
Nayna berlahan mendekati dua sahabat nya itu. Lalu membawa mereka kembali duduk di tempat tidur.
Mereka pun menuruti.
Ketiganya duduk bersila di atas tempat tidur, nayna dan dinda menyandarkan tubuh nya di sandaran tempat tidur.
Sedangkan dita duduk di sisi depan kedua sahabat nya. Dita meraih bantal lalu meletakkan nya di atas kedua kaki yang sedang bersila.
Dita menatap dinda dan nayna bergantian, lalu kembali menundukkan pandangan nya.
Ketiganya diam
Beberapa menit mereka saling diam seperti itu, dita tampak ragu untuk memulai pembicaraan, dita tidak henti-hentinya memainkan jari-jari nya. Lalu dengan berlahan dita mengangkat kepalanya.
"Nay, din sebelum nya gue mau minta maaf karena gue sudah buat kelian berdua kesal dan bertanya tanya selama ini, dan gue yakin saat gue menceritakan semua ini pasti kalian berdua juga gak akan mau bersahabat lagi sama gue (ucap dita)
Dita melihat ke nayna dan dinda lagi secara bergantian.
Nayna dan dinda tetap diam mendengarkan.
"Din, apa lo ingat saat lo menghubungi gue malam itu...? saat lo bilang lo diterima di kampus...? (tanya dita menatap dinda)
"Ya gue ingat, tapi malam itu gue belum sempet berbicara banyak sama lo dit, dan lo matiin sambungan nya begitu saja. (kata dinda menjelaskan)
"Ya din, sebentar nya bukan gue yang mematikan sambungan telpon dari lo itu, tetapi mas nando yang mematikan nya (jelas dita lalu tertegun)
"Mas nando...! tapi dit seingat gue itu sudah sangat malam, gue menghubungi lo itu setelah gue selesai menghubungi nayna. Mungkin sekitar pukul 1 malam. (kata dinda heran)
"Ya din lo memang menghubungi gue di jam segitu. (kata dita)
"Terus, kenapa pak dr ada di dekat lo di jam segitu dit. Apa saat itu lo masih di ruang tamu atau ruang tv bersama pak dr. Tapi saat itu gue gak denger suara televisi atau apapun di sana dit. (kata dinda)
"Ya din gue saat itu tidak lagi di ruang tamu atau pun di ruang tv. Saat itu gue lagi ada di dalam kamar gue yang ada di apartemen mas nando. (kata dita)
"Terus kenapa bisa pak dr yang matikan sambungan telpon dari gue dit...? (tanya dinda tidak mengerti)
Nayna sudah mulai mengerti dengan arah cerita dita.
"Terus ngapain mas nando ada di kamar lo saat itu dit...? bukan nya lo bilang ke kita walaupun kalian tinggal serumah tapi lo dan mas nando tidur di kamar yang berbeda dit...! (kata nayna)
__ADS_1
"Apa...? Jangan bilang lo dan mas nando tidur di kamar yang sama dit. Dan lo berbohong ke kita berdua. (kata dinda)
Dita membalas tatapan dari dinda, lalu dita pun menunduk kan pandangannya.
"Gue gak berbohong din, gue dan mas nando memang tidur di kamar yang berbeda. Tapi malam itu gak tau kenapa mas nando tiba-tiba masuk ke kamar gue, katanya dia dengar gue berteriak, dia buru-buru masuk menenangkan gue. (jelas dita)
"Emang nya bibik yang tinggal di rumah lo itu kemana dit, bukannya lo bilang lo tidur di kamar itu bareng dia...? (tanya nayna)
"Bibik pulang kampung nay, ada keluarganya yang pesta, mungkin dia kesini lagi lusa. (kata dita)
"Terus dit, kan lo bilang pak dr ke kamar lo untuk menenangkan lo. Abis itu dia keluar kan...? (tanya dinda)
"Gak din, saat itu jam menunjukkan pukul 12 tengah malam. Gue setelah makan malam langsung ke kamar dan gue tidur cepat malam itu. Gue gak tau kenapa malam itu gue berteriak dalam tidur, mungkin gue bermimpi. Mas nando dengan cepat masuk ke kamar saat gue berteriak, dan dia membangunkan gue. Gue kaget pas mas nando ada di hadapan gue. Gue gak sadar saat itu gue menggunakan pakaian tidur yang terbuka, dan itu memancing mas nando sampai dia gak bisa mengendalikan diri nya, gak tau kenapa gue gak menolaknya, gue membiarkan dia melakukannya dit, nay. (jelas dita)
"Jadi lo dan pak dr sudah ***...? (tanya dinda)
Dita menganggukkan kepalanya, dia sudah tidak mampu menjawabnya.
