Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Yang membuat Nayna Sedih


__ADS_3

Di ruang kamar yang hanya diterangi cahaya lampu tidur itu terdengar suara tangisan.


Nattan yang mendengar secara berlahan membuka matanya, tangan Nattan meraba ke tempat di mana Nayna tidur sebelumnya.


Saat Nattan merabanya Nattan pun kaget karena Nayna sudah tidak berada di sampingnya. Nattan membuka lebar matanya melihat ke samping, dan Nattan pun dengan cepat duduk di tempat tidur.


"Sayang...! Nay, Nayna....!! (panggilan Nattan)


Karena tidak mendapatkan jawaban dari Nayna Nattan pun segera turun dari tempat tidur, menggapai kontak lampu dan menghidupkannya.


Saat ruangan kamar tidur yang besar itu terang Nattan kaget melihat Nayna yang meringkuk di sudut ruangan sambil menangis.


Dengan cepat Nattan melangkah untuk menghampiri Nayna.


"Sayang kamu kenapa...? kenapa kamu di sini dan menangis seperti ini...? (tanya Nattan lalu merangkul Nayna)


Nayna hanya diam, dia tidak menjawab satu pertanyaan dari Nattan, Nayna masih terisak saat ini.


Nattan berusaha untuk tidak panik saat ini, dengan berlahan Nattan pun membantu Nayna untuk berdiri.


"Ayo sayang, kamu gak boleh seperti ini. (kata Nattan saat membantu Nayna berdiri)


Dengan membantu Nayna berjalan Nattan pun membawanya ke sofa yang ada di kamar itu, dan kebetulan tidak jauh dari mereka saat ini.


"Duduk di sini sayang (Nattan membantu Nayna untuk duduk) Sebentar mas ambilkan air minum untuk kamu dulu (kata Nattan lagi)


Saat Nattan hendak melangkah pergi dengan cepat Nayna berdiri dan langsung memeluk Nattan dengan erat. Nattan kaget, tetapi Nattan membalas pelukan Nayna.


Nattan membelai kepala Nayna, dan sesekali mengecupnya untuk memberi ketenangan kepada Nayna.


Setelah Nattan merasa Nayna saat ini lebih tenang, Nattan pun melepaskan pelukannya secara berlahan dari Nayna, dan melepaskan rangkulan tangan Nayna di tubuh nya.


Nayna dan Nattan saling berhadapan, Nattan menatap Nayna yang wajah nya tertunduk itu. Lalu Nattan pun membantu Nayna untuk duduk dan Nayna mengikuti nya tanpa menolak, sedangkan tatapan nya masih tertunduk.


Nattan juga duduk di samping Nayna, lalu Nattan meraih kedua tangan Nayna dan menggenggamnya.


"Sayang...(panggil Nattan)


Nayna masih diam tatapan nya masih tertunduk.


Dengan berlahan Nattan mengangkat dagu Nayna dengan tangannya untuk melihat ke arah nya.

__ADS_1


Secara berlahan Nayna pun mengangkat dagunya dan menatap Nattan, mata kedua mereka saling tatap, tetapi tidak lama Nayna kembali menunduk kan pandangan nya.


Nattan mengembangkan senyuman di bibirnya, Sejatinya Nattan itu paling suka melihat Nayna yang terlihat malu-malu seperti itu.


Nattan berdiri lalu berjalan untuk mengambil segelas air, setelah mendapatkan segelas air Nattan pun kembali ke Nayna dan duduk di samping nya.


"Ini...! minumlah sayang....! (ucap Nattan sambil menyodorkan segelas air mineral yang di ambilnya tadi kepada Nayna)


Nayna mengangkat kepalanya melihat ke Nattan, Nayna menatap Nattan, dan Nattan pun membiarkan isyarat dengan tatapannya memerintahkan kepada Nayna untuk minum.


Nayna melihat ke gelas air yang masih di pegang oleh Nattan, lalu Nayna pun mengambilnya dan meminum air itu.


"Bagus, istri mas memang sangat pintar. (ucap Nattan mengelus lembut pucuk kepala Nayna, setelah Nayna meminum habis air yang ada di gelas itu)


Nattan mengambil gelas yang di pegang oleh Nayna, lalu meletakkannya di atas meja.


Nattan meraih tangan Nayna menggenggam keduanya, dan menatap Nayna yang saat ini juga menatapnya.


"Ada apa sayang...? Kenapa sayang tiba-tiba menangis...? (Tanya Nattan)


Nayna tidak menjawab dia hanya menatap Nattan, dan air matanya sudah mulai berlinang.


