
Rasa bahagia tergambar jelas di wajah para siswa dan siswi Az-Zahra school saat mereka sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Bukan cuma karena mereka bisa liburan ke bali, tetapi juga karena mereka bisa liburan bersama para sahabat mereka.
Mungkin di antara mereka ini bukan pertama kalinya mereka liburan ke bali, apa lagi untuk anak-anak yang orang tuanya bisa di bilang kaya, tetapi ini adalah pertama kali mereka bisa liburan bersama para sahabat mereka, karena ini pertama kalinya salah satu murid di kelas mereka mendapatkan juara umum.
Semuanya sudah berada di dalam bus untuk menuju ke hotel tempat mereka menginap selama liburan di bali. Kecuali Nattan dan pak adam kepala sekolah Az-Zahra, mereka masih berdiri di dekat bus sambil berbicara.
Dita dan dinda duduk berdua, dan nayna duduk sendiri di belakang bangku dita dan dinda. Boy yang duduk di bangku paling belakang melihat nayna yang duduk sendiri lalu berpindah duduk di sebelah nayna.
"Apa di sini masih kosong nay...? di belakang sangat sempit jadi gak apa-apa kan kalau gue duduk di sini. (ucap boy)
"Ya gak apa-apa. (jawab singkat nayna, lalu mengalihkan pandangannya dari boy melihat ke luar jendela bus)
"Apa mas mu tidak barengan dengan kita di bus ini ke hotelnya nay...? (tanya boy)
"Gue gak tau boy. (Jawab nayna yang merasa risih dengan keberadaan boy di sampingnya)
Boy diam, lalu mengambil hp nya yang ada di dalam tas kecil yang di bawanya. Boy memainkan hp nya sambil sesekali mencari pandang melihat nayna.
Nattan dan pak Adam masuk kedalam bus, untuk memastikan semua siswa sudah ada di sana, Nattan melihat ke arah nayna yang tampak tidak nyaman karena ada boy di sampingnya.
"Pak adam apa nayna boleh ikut bersama kita di dalam mobil untuk ke hotelnya...? (tanya Nattan kepada pak adam yang berdiri sedang berbicara dengan ibuk rita)
"Kenapa...? (tanya kembali pak adam)
"Bukan apa-apa pak, cuma bapak tau sendiri kan mami jihan seperti apa, tadi mami berpesan saya tidak boleh jauh dari nayna, karena ini pertama kalinya nayna ke bali, kalau mami tau saya ada di mobil dan nayna di bus pasti mami jihan akan marah. (alasan Nattan)
"Ya saya mengerti pak Nattan, ya udah gak apa-apa. Ibuk rita tolong panggil kan nanya nya...!! (kata pak adam, yang sebenarnya tau maksud dari Nattan)
Ibuk rita yang ada di samping pak adam yang dari tadi juga mendengar permintaan Nattan berdiri dari duduknya lalu pergi menghampiri nayna.
Nayna melihat ke belakang, saat nayna mendapatkan kode dari sorot mata Nattan nayna berdiri dari duduknya lalu mengikuti langkah kaki buk rita berjalan ke belakang menghampiri Nattan.
Semua siswa dan siswi yang ada di dalam bus melihat ke belakang, karena mereka penasaran apa yang terjadi begitu juga dengan dinda dan dita.
__ADS_1
"Nay, naik mobil bersama mas aja ya. (kata Nattan saat nayna sudah di dekatnya)
"Emang boleh pak, buk...? (tanya nayna kepada pak adam dan ibuk rita)
"Boleh nay. (kata pak adam)
"Ya nay, gak apa-apa. (kata ibuk rita)
"Terima kasih pak adam, buk rita (kata nayna, yang sebenarnya merasa tidak enak, tapi mau bagaimana lagi dari pada dia merasa tidak nyaman duduk di dekat boy, mau pindah sudah tidak ada lagi bangku yang kosong, jadi dengan sangat terpaksa nayna ikut dengan Nattan)
Nayna, Nattan dan pak adam turun dari dalam bus, lalu masuk kedalam mobil yang ada di belakang bus.
Bus pun melaju menuju hotel tempat mereka menginap. Mobil Nattan pun mengikuti bus itu dari belakang. Selama perjalanan nayna hanya diam, berbeda dengan pak adam dan Nattan, dari tadi mereka sibuk membahas tentang sekolah dan yang lain.
Sebenarnya pak Adam tau kalau Nattan dan nayna suami istri, karena pak Adam juga datang pada saat acara pernikahan sederhana mereka berdua, pak Adam merupakan anak dari salah satu teman baik kakek yoga.
