
Suara deru kendaraan di jalan terdengar sangat jelas di dalam mobil yang saat ini di kendarai oleh Ardy, ada Nattan dan juga Nayna di dalamnya.
Setelah mereka selesai makan siang di salah satu restoran yang cukup terkenal di kota itu, saat ini mereka berada di dalam mobil, hendak kembali ke perusahaan untuk menemui Klien yang sudah datang untuk mengajukan kerja sama dengan perusahaan yang saat ini di pimpinan oleh Nattan.
Beberapa menit yang lalu saat Nattan, nayna dan ardy mau keluar dari restoran itu ardy mendapat dari Dian sekretaris Nattan yang memberi tahukan kalau klien yang sudah membuat janji untuk bertemu siang ini sudah datang dan saat ini mereka sudah berada di ruangan meeting yang biasanya mereka gunakan, untuk mengadakan rapat.
Dian sekretaris Nattan menemani para tamu yang saat ini menunggu kedatangan ardy dan Nattan ke perusahaan.
Tidak lama Nattan dan ardy pun sampai di perusahaan. Ardy memberikan kunci mobil yang baru saja digunakan kepada salah seorang satpam untuk di parkir kan setelah mereka semua keluar dari dalam mobil itu.
Dengan terburu-buru ardy menyusul Nattan dan nayna yang sudah duluan masuk kedalam lift yang biasanya mereka gunakan.
"Sayang, kamu tunggu mas di dalam ruangan mas aja dulu ya...! mas mau langsung ke ruangan meeting bersama ardy, karena klien mas sudah menunggu, maaf mas gak bisa mengantarkan. (kata Nattan kepada nayna sambil membelai kepala nayna)
"Ya mas gak apa-apa, nay bisa sendiri kok. (ucap nayna)
"Baiklah, terima kasih sayang. Tunggu mas di sana ya, ingat jangan kemana-mana. (kata Nattan lagi)
"Iya mas tenang aja, nay gak akan kemana-mana, mas lanjut kerja aja. (kata nayna)
Pintu lift pun terbuka tepat di lantai ruangan Nattan.
"Pergilah ke ruangan mas (ucap Nattan kepada nayna sambil mengecup kepala nayna yang di tutupi oleh hijabnya)
"Ya mas (jawab nayna)
Lalu nayna pun keluar dari dalam lift itu, nayna membalikkan badannya melihat dan tersenyum ke arah Nattan dan ardy yang masih berada di dalam lift.
Setelah pintu lift tertutup nayna pun berjalan dan masuk kedalam ruangan Nattan.
Nayna duduk di sofa yang ada di ruangan itu, lalu menghidupkan televisi yang ada di sana. Nayna mulai mencari siaran yang ingin dia lihat dengan menggunakan remote televisi yang ada di atas meja itu.
Di sisi lain
Nattan dan ardy sudah masuk kedalam ruangan meeting mereka, menyalami tamu-tamu yang datang dan meminta maaf karena mereka terlambat datang.
Lalu mereka semua pun duduk di kursi yang sudah di sediakan setelah di persilahkan duduk oleh Nattan, dan meeting pun di mulai.
"Selamat datang pak Dery dari perusahaan Agro, di perusahaan kami, maaf kalau kami sedikit terlambat menyambut kedatangan bapak berserta yang lainnya. (kata Nattan)
"Ya tidak apa-apa pak Nattan, saya mengerti dengan kesibukan bapak. (kata pak Dery dari perusahaan agro)
"Baiklah pak, apa kita bisa mulai sekarang rapatnya. (kata Nattan)
"Ya pak Nattan. (pak Dery)
"Baiklah (ucap Nattan)
Mereka pun memulai rapat untuk kerja sama nya, sampai mereka mendapatkan kesepakatan untuk bekerja sama. Setelah rapat selesai kedua pimpinan perusahaan itu mulai menandatangani kontrak kerja sama yang sudah mereka seperti. Lalu keduanya berjabat tangan untuk melambangkan kesepakatan.
__ADS_1
"Terima kasih pak Nattan, bapak sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami. (kata pak Dery)
"Ya pak Dery sama-sama, semoga semuanya lancar. (kata Nattan)
"Oh ya pak Nattan, Bagaimana kalau kita merayakan kerja sama kita ini di luar pak sambil minum kopi. (ucap pak Dery)
"Maaf pak Dery, sepertinya saya tidak bisa ikut, karena istri saya menunggu di ruangan saya. (kata Nattan)
Semua orang yang ada di ruangan itu menatap ke arah Nattan, begitu juga dengan dian sekretarisnya yang kaget mendengar kata istri dari Nattan.
"Istri...!! jadi pak Nattan sudah menikah, maaf saya kira pak Nattan masih sendiri, karena saya tidak pernah mendengar berita tentang pernikahan bapak. (ucap pak Dery)
"Ya pak saya memang sudah menikah beberapa bulan yang lalu, tetapi karena istri saya belum siap untuk terekspos oleh orang banyak apa lagi media, jadi kami menunda dulu untuk resepsinya sampai istri saya siap. (ucap Nattan)
"Oh begitu, pantas kita gak tahu bapak sudah menikah. Aduh...sayang banget ya pak Nattan, padahal saya baru saja mau mengenalkan ponakan saya sama bapak kali aja cocok dia baru saja kembali dari inggris menyelesaikan S2 nya. (kata pak Dery)
Nattan tidak menanggapi ucapan pak Dery dia hanya tersenyum.
