juga mau masuk dulu menyusul yang lain.


Mami jihan masuk, dan mendekat ke anggota keluarga yang sedang duduk di sofa ruang depan villa. kakek yoga sudah masuk ke kamar yang bisa dia tempati bersama asisten pribadinya pak dedi seperti biasa.


"Ayah dan mas dedi udah di kamar mas...? (tanya mami jihan kepada suami, dan duduk di dekat suaminya)


"Sudah mi, baiklah papi juga mau istirahat dulu, nanti sore baru kita jalan-jalan keluar bersama kata ayah tadi.


"Ya pi, mami juga mau istirahat, papi duluan aja. ardy kamu antar ibu mu ke kamar bisa, kelihatannya santi sangat lelah.


"Ya tante, mari bu ardy antar, biar ardy yang bawa barang-barang ibu.


"Ya nak. nay ibu ke kamar dulu ya. (ibu santi)


"Ya bu. (jawab nayna)


Papi syam berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke kamar, begitu juga dengan ardy dan ibu santi mereka juga pergi dan masuk ke kamar.


"Nattan kamu antar nayna ke kamar atas ya, kalau nayna mau melihat-lihat sekitar villa boleh, nanti minta teman kan Nattan ya sayang, mami capek mau istirahat dulu. (mami jihan)


"Ya sudah, Nattan kamu antar nayna ya, tunjukkan kamarnya. mami masuk dulu.


Mami pun meninggalkan nayna dan Nattan berdua di ruang depan. Nattan berdiri dari duduknya.


"Ayo saya antar ke kamar kamu. (Nattan)


"Ya mas terima kasih (jawab nayna sambil ikut berdiri)


Nattan berjalan dan menaiki anak tangga satu persatu, di ikuti oleh nayna dari belakang, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua, sampai lah mereka di depan pintu sebuah kamar.


"Masuk lah, ini kamar kamu. kalau ada apa-apa atau ada yang kamu butuhkan saya sama ardy ada di sebelah, atau kamu bisa panggil pak totok yang tadi.

__ADS_1


"Ya mas terima kasih, saya masuk dulu.


Nayna masuk ke dalam kamarnya, berjalan ke arah jendela dan membuka tirai jendela yang memperlihatkan ke indahan pemandangan di belakang villa, lalu nayna melangkah ke arah pintu yang terhubung dengan balkon kecil yang ada di kamar itu, membukanya dan duduk di kursi yang ada di sana, nayna menikmati pemandangan yang sangat indah itu untuk pertama kalinya.


Nattan pun pergi dan masuk ke dalam kamarnya. lalu membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk di dalam kamar itu. sambil bergelut dengan pikirannya Nattan memejamkan matanya.


Tidak lama ardy pun masuk ke dalam kamar di mana Nattan sudah ada di dalamnya. Ardy duduk di pinggir tempat tidur, tepat di sebelah Nattan.


"Kenapa kamu...? saya lihat dari tadi kamu ada sesuatu yang kamu pikirkan. (tanya ardy)


Nattan membuka matanya, menatap ke arah ardy.


"Ah...sok tau kamu. Saya biasa saja (jawab Nattan)


"Udah lah Nattan wajah kamu itu tidak bisa berbohong, apa lagi kepada saya, kamu tidak bisa menutupinya, saya tau dari kamu mendengar nayna menelpon di dalam mobil tadi wajah kamu langsung berubah. Kenapa kamu merasa penasaran siapa yang menghubungi dia, atau kamu cemburu...? kalau iya kamu cerita saja. (ardy)


"Siapa yang cemburu, saya cuma penasaran siapa yang menghubungi dia, karena kemaren dia bilang kepada saya dia tidak punya pacar, tetapi tadi di mobil dia telponan sama cowok, jangan-jangan dia lagi dekat dengan seseorang, saya cuma tidak mau merusak kebahagiaan dia. (kata Nattan sambil duduk, dan menyenderkan badannya)


"Emang tau dari mana kamu kalau yang nelpon tadi adalah cowok, emang kamu sudah bertanya sama nayna...? (ardy)


"Apa kamu tuli, tadi kan dia menyebutkan nama dit di telpon, pasti itu laki-laki. dan juga dia titip apa tadi...? oh ya kado untuk ultah temannya yang bernama leo. bearti mereka laki-laki kan....?


"Hahaha... kamu lucu bro, dit dit itu bukan berarti nama cowok bro. lebih baik kamu tanya dia sekarang, biar tidak ada salah paham di antara kalian berdua, bukannya kalian berdua sebentar lagi mau menikah. (ardi)


"Em... (Nattan)


"Kenap...? takut, atau gengsi, alah cemen lo. (Ledek ardy)


"Siapa yang takut, siapa juga yang gengsi. saya berani. (sombong Nattan)


"Kalau kamu berani ya sudah pergi sana, kenapa masih tiduran di sini, Sana...sana...sana saya mau istirahat. (ardy)

__ADS_1


"Ya ya ya bawel, kayak emak tiri lo. (Nattan)


Nattan turun dari tempat tidurnya dan melangkah keluar, menuju kamar nayna yang ada di sebelah kamarnya dan ardy.


__ADS_2