
Nayna, dita dan dinda menghabiskan waktunya di taman belakang, mereka tampak asyik bercanda sambil berenang.
Nattan turun dari mobilnya lalu masuk kedalam rumah, Nattan melihat bik Minah yang juga duduk santai di kursi taman belakang dekat kolam renang. Nattan berjalan ke arah pintu kaca itu, Nattan melihat nayna tampak sangat bahagia berenang bersama kedua sahabatnya, Nattan tersenyum melihat itu.
Setengah cukup lama Nattan berdiri di sana lalu Nattan pun pergi naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya.
**
Di bawah Nayna dan kedua sahabatnya tampak sudah selesai berenang mereka membilas badan dan secara bergantian masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaian mereka.
Setelah ketiganya sudah rapi, mereka pun bergabung dengan bik Minah duduk di bangku. Memakan cemilan yang sudah di sajikan oleh bik Minah.
"Non, sepertinya aden sudah pulang. (kata bik Minah saat nayna duduk di sampingnya)
"Oh ya udah bik, kalau begitu nay masuk dulu ya. Dinda, dita, gue tinggal sebentar ya.
"Ya nay. (jawab dinda dan dita berbarengan)
Nayna berdiri dari duduknya, lalu berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan kedua sahabatnya yang masih asyik berbicara di temani oleh bik Minah.
Saat sudah di dalam nayna melihat Nattan semua ruangan yang ada di lantai bawah rumah, termasuk di ruang kerja Nattan tapi nayna tidak menemukan Nattan ada di sana.
Lalu nayna naik ke lantai 2 rumah untuk melihat apakah Nattan ada di kamar mereka.
Drttt...
Nayna membuka pintu kamar dengan sangat pelan, tampa mengetuk terlebih dahulu, nayna melihat Nattan duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka sambil menelpon.
Nayna masuk ke dalam kamar lalu mendekat ke Nattan, Nattan yang sudah mengetahui kedatangan nayna hanya tersenyum melihat nayna yang duduk di sampingnya, lalu Nattan pun mengakhiri telponnya.
"Kenapa ke sini...? apa teman mu udah pulang...? (tanya Nattan, sambil meletakan hp nya di atas meja yang ada di hadapannya)
"Belum mas mereka belum pulang mereka masih di bawah di temani bibik.
"Terus kenapa kamu ke sini, gak baik lo nay ninggalin tamu.
"Ya mas, nanti nay ke bawah kok. Nay cuma mau kasih paket ini sama mas, tadi ada yang ngantar ke sini jadi karena mas lagi keluar nay yang terima.
"Paket...? dari siapa...? (tanya Nattan penasaran)
"Gak tau mas, di sini gak ada tertulis pengirimnya. Tadi kurirnya bilang ini untuk mas Nattan. (Kata nayna sambil memberikan paket itu kepada Nattan)
Nattan yang masih bingung mengambil kotak berukuran sedang itu di tangan nayna. Lalu Nattan melegakannya di atas meja.
"Nay, bisa tolong ambilkan mas pisau yang ada di laci lemari itu. (kata Nattan sambil menunjuk ke arah lemari)
Nayna pun menganggukkan kepalanya, lalu berdiri dan berjalan ke arah lemari, nayna membuka lemari itu dan mengambil pisau yang ada di dalamnya, lalu nayna kembali mendekat ke Nattan duduk dan menyerahkan pisau itu.
Nattan mengambil pisau itu, lalu mulai membuka kotak yang ada di hadapannya.
"Mas, nay kebawah dulu ya. (kata nayna)
"Ya (jawab Nattan melihat ke arah nayna, menghentikan membuka kotak itu)
__ADS_1
Nayna berjalan keluar dari kamar, lalu turun kebawah dan bergabung kembali bersama kedua sahabatnya. yang masih berada di taman belakang.
"Nay, kita berdua pulang dulu ya, gak enak nih udah terlalu lama kita di sini, nanti mama gue nyariin lagi (kata dinda)
"Loh kok pulang, nanti aja ya. Kalian makan siang di sini aja dulu. Lagian gue sama bibik sudah nyiapin makan yang banyak. Ya kan bik....?
"Benar non dinda, non dita. Bibik sama non nayna sudah nyiapin bahan-bahan yang banyak untuk makan siang bersama non berdua.
Dinda melihat ke arah dita seakan meminta jawaban, setelah mendapat anggukan dari dita, dinda pun berbicara.
"Baiklah nay, tapi siap makan siang kami pulang ya. Gue takut nanti mama gue marah, hari libur malah keluyuran, bukannya belajar kan minggu depan kita ujian.
"Ya dinda, gue ngerti kok mama lo super galak sama seperti anaknya. (ledek nayna)
"Apaan sih lo nay, gue ini kayak papa gue tau, super baik, gue gak mau ya di samain sama mama gue (ngambek dinda)
Nayna dan dita melihat dinda ngambek pun mereka berdua tertawa sangat senang. Bik Minah yang melihat keakraban mereka pun tersenyum.
"Baiklah non, bibik masuk dulu ya, mau menyiapkan makan siang.
"Ya bik, nay bantu ya...!! kalau gitu kita masuk yok teman-teman.
