
Nayna, dita dan boy sudah berada di depan kelas mereka yang baru. Di mana teman-teman mereka sudah ramai yang datang dan duduk di bangku yang sesuai dengan keinginan mereka masing-masing.
Nayna, dita dan boy masuk ke dalam kelas. Dita dan nayna melihat dinda yang melambaikan tangannya ke arah mereka sambil memanggil nama kedua sahabatnya itu.
Nayna dan dita yang melihat itu berjalan mendekati dinda.
"Dinda...!! lo udah di sini aja. Kapan lo datang...? perasaan gue yang datang lebih cepat gue gak ada lihat lo di mading tadi. (ucap dita yang merasa heran karena dinda sudah duluan ada di dalam kelas)
"Oh, gue memang baru datang, dan gue langsung ke sini. karena gue udah tau duluan kelas kita di blok ini. (kata dinda)
"Dari mana lo tau din, kan pengumuman nya baru di tempel tadi pagi oleh pak satpam gue aja ikut bantuin. (ucap dita lagi)
"Oh gue tau dari papa gue, apa lo lupa dit atau pura-pura lupa kalau papa gue berteman sama pak adam, dan semalam papa gue kebetulan nelpon dengan pak adam, dan sekalian nanya gue ada di kelas yang mana. Ya pak adam memberi tahu kepada papa dan papa gue ngasih tau sama gue tadi pagi. (ucap dinda)
"Ooooh...!!! (seru dita)
"Ini kursi untuk kita din...? (tanya nayna)
"Gak nay, kita duduk di depan sana, gue sengaja ngambil kursi yang ada di depan karena kita harus konsentrasi dalam belajar. (Kata dinda, sambil berdiri dan berjalan ke arah kursi yang sudah di tandai nya)
"Lo di sini nay, gue di sebelah sana dan dita di sana. (ucap dinda lagi, sambil menunjuk kursi untuk dia dan dita)
Nayna meletakan tas nya di laci meja lalu duduk di kursinya.
"Hai Lo, sana...!! gue mau duduk di belakang nayna. (ucap boy kepada teman yang duduk di kursi belakang nayna)
Karena takut sama boy, anak itu pun pindah dari kursinya, dan duduk di kursi yang masih kosong.
Nayna, dita dan dinda menatap boy yang sudah duduk di kursi tepat belakang nayna. Boy tersenyum ke arah tiga sahabat itu.
"Ketua kelas memang beda ya, sesuka hatinya memerintah. (ucap dinda, dengan merendahkan nada suaranya supaya tidak di dengar oleh boy)
"Ya din lo benar, tapi gue heran ngapain dia mau duduk di belakang kursi nayna, kan masih banyak kursi yang kosong...!! (ucap dita sambil berbisik kepada dinda)
"Iya ya dit, gue juga berpikiran yang sama sama lo. (ucap dinda juga sambil berbisik ke dita yang berdiri di sebelah dita yang duduk di pinggir meja di depan nayna)
__ADS_1
"Kalian berdua membahas apa sih...? kok sambil berbisik kayak gitu...? (tanya nayna, yang merasa heran melihat tingkah kedua sahabatnya)
Dita dan dinda saling tatap.
"Gak ada nay, kita cuma...(ucapan dinda terputus, karena ibuk rita masuk ke dalam kelas)
"Anak-anak, silahkan duduk di kursi masing-masing...!! (ucap ibuk rita)
Semua murid pun duduk di kursi masing-masing. Begitu juga dengan dinda dan dita. Mereka duduk di kursi yang ada di sisi kiri dan kanan nayna.
Semua mata tertuju kepada ibuk rita, yang memberikan yang memperkenalkan diri sebagai wali kelas mereka, dan ibuk rita juga memberikan daftar mata pelajaran untuk siswa siswinya.
Setelah cukup lama ibuk rita berbicara di depan kelas, semua siswa siswi lanjut memilih perangkat kelas mereka mulai dari ketua kelas, sekretaris, bendahara untuk kelas mereka.
Mereka mulai mengajukan 3 nama siswa atau pun siswi yang juga harus setuju kalau seandainya dia menjadi perangkat kelas nanti.
Ketiga nama itu adalah Boy, Dita dan Neta, mereka bertiga sebagai calon perangkat kelas yang sudah di setujui oleh ibuk rita.
Untuk suara terbanyak ke 1 akan menjadi ketua kelas, untuk suara terbanyak ke 2 akan menjadi sekretaris dan untuk suara terbanyak ke 3 akan jadi bendahara kelas.
(Sebenarnya para siswa dan siswi ada mengajukan nama nayna untuk menjadi salah satu perangkat kelas, tetapi di tolak oleh nayna karena nayna merasa tidak sanggup, jadinya nama nayna di hapus dari daftar calon, dan tinggal lah 3 orang dita, boy dan neta)
Setelah semua selesai ibuk rita mulai membacakan nama-nama yang sudah di tulis oleh semua murid nya, di bantu oleh dinda yang menulis ke depan untuk perbandingan suara.
Pembacaan pun di mulai, dengan jumlah 32 orang siswa siswi di kelas itu.
Dan dapatlah suara terbanyak 1: Boy(ketua kelas) 2: Dita (sekretaris kelas) 3: Neta (bendahara kelas).
Setelah serah terima jabatan siswi pun di bolehkan untuk pulang, karena untuk hari ini anak-anak belum belajar efektif seperti biasanya.
Ibuk rita pun meninggalkan kelas itu, dan satu persatu siswa siswi pun bubar keluar dari kelas untuk pulang dan ada juga yang mau menghabiskan waktu ke mall dan sebagainya.
Boy menghampiri nayna yang hendak berdiri dari duduknya. Dita dan dinda berdiri dari duduknya lalu menatap ke arah boy yang mendekati nayna.
"Nay lo mau langsung pulang atau bagaimana...? (tanya boy)
__ADS_1
"Gue mau langsung pulang boy. (ucap nayna)
" Gue antar ya (kata boy)
"Gak usah boy, gue barang dinda atau dita aja, karena mereka juga bawak mobil. (tolak nayna)
"Gak usah nay, bareng gue aja ya. Gue dengar lo gak tinggal bareng keluarga prayoga, jadi mau tau rumah lo di mana, kali aja besok-besok gue mau main ke rumah lo. Boleh kan nay...? (ucap boy sambil bertanya)
"Tapi...!!! (ucap nayna yang merasa bingung bagaimana cara menolak boy tanpa menyinggung perasaan nya)
"Maaf ya boy nayna mau pulang bareng gue. Kami udah janjian semalam, ya kan nay...? (bohong dinda, sambil mendekati nayna yang kebingungan dan boy)
"Iya boy. (ucap nayna)
"Ya udah kalau begitu gue duluan ya. (ucap boy, sambil berjalan ke arah keluar kelas)
"Terima kasih ya din lo sudah membantu gue menolak boy. Maaf gara-gara membantu gue lo jadinya berbohong (ucap nayna)
"Ya nay, gak apa-apa kok, kan gue berbohong demi kebaikan (ucap dinda sambil cengengesan)
"Ya udah kita pulang sekarang yok. (aja dita yang juga sudah berdiri di dekat kedua sahabatnya itu, setelah boy pergi)
"Ya ayok (ucap nayna dan dinda berbarengan)
Mereka bertiga pun keluar dari kelas, lalu berjalan menuju parkiran yang cukup jauh dari kelas mereka.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...๐ค๐ค๐ค...
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Terima Kasih ๐๐...
__ADS_1