Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Di Mal


__ADS_3

Mami jihan, nayna, dita dan dinda sudah berada di dalam mal, mami jihan tampak sangat bahagia bisa menghabiskan waktu dengan putrinya dan kedua teman putrinya itu.


"Sayang, dinda, dita kita ke toko ini dulu ya. Kalian pilih aja apa yang kalian mau, hari ini nayna yang akan membayar semua belanjaan kita, ya kan nay...? (tanya mami jihan sabil menyenggol bahu nayna)


"Benar nay...? (tanya dinda yang antusias)


"Em...mi maaf, uang nay sepertinya gak cukup deh untuk membayar semuanya, lagian di toko ini pasti harga pakaiannya mahal-mahal semua. (kata nayna, dengan wajah yang merasa bersalah)


"Hahaha...sayang, kamu kan punya kartu itu, kamu ada bawakan...?


"Ada mi, tapi...


"Udah, gak usah tapi-tapi, ayo masuk...!!! Dinda, dita kalian pilih aja ya, nanti tante yang bayar, awas ya kalau kalian sampai gak ambil apa yang kalian mau, tante akan ngambek. Ingat ambil yang banyak. (kata mami jihan, saat sudah masuk ke toko itu, dan mulai memilih-milih)


Nayna, dinda dan dita mengikuti langkah mami jihan, dinda yang biasanya sangat suka belanja hanya diam mengikuti, dia tidak percaya apa yang di bilang oleh mami jihan, dinda dan dita beranggapan mami jihan hanya bercanda.


"Kenapa kalian bertiga malah ngikutin saya...? apa kalian gak mau belanja...?


Mereka bertiga pun menggelengkan kepalanya serentak.


"Kenapa...? Apa kalian gak suka belanja di toko ini, atau...? em...apa kalian gak percaya tante mampu bayarin belanjaan kalian...? (tanya mami jihan dengan wajah serius)


"Bukan begitu tante, kita kira tante hanya bercanda tadi. Ya kan din...? (kata dita melihat ke arah dinda)


"Benar tante, apa lagi semua pakaian di sini sangat mahal, dinda aja yang hobi shoping belum pernah belanja di sini (jujur dinda)


"Hahaha kalian memang gadis-gadis polos dan lucu. Kenapa gak dari dulu ya tante kenal kalian. Asal kalian tau ya tante dari dulu sangat ingin punya anak perempuan ya biar tante bisa ajak belanja-belanja kayak gini, kalian berdua gak usah kuatir kalian kan sahabat baik putri tante jadi tante sudah anggap kalian putri tante juga. Mulai sekarang kalian gak usah sungkan. Ambil aja yang apa yang kalian mau. Ok


"Ya tante terima kasih. (kata dinda dan dita bersamaan)


"Ya, ayo kita pilih-pilih lagi. (kata mami jihan, sambil menggandeng tangan nayna)


Mereka pun memilih pakaian, tas, sepatu dan yang lain-lain sesuai yang mereka ingin kan, mami jihan sangat antusias memilihkan apa saja untuk nayna, walaupun sudah di tolak oleh nayna berkali-kali tetapi mami jihan tetap mengambilnya dan meminta nayna mencobanya. Nayna hanya bisa pasrah mengikuti semua keinginan mami jihan karena nayna merasa senang melihat mami jihan yang tampak sangat bahagia.


Mereka sudah berada di kasir untuk membayar semua barang belanjaan nya. Begitu juga dengan dita dan dinda, mereka juga sudah menenteng barang belanjaan yang mereka pilih.

__ADS_1


Kasir toko pun sudah mulai menghitung semua barang belanjaan mereka.


"Mami, kenapa tidak ada satu barang pun untuk mami yang mami pilih ini...? (tanya nayna)


"Ada itu (kata mami menunjuk tas yang di pegang oleh orang yang ada di kasir)


"Kok cuma 1 tas aja tante, apa barang belanjaan kami terlalu banyak...!!! (seru dinda)


"Bukan begitu dinda, tante cuma ambil 1 tas karena tante cuma butuh itu aja, kalau yang lain tante udah punya di rumah, kalau tas itu tante sengaja pesan sama pemilik toko ini beberapa hari yang lalu, makanya tante ajak kalian ke sini ya sekalian bisa belanja juga, mumpung gratis. Hehehe...