"Gila lo dit, gila...apa lo gak berpikir dit, pak dr itu belum jadi suami lo dita. Gak seharusnya lo nyerahin itu sama dia. Dan pak dr itu juga apa dia gak mikir apa siapa yang di perlakukan seperti itu, dia kan sudah lebih dewasa dan orang berpendidikan seharusnya dia bisa berpikir. (kesal dinda)
"Ya din gue tau, tapi itu bukan salah mas nando din kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Tapi yang jadi permasalahan gue bukan itu din, nay (kata dita lagi)
"Setelah kita melakukan itu, mas nando berbisik kepada gue kalau dia sedikit kecewa kepada gue, karena dia bukan orang pertama yang menyentuh gue. (kata dita)
"Maksud lo, bukan orang pertama apa dit...? bukankah dia yang menyentuh lo duluan dit...! gue jadi bingung. (kata dinda)
"Terus kalau bukan dia yang pertama, lalu siapa yang pertama dit...? (tanya nayna)
"Kak leo nay (kata dita dengan lirih)
"Kak leo...! maksud lo... lo juga pernah melakukan hubungan itu dengan kak leo juga dit...? (tanya dinda yang sudah mulai memahami)
Dita menganggukkan kepalanya
"Dulu jauh sebelum gue kenal sama lo nay, dan sebelum gue memutuskan untuk ngekost gue sempat tinggal dengan keluarga kak leo di rumahnya, dan pada malam hari kak leo sering menyelinap masuk ke kamar gue. Awalnya dia cuma mencuri mencium gue tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Terus pada saat kedua orang tua nya keluar kota dan kita cuma berdua di rumah, gue dan kak leo melakukan itu, entah setan apa yang merasuki gue pada saat itu sampai-sampai gue bisa terayu dengan bujukannya. Kita melakukannya cuma sekali, karena gue merasa takut dan gue tau apa yang kita lakuin salah, dan pada saat kak leo berusaha meminta lagi gue selalu menghindar, sampai akhirnya gue memutuskan untuk ngekost. Dan mas Nando tau itu, dia merasa kecewa sama gue din, nay. (kata dita)
"Jadi lo dan kak leo juga sudah...! ah gue gak abis pikir sama lo dit, kok bisa gitu. Terus dari mana pak dr tau kalau lo sudah pernah begitu sama kak leo, apa lo menceritakannya....? (dinda)
"Gak din, gue gak pernah menceritakan itu kepada mas nando, dan gue bingung kenapa dia bisa tau. Dia cuma bilang ke gue dia merasa kecewa karena bukan menjadi yang pertama. Cuma itu din, nay. Dan gue merasa bersalah sama mas nando, gue merasa gak pantas lagi untuk dia. Jujur gue sudah mulai ada rasa sama dia din, nay, tapi karena gue seperti ini gue merasa gak pantes untuk dia. Dan gue juga gak pantas menjadi sahabat kalian berdua. (kata dita yang kembali meneteskan air matanya)
__ADS_1
"Dit lo gak boleh berpikiran seperti itu, mungkin mas nando memang kecewa tidak menjadi yang pertama, tetapi dia gak bilang kan kalau dia kecewa sama lo. (kata nayna)
"Ya nay dia gak bilang kecewa sama gue, tapi nay tetap aja, dia kecewa. (kata dita)
"Terus tadi mas nando ke sini menemui lo ngapain dit...? (tanya nayna)
"Mas nando minta maaf sama gue nay, dia juga minta maaf sudah melakukan itu sama gue, dan dia mau nikahin gue secepatnya, dia bilang dia gak mau kehilangan gue, mas nando meminta gue menjaga diri supaya tidak ada lagi orang lain yang menyentuh gue, dan dia juga bilang walaupun tidak menjadi yang pertama dia mau menjadi yang terakhir dan selamanya. Dan saat ini mas nando menunggu jawaban dari gue, din, nay. (jelas dita)
"Wah pak dr hebat, gue salut sama dia dit. Terus apa lagi yang lo pikir kan dit, bukan kah pak dr sudah mau menerima lo apa adanya. Jadi lo itu harus bahagia dita bukan nya merasa sedih lagi seperti ini. (kata dinda)
"Bagaimana gue bisa bahagia din, gue merasa gak pantas menjadi istrinya mas nando, masih banyak wanita di luar sana yang pantas untuk dia din, nay. (kata dita lirih)
"Lo gak boleh pesimis seperti itu dita, tadi lo sendiri yang bilang kalau lo sudah mulai mencintai pak dr, Jadi tunggu apa lagi sih dit, apa lo mau kehilangan lagi orang yang lo cintai...! (seru dinda)
Secara bergantian nayna dan dinda memberi pengertian kepada dita, membujuknya supaya mau menikah dengan mas nando secepat nya, supaya mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang di larang itu.
Sampai akhirnya dita pun menuruti kedua sahabatnya itu dan kata hatinya.
Dinda pun menghubungi nando melalui ponsel dita, memberikan kabar kalau dita sudah bersedia menikah sesuai yang di inginkan oleh nando.
Nando yang mendengar kabar itu merasa sangat senang dan bahagia, itu adalah kabar yang di tunggu-tunggunya setelah pergi dari kediaman Nattan dan nayna tadi.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...๐๐๐...