Dinda dan dita hanya menganggukkan kepalanya, mereka pun berdiri dari duduknya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
"Nay gue boleh bantu juga gak...? kan gue juga mau belajar masak nay. (kata dita)
"Boleh bangat dita, ayo...!! (Ajak nayna)
"Dinda, lo mau ikutan bantu masak juga...? (tanya nayna pada dinda)
"Gak deh nay gue duduk di sini aja lihatin kalian, gue takut nanti tangan gue yang mulus ini teriris pisau (kata dinda sambil cengar cengir)
"Alah din, bilang aja lo takut ngerecokin, kan lo gak bisa masak. (dita)
"Lo tau aja dita. (kata dinda)
Dita dan nayna pun mulai membantu bik Minah. Sedangkan dinda hanya duduk di meja makan, sesekali dia mengabadikan momen kedua sahabatnya yang sedang memasak.
**
Di kamar
Nattan sudah berhasil membuka kotak itu, lalu Nattan tampak kaget melihat apa yang ada di dalam kotak, Nattan mengeluarkan semua isi dari dalam kotak, ada berbagai foto yang dia temukan di sana, dan juga ada surat.
Nattan membaca isi surat itu, lalu setelah selesai Nattan pun meremas surat itu karena emosi. Nattan melihat foto itu satu persatu, lalu memasukan kembali ke dalam kotak.
Nattan membawa kotak itu masuk ke dalam kamar ganti lalu memasukannya kedalam lemarinya. Nattan pun keluar dari kamar ganti lalu kembali duduk di sofa, Nattan tampak sangat marah dia berpikir sangat keras siapa kira-kira orang yang mengirim itu semua.
Nattan mengambil hpnya yang ada di atas meja, lalu Nattan pun keluar dari kamar dan menuruni tangga, saat Nattan sampai di bawah secara kebetulan Nattan bertemu dengan nayna, Nattan menatap nayna yang tersenyum kepadanya.
"Mas...mas mau ke mana buru-buru. (tanya nayna)
"Gak ada mas cuma mau ke ruang kerja mas aja. (kata Nattan)
__ADS_1
"Nanti aja ya mas, kita makan siang dulu, teman-teman nay, bik Minah dan mang koko sudah nunggu di meja makan. Kita makan bersama ya...?
"Em...(jawab Nattan, sambil menganggukkan kepalanya)
Nattan dan nayna pun berjalan ke ruang makan, lalu Nattan dan nayna pun duduk. Nayna mengambilkan makanan untuk Nattan dan juga dirinya, setelah Nattan mempersilakan makan, semuanya makan dalam diam.
Setelah selesai makan dan juga membereskan meja makan, nayna, dinda dan dita duduk di ruang keluarga bergabung dengan Nattan yang juga sudah duduk di sana.
Dinda dan dita tampak canggung duduk di sana mereka saling tatap, Nattan yang menyadari melihat ke arah mereka lalu berkata.
"Kalian gak usah takut sama saya, saya gak makan orang kok.
"Kita gak takut tuan, kita cuma...(kata-kata dinda pun terhenti karena di potong oleh Nattan)
"Gak usah panggil tuan, saya bukan majikan atau bos kalian, jadi kalian panggil mas saja, sama seperti nay memanggil saya.
"Baik mas (kata dinda dan dita bersamaan)
"Nay, mas, kalau begitu kami pamit pulang dulu ya. (kata dita)
"Kenapa buru-buru...? (tanya Nattan)
"Kami sudah terlalu keluar rumah mas, nanti mama kuatir, tadi dinda pamitnya cuma sebentar main ke rumah nanya nya. (dinda)
"Ya udah kalau begitu, kalian hati-hati di jalan salam sama pak Bambang ya, kamu putrinya pak Bambang han ya kan...?
"Ya mas saya putrinya, ya nanti dinda sampaikan salam mas sama papa. Kalau begitu kami pamit dulu mas, nayna. (dinda)
"Ya, kalian hati-hati di jalan. (jawab Nattan)
"Ya mas, assalamualaikum...(Ucap dinda dan dita bersamaan)
"Sebentar ya mas nay antar mereka ke depan dulu (kata nayna kepada Nattan)
Nattan hanya menganggukkan kepalanya, lalu nayna dan kedua sahabatnya berjalan ke depan menuju mobil dinda yang terparkir di depan, dinda dan dita masuk kedalam mobil setelah berpamitan dengan nayna, nayna melambaikan tangannya kepada dita dan dita. Setelah mobil dinda sudah tidak terlihat lagi nayna pun kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya.
Nayna kembali duduk di dekat Nattan yang sedang menonton berita di televisi. Karena kelelahan nayna pun tertidur sambil bersandar.
Nattan yang merasa heran kenapa nayna tidak ada suara dari tadi melihat ke arah samping, Nattan menggelengkan kepalanya melihat nayna yang sudah tertidur.
"Ternyata orang nya tidur pantasan dari tadi tidak terdengar suaranya. Kok bisa dia tidur di sini. Memang gadis tukang ngorok. (kata Nattan sambil tersenyum)
Nattan mematikan televisi, lalu mengangkat tubuh mungil nayna naik ke lantai 2 menuju kamar mereka. setelah sampai Nattan membaringkan tubuh nayna di tempat tidur, lalu menyelimutinya dan mencium dahi nayna.
"Tidur yang nyenyak istri ku kamu pasti sangat lelah hari ini. (kata Nattan, sambil membelai pipi nayna)
Nattan pun berjalan ke arah sisi sebelah tempat tidur lalu duduk dan bersandar di atas tempat tidur. Nattan melihat ke nayna yang sedang terlelap.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejeknya ya teman-teman 🤗...
...Terima Kasih 🙏...
__ADS_1