
"Santi, santi (panggil pak dedi)
"Ya mas ada apa...?
"Kenapa kamu malah melamun, apa lagi yang kamu pikirkan...?
"Anu mas, itu...
"Anu, itu apa sih maksud kamu, ngomong itu yang jelas biar saya mengerti. apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan atau ada hal lain...?
"Masalah pria tegap yang menanyakan nayna itu mas, kalau mereka bukan orang-orang suruhan mas, terus mereka suruhan siapa mas, santi takut terjadi apa-apa sama nayna.
"Oh mereka pasti orang-orangnya ardy dan tuan muda Nattan. (jawab santai pak dedi)
"Apa...? jadi Nattan dan Ardy juga mencari nayna...?
"Ya mereka di minta tolong sama tuan besar untuk mencari gadis yang bernama nayna itu.
"Oh begitu, baiklah sekarang saya sudah mulai mengerti, saya kira mereka orang jahat suruhan pamannya nayna. Ya sudah kalau begitu ayo kita samperin ayah.
Pak dedi dan ibu santi kembali masuk ke dalam ruangan yang mana kakek yoga berada sekarang, mereka melihat kakek yoga dengan tatapan kosong melihat ke arah luar jendela yang ada di ruangan itu, kakek yoga tidak menyadari ada dua orang yang masuk ke ruangan itu. salam yang mereka ucapkan tidak di balas oleh kakek yoga.
"Apa ayah selalu begini mas...?(tanya ibu santi kepada pak dedi)
"Ya tuan besar selalu seperti ini semenjak pulang ke rumah paska kecelakaan itu.
"Kasihan ayah, saya tidak tega melihat seperti ini, ayah yang dulunya selalu ceria dan membuat kita semua tertawa, ini kedua kalinya saya melihat wajah ayah seperti itu. pertama karena kehilangan istri tercintanya yang ingin menyelamatkannya dan sekarang.
__ADS_1
"Makanya saya berharap dengan bertemunya tuan dan putri dari penyelamat hidupnya itu, tuan akan kembali ceria seperti dulu.
Ibu santi berjalan menghampiri kakek yoga yang berdiri mematung di depan jendela.
"Ayah...
kenapa ayah berdiri di sini, kenapa tidak istirahat aja di sofa.
"Kalian sudah kembali, ayah baik-baik saja, tadi ayah sudah istirahat. (berjalan dan duduk di sofa, di ikuti oleh santi)
"Nak apa kamu me...(kata kakek terhenti karena di potong oleh ibu santi)
"Ya ayah, santi sangat mengenal gadis yang ayah cari, dia adalah teman akrab andin, apa ayah masih ingat dengan andin..? (tanyanya)
"Andin, gadis manis berkulit hitam itu. ya ayah ingat kamu pernah membawa dia beberapa kali ke acara yang di adakan di rumah besar. di mana ada sekarang...?
"Maksud kamu andin sudah tiada...?
"Ya ayah, sekitar satu bulan yang lalu. d
andin mengalami kecelakaan di kota B, tepat di depan sekolahnya, karena menyelamatkan sahabat baiknya.
"Kecelakaan...? di kota B...? apa gadis yang menyelamatkan nayna yang kamu ceritakan kemaren itu adalah andin anak asuh santi dedi...?( tanya kakek kepada pak dedi)
"Ya tuan.
"Kenapa kebetulan sekali, dan kenapa kamu tidak mengabari ayah kalau andin meninggal nak.
__ADS_1
"Maafkan santi ayah, karena santi kaget andin pergi secepat itu jadi andin lupa mengabari ayah, tapi santi memberi kabar kok sama ardy, tetapi pada saat itu ardy berada di kota B, sedang meninjau proyek yang ada di sana.
"Apa ardy mengabari kamu saat itu dedi...?
"Tidak tuan.
"Sudahlah kamu memang tidak tau apa-apa. Eh...Itu artinya kamu tau nayna dimana santi...?
"Ya ayah santi tau di mana nayna.
"Baiklah kalau kamu tau, sekarang kamu antar kan ayah untuk menemuinya. oh ya apa dia tidak tinggal bersamamu nak...?
"Tidak ayah, kebetulan nayna sekarang sudah mulai masuk sekolah, jadi karena jarak dari sini ke sekolahnya cukup jauh jadi nayna memutuskan untuk kost tidak jauh dari sekolahnya.
"Begitu, ya sudah sekarang kita temui dia ke kost-kostan nya atau jangan-jangan dia masih di sekolah, karena ini masih jam 12 kurang. (kakek yoga sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangannya)
"Benar ayah, pasti nay masih di sekolah. kalau kita menemuinya di sekolah santi takut mengganggu aktivitas belajarnya. bagaimana kalau kita nanti sore aja menemuinya, karena nayna pulang sekolahnya sore sekitar jam 3.
"Baiklah kalau begitu, kita tunggu saja di sini sampai sore, saya gak mau terjebak macet lagi kalau harus bolak balik dari sini ke rumah.
"Tidak ayah kita tunggu nayna di rumah besar saja.
"Kenapa kita tunggu di rumah besar nak...?
"Kita tunggu di sana aja ya yah, nanti ayah juga tau.
"Baiklah, terserah kamu saja nak. ya sudah kamu siap-siap lah kita ke rumah besar sekarang.
__ADS_1