"Wah beruntung sekali ya istri pak Nattan, dapat suami tampan, pintar dan sukses seperti pak Nattan ini, pasti istri bapak sangat cantik. (kata sekretaris pak Dery)
"Ya benar, beruntung banget istri bapak. (ucap yang lain)
"Oh ya bukannya bapak bilang istri bapak ada di sini...! apa pak Nattan tidak mau memperkenalkan istri bapak itu sama kita. (kata pak Dery)
"Ya pak Nattan, pak Dery benar, kita mau bertemu dengan perempuan yang beruntung itu. (kata salah satu karyawan dari pak Dery)
"Pak Nattan kelihatan sangat cinta sama istrinya, saya jadi iri. (ucap sekretaris pak Dery)
Nattan tidak menanggapi dia hanya tersenyum, dan yang lain tertawa mendengar ucapan sekretaris pak Dery termasuk ardy. Sedangkan dian sekretaris Nattan hanya diam karena kaget mendengar semua fakta yang dia dengar.
"Ayo lah pak Nattan perkenalkan istri bapak sama kita. (kata sekretaris pak Dery yang memang lebih cerewet karena sebenarnya dia sudah mengenal Nattan dan ardy karena sebelum menjadi sekretaris pak Dery, Sisi nama akrabnya pernah bekerja di perusahaan Nattan walaupun cuma satu tahun)
"Em....baiklah, sebentar saya jemput. (kata Nattan)
Lalu Nattan pun keluar dari ruangan rapat itu, masuk kedalam lift untuk menuju ruangannya, menemui nayna di sana.
Setelah lift nya terbuka Nattan berjalan kearah ruangan nya, mengetuk pintu, membukanya dan mengucap salam, nayna menjawab salam Nattan sambil melihat ke arah pintu ruangan itu.
Nattan masuk kedalam ruangan nya yang terlebih dahulu menutup kembali pintunya. Nattan duduk di sebelah nayna mengecup kepala nayna sebelum duduk.
"Sudah selesai mas rapatnya...? (tanya nayna)
"Sudah sayang. (jawab Nattan)
"Oh...jadi klien mas itu sudah pergi...? (tanya nayna lagi)
"Belum sayang, mereka masih ada di ruangan meeting bersama ardy dan dian. (kata Nattan)
"Loh, kalau mereka belum pergi, terus kenapa mas tinggal kan mereka, itu tidak baik mas, mereka kan tamu mas. Sana mas kembali temui mereka. (kata nayna sambil mendorong tubuh Nattan, yang tidak bergerak sedikit pun karena tubuh Nattan yang besar di dorong oleh nayna yang bertubuh mungil)
__ADS_1
"Sayang dengarkan mas dulu jangan main ngusir-ngusir aja. Mas kesini itu di minta mereka, untuk menjemput kamu karena mereka mau kenal dengan istri yang beruntung ini, istri yang beruntung mendapatkan suami setampan dan sebaik mas. (kata Nattan)
"Jadi mereka tahu kalau mas sudah menikah...? dan tau kalau nay ada di sini...? (tanya nayna dengan muka paniknya)
"Ya mereka tahu, mas sendiri yang ngasih tau tadi. (kata Nattan dengan santai nya)
"Kenapa mas kasih tahu, bagaimana kalau mereka memberi tahukannya kepada media, kalau media tahu apa lagi status nay yang masih sekolah bisa-bisa nay di buli mas, dan nay di keluarkan dari sekolah. (ucap nayna yang sudah mulai panik)
"Sayang, sayang... tenang dulu, mereka gak akan memberi tahukan kepada siapa-siapa apa lagi media, mereka tidak akan berani, mas menjamin itu...!! (ucap Nattan)
"Kenapa mas seyakin itu...? (tanya nayna)
"Ya mas yakin aja. Dah sekarang kita temui mereka dulu nanti kita bahas ini lagi. Udah sayang tenang aja, semuanya aman kok. (kata Nattan meyakinkan nayna)
"Em...ya udah ayo. (kata nayna sambil berdiri dari duduknya dan nattan pun berdiri dari duduknya) Tapi apa mas gak malu memperkenalkan nay kepada rekan bisnis mas...? (tanya nayna sambil mereka berdua berjalan keluar dari ruangan Nattan)
"Ngapain mas malu, malahan mas merasa bangga karena memiliki istri cantik, pintar dan baik seperti istri mas ini. (kata Nattan sambil mencolek hidung nayna)
"Ah mas mulai menggombal, kayak anak ABG (kata nayna)
"Ya kan mas punya istri masih ABG jadi ya mas harus bisa menggombal seperti anak ABG juga (ucap Nattan yang saat ini mereka berdua sudah berada di dalam lift menuju ruangan meeting)
"Emang nay masih ABG, nay udah dewasa mas, kan udah kelas 3. Jadi nay bukan anak ABG lagi...(kesal nayna yang tidak terima di bilang ABG sambil memukul tangan Nattan)
"Tetap aja nay, kan masih sekolah berarti masih ABG juga. (ledek Nattan)
"Kok gitu, ah mas gak asyik (ngambek nayna, membuang mukanya mengalihkan pandangannya)
Hahaha...
Tawa Nattan sambil memeluk tubuh nayna dari belakang.
"Sayang, kalau kamu ngambek kayak gini bikin mas tambah gemas deh, seperti anak bayi... (ucap Nattan)
"Ah...mas Nattan memang sangat jahat, tadi katanya nay kayak ABG dan sekarang kayak anak bayi. Nay sebal sama mas. (kata nayna)
Perkataan nayna itu kembali membuat Nattan tertawa dengan lepas, memenuhi semua ruangan lift yang mereka gunakan.
Nayna kembali cemberut mendengar tawa dari Nattan.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...🤗🤗🤗...
...🥰🥰🥰...
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1