
Keesokan harinya
Nattan sudah berada di di depan kampus Nayna, mobilnya sudah terparkir setelah jam yang lalu di sana. Tidak seperti biasanya Nattan memang datang lebih cepat untuk menjemput Nayna dari biasanya.
Setiap menjemput Nayna Nattan memang tidak pernah keluar dari mobil, dan memarkirkan mobilnya di tempat bisanya setiap kali dia menjemput Nayna.
Nattan membuka ponselnya lalu mengirimkan pesan kepada Nayna. Pesan sudah di baca tetapi tidak ada balasan dari Nayna. Nattan pun memasukkan kembali ponselnya di saku jas.
Beberapa menit kemudian
Nattan kembali mengecek ponselnya dan dia masih belum mendapatkan balasan dari Nayna.
"Kenapa gak di balas juga. (ujar Nattan lalu dengan kesal Nattan memasukan kembali ponselnya)
Nattan melihat ke arah kampus dan di sana Nattan tidak melihat keberadaan Nayna.
Memang saat ini terlihat ramai mahasiswa dan mahasiswi yang berjalan keluar dari kawasan kampus ada yang berjalan kaki ada juga yang menggunakan kendaraan.
Tetapi Nattan tidak melihat Nayna ada di antara mereka.
Nattan melihat jam yang melingkar di tangannya, Karena cukup lama menunggu Nattan pun sudah mulai gelisah. Nattan kembali mengirimkan pesan kepada Nayna dan hasilnya masih sama, Nayna hanya melihat pesan yang di kirim Nattan dan tidak membalasnya.
"Lagi...! (ujar Nattan dengan kesal)
"Baiklah sayang... jadi begini sekarang, ok kamu tunggu aja pembalasan dari mas ya. (ujar Nattan lalu tersenyum dengan licik nya)
Di Dalam
Nayna menatap layar ponselnya lalu senyum-senyum sendiri. Dinda dan beberapa orang teman yang berada di dekatnya menatap Nayna dengan heran.
"Maaf kak Diki kayaknya ada yang tidak fokus deh. (ujar cewek yang ada di samping Nayna)
"Siapa...! (Seru Diki dengan tegas dan menatap satu persatu teman yang satu kelompok dengannya)
"Nih si Nayna, dari tadi gue perhatiin dia cuma fokus sama ponselnya saja mana senyum-senyum sendiri lagi.
Semua mata tertuju kepada Nayna, termasuk Diki ketua kelompok yang dari tadi menjelaskan dan membagi tugas tugas yang akan di kerjakan masing-masing orang yang satu kelompok dengannya.
"Kenapa kamu tidak fokus Nayna, jangan mentang-mentang nilai kamu selalu tinggi di kelas ini jadi kamu bisa anggap remeh tugas ini. Atau jangan-jangan kamu beranggapan kalau saya gak pantes untuk menjadi ketua di kelompok ini. (ujar Diki)
"Benar kak Diki gue rasa seperti itu (ujar cewek yang duduk di samping Nayna dan menatap Nayna dengan sinis)
"Eh Lo gak usah jadi kompor meleduk dan jangan cuma nyalahin Nayna aja, gue liat Lo sendiri dari tadi juga gak fokus dan sibuk bermain ponsel aja. (ujar Dinda)
__ADS_1
"Gak usah ngarang deh Din, gue dari tadi fokus kok. Gak usah sok belain teman Lo ini deh. Udah tau dia salah....
"Udah-udah gak usah pada ribut, kalau kalian semua ribut begini bagaimana bisa cepat selesai pembagian tugas ini. Dan Lo Nayna, udah fokus sekarang. Aneh kalian semua Kalau kelompok kita dari awalnya saja tidak kompak kayak gini bagaimana nanti pas persentase. (ujar salah seorang cewek yang bernama Linda, cewek tomboi yang satu kelas dengan Nayna)
"Ya benar kata Linda, udah gak usah pada ribut begini. Gue minta maaf semuanya gara-gara gue jadi pada ribut begini. (ujar Nayna, lalu meletakkan ponselnya di atas meja)
"Baiklah bisa di lanjutkan (ujar Diki)
"Ya (jawab semuanya)
Diki pun kembali melanjutkan pembagian tugas mereka dan sedikit menjelaskan.
