
Mobil yang di kemudikan oleh Nattan saat ini sudah memasuki gerbang kediamannya. Dengan senyum yang merekah nayna menatap rumahnya yang sudah sekian lama di tinggal.
"Akhirnya kita kembali lagi ke dream house ya mas....! (ucap nayna)
"Iya sayang, hampir satu bulan kita tinggal. (saut Nattan)
Nayna menganggukkan kepalanya.
Mobil berhenti, Nattan mematikan mesinnya. Mobil sengaja langsung di masukkan oleh Nattan ke garasi karena Nattan yakin sudah tidak akan lagi kemana-mana, hari juga sudah malam dan gelap.
Nayna turun dari mobil dengan antusias, tanpa mempedulikan Nattan yang masih ada di dalam mobil nayna berlari masuk ke dalam rumah seperti anak kecil.
"Assalamualaikum...(ucap nayna sebelum masuk)
"Wa'alaikumsalam...(jawab bik minah yang ada di dalam rumah)
"Bibik...nay sama mas Nattan pulang. (kata nayna, lalu berlari menghampiri bik minah dan memeluk bik minah)
"Ya non, bibik sangat kesepian di sini gak ada non sama aden. Setiap harinya bibik pusing gak tau mau ngapain. (kata bibik, membalas pelukan nayna)
"Hehehe, maaf ya bik, abis mas Nattan gak ngasih izin ke nay untuk di sini aja barang bibik sama mang koko. Dia itu khawatirnya sangat berlebihan bik sama nay. (kata nayna setelah melepas pelukannya)
"Itu artinya den Nattan sayang banget sama non, makanya dia selalu khawatir sama non dan akan selalu menjaga non. (ucap bibik)
"Iya ya bik, bibik benar. Ya udah kalau begitu nay naik dulu ya bik, mau istirahat abis nay capek banget, beberapa jam nay di kantor mas Nattan membuat nay lelah, pusing melihat mereka yang selalu sibuk dengan kertas-kertasnya. (kata nayna, sambil mengernyitkan dahinya)
"Non non, ada ada saja. Ya udah non nayna istirahat aja sana. Bibik mau buatkan makan malam untuk non sama aden dulu. Oh ya ngomong-ngomong malam ini non mau bibik masakin apa...? (tanya bibik)
"Nay sih gak begitu lapar bik, tapi ya udah bibik buatkan nasi goreng ayam aja, mas Nattan pasti juga suka. Punya nay porsinya sedikit aja, Seperti biasa jangan pedas-pedas ya bibik ku sayang. (kata nayna, bergelayut manja kepada bik minah)
"Siap non, bibik buatkan dulu ya. Mau makan di meja makan atau bibik antar ke kamar aja...? (tanya bik minah lagi)
"Di antar ke kamar aja bik. (sambar Nattan, yang berjalan mendekat ke nayna dan bik minah)
"Kok di kamar mas...? (tanya nayna berbalik melihat Nattan)
"Kan katanya sayang itu capek, ya udah dari pada kita harus bolak balik turun ke bawah lebih baik kita makan di kamar aja. (kata Nattan menjelaskan)
"Ya udah baiklah (kata nayna) Diantar ke kamar aja ya bik. Oh ya satu lagi bik, potongan buah juga ya, maaf nay merepotkan bibik. (kata nayna lalu tersenyum melihat ke bibik)
"Ya non siap (bibik mengacungkan jempolnya) Non... bibik gak apa-apa kok malah bibik sangat suka di repot kan sama non. (kata bibik lalu mengelus bahu nayna)
"Ya udah kalau begitu bibik permisi ke belakang dulu ya non, den (pamit bibik)
__ADS_1
"Ya bik (jawab Nattan dan nayna serentak)
Bibik pun pergi
"Kita ke atas sekarang sayang (ucap Nattan)
Nayna menganggukkan kepalanya, menggandeng tangan Nattan. Keduanya berjalan lalu menaiki tangga satu persatu secara berlahan.
Sambil menaiki tangga Nattan menanyakan bagaimana kesan nayna saat nayna di kampus tadi, ada kendala atau tidak saat mengikuti tes tadi.
Nayna dengan antusias menceritakan pengalaman pertamanya itu saat di kampus. Menceritakan saat dia mengikuti tes, dan juga menceritakan tentang para dosen yang ternyata mengetahui tentang identitas dan statusnya.