Jadi pak Adam ini juga sangat dekat dengan keluarga prayoga, termasuk Nattan. Pak adam 2 tahun lebih muda dari papi syam, tetapi pak adam sampai saat ini belum memiliki istri, karena pada saat 5 hari menjelang pernikahan calon istri nya meninggal karena sakit yang dideritanya. Dan itu menjadi trauma tersendiri untuk pak adam.
Mereka pun sampai di hotel, dan saat ini para siswa dan siswi sudah berada di lobi hotel begitu juga dengan Nayna dan Nattan.
Antara kamar untuk siswa laki-laki dan siswi perempuan sengaja di bedakan lantainya. Hotel itu adalah milik keluarga prayoga, yaitu salah satu hotel yang di kelola oleh papi syam.
Makanya beberapa hari sebelum mereka ke sana papi syam sudah mengatur semuanya. Sampai dengan makanan yang ada di restoran di hotel itu untuk semua siswa dan siswi serta beberapa orang guru yang ikut.
Nayna, dita dan dinda pergi ke kamar mereka. Begitu juga dengan yang lain mereka sudah masuk kedalam kamar mereka masing-masing.
Nattan masuk ke dalam lift menuju kamar yang bias dia gunakan. Setelah sampai Nattan masuk kedalam kamar itu, tidak lama pegawai hotel datang mengantarkan koper milik Nattan.
Setelah pegawai itu pergi, Nattan membaringkan tubuhnya di atas kasur, lalu mengambil hpnya. Nattan mencoba menghubungi nayna, tetapi nomor hp nayna sedang sibuk.
"Kenapa nomor sibuk, emangnya lagi nelpon dengan siapa gadis itu. (kata Nattan yang bicara sendiri)
Nattan kembali meletakan hp nya, karena merasa penasaran Nattan kembali menghubungi nayna, tetapi nomor nayna masih sibuk.
__ADS_1
Di sisi lain nayna, sedang berbicara dengan mami jihan menggunakan hp nya, nayna menceritakan perjalanan pertamanya ke bali. Setelah cukup lama nayna mengakhiri telponnya. Lalu meletakkan hpnya di atas meja di samping televisi yang ada di kamar itu, lalu nayna berbaring di tempat tidur dimana dinda dan dita yang sudah duluan berbaring di sana.
"Nay lo benaran tidur di sini...? (tanya dita)
"Iya, Emangnya kenapa...? (tanya balik nayna)
"Nay, maaf ya bukannya gue melarang lo tidur di sini, tetapi apa lo gak mikirin mas Nattan...!! ingat nay mas Nattan itu suami lo, jadi gak baik kalau lo tidur di sini sedangkan suami lo ada di sini. (kata dita, sambil mendudukkan diri di atas tempat tidur melihat ke arah nayna)
"Gue tau dita, tapi lo lihat sendiri kan tadi bagaimana mas Nattan, dia gak ada bilang apa-apa sama gue tadi dit, bahkan mas Nattan diam aja pas gue bilang gue satu kamar sama lo berdua. (ucap nayna, yang masih berbaring di samping dinda)
"Udah lah dita, biarin aja nanya nya bersama kita. (dinda)
"Ya dinda gue gak melarang nayna bersama kita, gue merasa senang nayna bersama kita, tapi kita gak boleh egois, kita juga harus mikirin mas Nattan. (dita)
"Dita benar nay, coba deh lo hubungi mas Nattan sekarang lo tanya ama dia. (saran dinda)
"Gue gak berani din, apa lagi bertanya tentang itu. (nayna)
"Kenapa nay kok lo takut, kan mas Nattan suami lo. (dita)
"Ya dita, gue tau tapi...(kata-kata nayna terhenti karena pintu kamar mereka di ketuk dari luar)
Dinda berdiri dari tidurnya, lalu membukakan pintu kamar mereka, yang ternyata itu adalah pegawai hotel yang di minta dinda mengantarkan koper dinda dan dita ke kamar mereka saat di lobi hotel tadi.
Setelah pegawai hotel itu pergi dinda membawa masuk kedua koper itu dan kembali menutup pintu.
Lalu tidak lama pintu pun kembali di ketuk, dinda kembali membukakan pintu kamar mereka, yang ternyata Nattan yang datang.
"Mas Nattan...(ucap dinda)
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejeknya ya teman-teman...
__ADS_1
...๐ค๐ค๐ค...
...Terima kasih ๐๐ฅฐ...