"Eh nay gue tau pasti Lo dapat pesan dari pacar Lo kan makanya dari tadi lo itu tidak fokus dan senyum-senyum sendiri begitu. (bisik cewek yang duduk di samping Nayna)
Nayna hanya diam dia tidak menanggapi apa yang baru saja di bisikan oleh temannya itu.
"Fokus ke tugas, gak usah kepo. (bisik Dinda yang berada di samping gadis itu)
Gadis itu langsung cemberut dan menatap Dinda dengan kesal.
Beberapa menit kemudian mereka pun selesai dan semuanya bersiap untuk pulang.
Nayna masih membereskan buku-bukunya yang berantakan di atas meja yang di bantu oleh Dinda. Sedangkan yang lain mereka sudah berjalan keluar dari kelas.
"Udah-udah gak usah di bahas lagi. Ayo pulang (kata Nayna yang berlalu pergi meninggalkan Dinda)
"Nayna kok Lo malah ninggalin gue sih. (Dinda berlari menyusul Nayna)
"Lo itu benar-benar ya nay, udah lah capek gue kalau ngomong sama orang sebaik Lo gini. (ujar Dinda yang cemberut berjalan beriringan dengan Nayna)
Nayna hanya tersenyum melihat tingkah Dinda yang seperti anak kecil. Lalu Nayna pun menggandeng tangan Dinda dan mulai menjali Dinda. Dan keduanya pun saling bercanda dan tertawa bersama.
Di gerbang kampus, Nayna dan Dinda saling berpamitan lalu keduanya berjalan menuju mobil yang menjemput mereka masing-masing.
"Assalamualaikum mas...(ucap Nayna setelah sampai, masuk dan duduk di dalam mobil)
"Wa'alaikumsalam sayang (jawab Nattan, yang cemberut )
"Ada apa mas...? (tanya Nayna yang melihat raut wajah Nattan yang cemberut)
"Gak apa-apa, kita jalan sekarang...! (ujar Nattan tanpa melihat ke arah Nayna, dan pura-pura sibuk)
"Ya mas ayo. (jawab Nayna datar)
__ADS_1
Nattan tampak semakin cemberut, lalu mulai menyalakan mesin mobil.
Dan mobil mereka pun mulai melaju berlahan.
Nayna menyandarkan tubuhnya, mencuri pandang melihat ke arah Nattan, lalu Nayna pun tersenyum saat Nattan tidak melihatnya.
Suasana di dalam mobil saat ini hening tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Nattan hanya fokus menyetir sedangkan Nayna berpura-pura sibuk dengan ponselnya dan itu semakin membuat Nattan bertambah cemberut saat ini.
Beberapa menit kemudian
Mereka pun sampai ke dream house, Nattan memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu utama rumah. Setelah mobil berhenti Nayna pun turun tanpa menghiraukan Nattan.
Nattan menatap Nayna dengan heran.
Lalu dia pun turun dari mobil dan segera menyusul Nayna yang sudah duluan masuk ke dalam rumah.
"Wanita hamil mudnya memang susah di tebak. (ujar Nattan saat melangkah masuk ke dalam rumah)
"Mas ada ngomong sesuatu (tanya Nayna yang menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke Nattan)
"Gak ada sayang, mas gak ada ngomong apa-apa (elak Nattan, lalu tersenyum)
"Oh... baiklah (ujar Nayna lalu berbalik kembali dan lanjut berjalan)
"Ah... hampir saja...!! (ujar Nattan sambil mengurut dada lega)
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...🥰🥰🥰...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1