Nattan menggeser posisi duduknya, lebih dekat kepada Nayna, lalu Nattan mengusap air mata Nayna yang baru saja jatuh membasahi pipinya.


"Maafkan mas sayang kalau sikap mas yang tadi itu membuat sayang marah dan sedih. Mas melakukan itu untuk kebaikan sayang juga, mas itu gak mau sayang kecapean dan pingsan lagi seperti kemarin. Maafin mas ya sayang. (Kata Nattan sambil mengelus punggung Nayna)


"Nay Memeng kesal sama mas karena mas yang tiba-tiba overprotektif sama nay tadi, tapi nay menangis bukan karena itu mas. (ucap Nayna dengan suara lirih)


Nattan kaget, tangannya yang tadinya mengelus punggung Nayna langsung terhenti saat mendengar apa yang di katakan oleh Nayna. Nattan berusaha untuk tenang saat ini lalu berlahan melepaskan pelukannya meraih kedua bahu Nayna dan menatapnya.


"Kalau bukan karena itu lalu kenapa sayang...? (tanya Nattan yang merasa heran)


Nayna berdiri dari duduknya, lalu berjalan ke tempat dimana dia menangis tadi, Nayna mengambil ponselnya yang masih ada di sana. Nattan hanya menatap Nayna yang menjauh dari nya.


Setelah mendapatkan ponselnya Nayna pun kembali dan duduk di samping Nattan. Nayna membuka layar ponselnya, mencari apa yang akan di perlihatkan kepada Nattan.


"Ini mas (ucap Nayna, sambil memperlihatkan chat nya bersama Dinda)


Nattan mengambil ponsel Nayna, lalu membaca chat yang di kirim oleh Dinda, dan melihat foto-foto serta video-video dengan caption yang menjelekkan nama Nayna.


(Misalnya ada satu video yang memperlihatkan Nayna yang sedang berpelukan dengan laki-laki yang tampak berbeda dan laki-laki itu hanya tampak dari belakang saja, dengan caption wanita murahan. Dan beberapa foto memperlihatkan Nayna yang turun serta masuk ke dalam mobil yang berbeda-beda saat menjemput dan mengantarkan nya kekampus.)

__ADS_1


Di setiap video dan foto yang tersebar di group kampus itu tampak begitu banyak chat yang berisi cacian serta makian yang tertuju kepada Nayna, begitu banyak chat dari anak-anak kampus yang menghujat Nayna saat ini.


"Siapa sih sayang yang menyebarkan berita murahan seperti ini....? (tanya Nattan yang berusaha untuk tenang setelah melihat chat dan apa yang di kirim oleh Dinda ke Nayna)


"Nay juga gak tau siapa mas...! Nay gak habis pikir kok mereka tega memfitnah nay seperti itu. Nay salah apa mas sama mereka sehingga mereka memfitnah nay seperti itu, emangnya mereka kenal baik apa dengan nay. (kata Nayna dengan suara yang lirih menahan tangis)


Nayna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, lalu tangisan Nayna pun kembali pecah. Nattan mendekat ke Nayna lalu memeluk Nayna.


Nattan menenangkan istrinya, memberikan pengertian kepada Nayna supaya Nayna tidak sedih dan tertekan dengan masalah yang ada.


Tidak lama Nayna pun terlihat tenang, tangisannya pun berhenti, Nayna memeluk Nattan dengan erat.


"Apa yang harus nay lakukan mas...? Bagaimana nay menghadapi semua orang besok di kampus mas...? Nay yakin pasti semua orang yang ada di kamus sudah tau tentang semua ini, dan mereka pasti sangat membenci nay, nay juga takut karena berita ini nay akan di keluarkan oleh pihak kampus mas. (ucap Nayna dengan lirih)


"Sayang... kenapa sayang itu khawatir...? udah sayang tenang aja, mas akan mengatasi semuanya. Dan untuk pihak kampus mas yakin mereka gak akan mengeluarkan kamu dari sana. (kata Nattan)


"Mas yakin mereka gak akan mengeluarkan nay dari sana...? (tanya Nayna, yang melepas pelukannya lalu menatap Nattan)


"Em...mas yakin...! (ucap Nattan sambil menganggukkan kepalanya)


Nayna pun tersenyum, lalu kembali memeluk Nattan.


"Mas janji sayang orang itu akan membayar mahal untuk semua air mata yang kamu keluarkan hari ini...! (kata hati Nattan dengan sorot mata yang penuh amarah)


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐Ÿ’ช untuk menulis โœ๏ธ dan bisa Update setiap hari....


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โœŒ...


...Terima kasih ๐Ÿ™...

__ADS_1


...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...


__ADS_2