Nattan tertawa lepas mendengar cerita nayna, dengan kesal nayna melepaskan gandengannya di tangan nayna.
"Kok mas malah ketawa, senang bangat ya melihat nay kebingungan kayak gini (nayna menghentikan langkah, menghentakkan kakinya, melipat kedua tangan ke dada menatap Nattan dengan cemberut)
Tawa Nattan semakin kencang, dia tidak bisa menahannya lagi, melihat raut wajah nayna yang cemberut membuat tawa Nattan semakin kencang.
"Mas Nattan memang aneh, istrinya lagi cemberut malah ketawa. Ya udah nay gak mau ngomong lagi sama mas (kata nayna lalu berlari menaiki tangga meninggalkan Nattan yang masih tertawa di sana)
"Bukannya ngasih solusi malah asik aja tertawa. Buat kesal aja. (ngedumel nayna, saat sudah masuk ke dalam kamar)
Nattan juga masuk ke dalam kamar, menghampiri nayna yang masih cemberut yang saat ini duduk di pinggir tempat tidur.
Nattan tersenyum melihat tingkah nayna itu.
"Tingkah mu itu membuat mas semakin gemas sayang (ucap Nattan, yang jelas tidak di dengar oleh nayna)
Nattan membuka jas yang dikenakannya meletakan di atas tempat tidur. Membuka sepatu, melonggarkan dasi serta membuka satu kancing bajunya. Nattan menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur dengan kedua tangan ke atas untuk menopang kepalanya.
Nattan memejamkan matanya, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah dari rutinitasnya hari ini sambil menunggu nayna selesai membersihkan diri, yang saat ini sedang berada di kamar mandi.
Tok...tok...
Ketukan pintu membangunkan Nattan, Nattan membuka matanya turun dari tempat tidur lalu berjalan maju pintu dan membukanya.
"Bik, masuk aja bik letakan di atas meja sana. Nayna nya masih mandi, nanti kita makan. (kata Nattan saat melihat bik minah yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan nampan di tangannya)
"Baik den. (kata bibik lalu masuk ke dalam kamar, meletakan nampan itu di atas meja)
"Udah bik biar seperti itu aja (kata Nattan, saat melihat bibik yang ingin menata serta menuangkan air ke dalam gelas)
"Baik den, ya udah kalau begitu bibik permisi kembali ke bawah ya den. Kalau masih perlu apa-apa kasih tau bibik. (kata bik minah)
__ADS_1
"Ya bik (kata Nattan, menganggukkan kepalanya)
Bik minah pun keluar, turun kebawah. Nattan kembali menutup pintu setelah bik minah sudah tidak terlihat lagi.
"Siapa mas...? (tanya nayna, yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan handuk kimono)
"Sayang jangan mulai-mulai mancing deh...! (seru Nattan)
"Mancing...? siapa yang lagi mancing sih mas, nay itu bertanya siapa yang datang, bukan mancing. Mas benar-benar aneh. (kata nayna yang merasa heran, karena tidak tau apa yang di maksud Nattan, nayna pun berlaku masuk ke kamar ganti, tanpa mempedulikan Nattan yang masih menatapnya)
"Sayang, sayang... awas aja nanti ya, mas akan buat kamu kewalahan nanti. Siapa suruh mancing singa kelaparan. (kata Nattan yang berbicara sendiri)
Nattan berjalan lalu masuk ke kamar mandi.
Nayna keluar dari kamar ganti, melihat ke sekeliling kamar dan dia tidak menemukan Nattan di sana. Nayna melihat ke pintu kamar mandi mendengar suara air yang jatuh. Nayna tersenyum.
Nayna mengambil jas serta sepatu Nattan yang berserakan, masuk ke kamar ganti, meletakan sepatu ke tempatnya, memasukan jas ke dalam pakaian kotor.
Nayna menyiapkan baju tidur yang akan di gunakan oleh Nattan. Setelah semua siap nayna keluar dari sana berjalan menuju sofa, dan Nayna duduk di sana sambil menunggu Nattan selesai.
.
.
Setelah Nattan selesai dan sudah terlihat wangi, Nattan dan Nayna melakukan kewajibannya, setelah itu mereka berdua menikmati makan malam mereka, dengan masih saling bercanda. Sambil menonton siaran di televisi.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...๐๐๐...