
Samar-samar terdengar suara panggilan dari luar kamar di iringi dengan ketukan pintu terdengar sudah beberapa kali.
Nattan mulai membuka matanya pelan, mengumpulkan semua kesadarannya. Lalu Nattan melihat ke samping di mana nayna masih terlihat tidur dengan nyenyak tanpa terganggu oleh suara pintu yang di ketuk.
Nattan turun dari tempat tidur lalu membetulkan selimut untuk menyelimuti nayna, lalu Nattan berjalan ke arah pintu dan membukanya sedikit, Nattan melihat siapa yang dari tadi memanggilnya.
"Den...maaf bik mengganggu tidur nya...!!! (ucap bik Minah saat melihat Nattan yang membuka pintu)
"Ya bik gak apa-apa, ada apa bik...?
"Anu den...(ucapan bik Minah terputus karena merasa tidak enak untuk bicara kepada Nattan)
"Ya bik ada apa...? bilang aja...!! (seru Nattan sambil memegang kepalanya karena mereka bingung dengan bik Minah)
"Maaf den Nattan sebelum nya, begini den bibik mau minta izin pulang ke kampung karena ada saudara bibik yang meninggal. (ucap bik Minah akhirnya)
Sebenarnya bik Minah merasa gak enak kepada Nattan untuk meminta izin cuti, karena bik Minah mau pun mang koko sangat jarang meminta izin cuti, apa lagi untuk pulang kampung, kecuali hari-hari besar, itu pun Nattan sendiri yang memberikan bik Minah dan mang koko cuti duluan.
"Innalilahi Wa innailaihi Raji'un....
Ya udah bik gak apa-apa, bibik sama mang koko pulang aja. (Ucap Nattan)
"Terima kasih den, kalau begitu bibik permisi dulu mau siap-siap. (ucap bik Minah)
"Ya bik silahkan (kata Nattan)
Bik Minah pun pergi kebawah, setelah melihat bik Minah di tangga Nattan kembali menutup pintu kamar dan masuk kedalam.
" Siapa yang meninggal mas...? (tanya nayna, yang sudah menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur))
"Sayang udah bangun...! (seru Nattan)
"Nay ke bangun saat dengar suara mas dan bik Minah. Emang nya siapa yang meninggal mas...? (tanya nayna lagi)
"Oh...saudara bik Minah sayang di kampungnya, dan sekarang bik Minah dan mang koko lagi siap-siap mau pulang kampung. (kata Nattan sambil berjalan ke dekat nayna)
"Apa mau pulang kampung...? berapa lama mas...? (tanya nayna dengan kaget nya)
__ADS_1
" Ya sayang, tapi mas gak tau berapa lamanya. (ucap Nattan)
Nayna turun dari tempat tidur
"Mau kemana...? (tanya Nattan)
"Nay mau kebawah mas, menemui bik Minah, mau tanya bibik kapan mereka kembali....!!
"Dengan rambut terbuka seperti itu...!!! (kata Nattan yang berdiri dan berjalan mendekati nayna)
"Oh iya, maaf mas nay lupa...! (cengir nayna) Terima kasih ya mas sudah mengingat kan (kata nayna lagi)
Nayna berjalan dan masuk kedalam kamar ganti dengan cepat nayna mengambil jilbab nya, lalu nayna pun keluar dari ruangan itu.
"Nay kebawah menemui bik Minah dulu ya mas (kata nayna saat berada di dekat Nattan)
"Mas ikut (ucap Nattan dengan santai nya)
"Kok ikut...? emang mas mau ngapain...? (tanya nayna)
"Mas mau memberikan ini untuk bik Minah dan mang koko (kata Nattan sambil melihatkan amplop yang ada di tangannya)
Nattan tersenyum dengan perlakuan spontan nayna itu, Nattan mengimbangi langkah kaki nayna, pasangan suami istri itu pun turun kebawah untuk menemui bik Minah dan mang koko yang sedang bersiap-siap di kamarnya.
Karena belum melihat bik Minah ada di sana, Nattan dan nayna duduk di sofa ruang tamu menunggu bik Minah dan mang koko keluar dari dalam kamar mereka.
Tidak butuh waktu lama, mang koko dan bik Minah keluar dari kamar mereka dengan memegang tas besar di tangan.
Nayna yang melihat bik Minah langsung berlari dan memeluk bik Minah. Bik Minah menjatuhkan tas yang di pegang nya, membalas pelukan nayna.
"Bibik jangan lama-lama ya pulang kampung nya. (rengek nayna yang berada di dalam pelukan bik Minah)
"Ya non bibik gak lama kok (ucap bik Minah)
"Baiklah kalau begitu bibik boleh pergi, tapi janji ya bik jangan lama-lama di kampungnya. (ucap nayna lagi)
"Ya non bibik janji (ucap bik Minah meyakinkan)
__ADS_1
Nayna melepas pelukannya, lalu Nattan mendekati bik Minah dan mang koko yang berdiri di samping bik Minah.
Mang koko, bik Minah, bawa mobil yang ada di garasi aja, gak usah naik bus, kalau mang koko dan bik Minah naik bus akan bakalan lama sampai di kampung bibik.
"Tapi den, gak usah, kami naik bus aja (kata mang koko)
"Ya den gak usah (sambung bik Minah)
"Jangan di tolak bik, Mas Nattan benar, kalau bik Minah dan mang koko bawa mobil jadi nanti bibik gak ada alasan untuk lama pulang ke sini (ucap nayna sambil bergelayutan di tangan bik Minah)
"Ya bik, mang, lagian Nattan gak terima penolakan (ucap Nattan)
Bik Minah menatap mang koko, lalu mang koko menganggukkan kepalanya.
"Baiklah den, terima kasih (ucap bik Minah)
"Dan ini bik ada sedikit dari kami (kata Nattan sambil menyerahkan amplop yang ada di tangannya)
"Apa ini den...? (tanya bik Minah)
"Ambil aja bik sebelum mas Nattan bilang dia gak mau ada penolakan (ucap nayna, sambil tersenyum kepada bik Minah)
Bik Minah membalas tersenyum kepada nayna sambil mengelus kepala nayna.
"Terima kasih den Nattan, non nayna (ucap bik Minah saat sudah mengambil amplop itu)
Bik Minah dan mang koko berpamitan kepada Nattan dan nayna.
Nattan dan nayna mengantar bik Minah dan mang koko sampai Ke depan. Setelah mobil menjauh Nattan dan nayna pun masuk ke dalam rumah.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...🤗🤗🤗...
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...