"Gratis maksud mami, kita gak usah bayar semua ini...? (tanya nayna, dengan memasang wajah polosnya)


"Bukan begitu sayang, kita kan bayarnya menggunakan kartu yang sama kamu, ya jadinya gratis deh. Ya udah kamu kasih kartunya sama mbak yang ada di kasir nya sekarang sayang...!!! (kata mami jihan saat melihat mbak di kasir nya sudah selesai menghitung)


Nayna mengeluarkan kartu yang ada di dalam dompetnya, dan memberikannya kepada mbak yang ada di kasir, nayna mengikuti semua arahan dari mami jihan, setelah selesai nayna kembali mengambil dan memasukan kartu itu di dalam dompetnya.


Dinda dan dita hanya diam tetapi saling tatap, mereka tampak sangat heran dan rasa penasaran mereka semakin bertambah.


Nayna, dinda dan dita pun mengambil barang belanjaan mereka.


"Ya tan, nay, terima kasih banyak maaf merepotkan. (dita)


"Udah gak usah terima kasih - terima kasih, kayak sama siapa aja kalian ini. Kan tadi tante sudah bilang, bukan cuma nayna yang putri tante tapi kalian berdua juga.


Dinda dan dita yang merasa terharu pun langsung memeluk mami jihan, dan di balas peluk oleh mami jihan.


"Tante sangat baik, dinda sangat senang bisa kenal sama tante (kata dinda saat mereka sudah melepas pelukannya)


"Dita juga (kata dita, sambil menganggukkan kepalanya)


"Ya udah, udah ya jangan memuji tante terus bisa-bisa nanti tante terbang beneran lagi. (kata mami jihan sambil tersenyum) Ya udah sekarang kita muter-muter lagi yok...?


Nayna, dinda dan dita pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka pun memutari mal saling bergandengan sambil di iringi dengan canda dan tawa.


Setelah merasa lelah berkeliling mereka istirahat di tempat makan yang ada di dalam mal. Setelah cukup lama dan hari sudah mulai gelap mereka pun memutuskan untuk pulang, mami jihan dan nayna sudah berada di dalam mobilnya, begitu juga dengan dita dan dinda, setelah berpamitan sama mami jihan dan nayna, mereka juga masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Mobil mami jihan dan dinda pun melaju meninggalkan mal, menuju rumah masing-masing. Dinda sebelum pulang mengantarkan dita terlebih dahulu ke kost nya.


Begitu juga dengan mami jihan, mami jihan juga mengantarkan nayna ke dream house, setelah sampai di dream house, mami jihan langsung kembali ke rumah besar tanpa mampir terlebih dahulu karena mami jihan mendapatkan telepon dari papi syam meminta dia untuk sudah sampai ke rumah sebelum magrib, karena buru-buru jadi mami jihan hanya mengantarkan nayna sampai pintu gerbang dream house, lalu pamit pulang.


Nayna berjalan ke arah pintu utama, lalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam, nayna pun masuk setelah di bukakan pintu dan di jawab salamnya oleh bik Minah.


"Sini non, biar bibik bawa barang-barangnya ke atas. (kata bik Minah)


"Gak usah bik, nay bisa sendiri kok, lagian nay kan masih muda bik, masak nay gak kuat bawa barang kayak ini aja.


"Ya udah kalau begitu non, bibik kembali ke belakang dulu ya.


"Ya bik, tapi tunggu bik...!! ini untuk bibik sama mang koko, semoga bibik dan mang koko suka ya. (kata nayna sambil menyerahkan satu buah paper bag yang di pegang nya.)


"Terima kasih ya non. Kenapa non harus repot-repot sih...!!!


"Ya bik sama-sama, nay gak repot kok bik, oh ya mas Nattan sudah pulang bik...?


"Udah non, dan sekarang mas Nattan ada di ruang kerjanya (kata bik Minah)


"Oh ya udah kalau begitu nay ke atas dulu ya bik, gerah mau mandi dulu.


"Ya non. Bibik juga mau ke belakang.


Nayna berjalan dan menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya, sedangkan bik Minah kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk majikannya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Alhamdulillah ...


...Novel pertama ku "Cinta Karena Janji" selalu dapat respon yang positif dari semua Reader...


...Terima Kasih semua ๐Ÿ™ I Love You ๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2