Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Bertanya Tentang Nayna


__ADS_3

Kakek dan pak dedi menatap heran kepada ibu santi, mereka melihat ada sesuatu yang berubah ketika kakek menanyakan tentang nayna kepadanya.


"Kenapa nak, apa kamu mengenal gadis yang bernama nayna itu...? (tanya kakek)


"Maaf ayah, kenapa ayah mencari gadis itu, hutang apa yang ayah maksud pada gadis itu...?


"Ayah punya hutang nyawa sama gadis itu nak. Ceritanya panjang...(kakek menghela nafas panjang karena mulai merasakan pusing dan sedikit sesak di dadanya mengingat kembali kejadian dulu yang dia alami)


"Ayah, ayah kenapa...? apa ayah baik-baik saja...?


"Tuan apa perlu kita kerumah sakit sekarang (cemas pak dedi melihat wajah kakek sudah mulai pucat dan memegang dadanya)


"Saya baik-baik saja, tidak perlu ke dokter. saya tidak akan mati sekarang, saya hanya butuh istirahat.


"Kalau begitu kita pulang sekarang tuan..?


"Tidak saya mau di sini dulu, saya belum mendapatkannya, kalian keluarlah saya akan istirahat di sini, nanti kita lanjutkan lagi obrolan tadi.


"Baik tuan kami tunggu di luar, tuan istirahat lah, kalau ada apa-apa panggil saya tuan. Mari santi kita keluar dulu biarkan tuan istirahat di ruangan kamu dulu.


"Tapi mas, ayah...


"Sudah lah ayo ikut...

__ADS_1


Ibu santi keluar dari ruangannya mengikuti langkah kaki pak dedi dari belakang, lalu mereka duduk di kursi yang ada di depan ruangan itu.


"Ada apa ini mas, kenapa ayah tiba-tiba pucat saat menyebutkan hutang nyawa tadi, ada apa ini sebenarnya...? (tanya ibu santi kepada pak dedi yang dari tadi di selimuti rasa penasaran)


"Santi, saya juga tidak bisa menceritakan detailnya kepada kamu, karena cuma tuan lah yang tau cerita sebenarnya, pada saat itu saya juga tidak bersama beliau, karena beliau meminta saya mengurus sesuatu, dan beliau pergi sendiri menggunakan taksi. yang jelas gadis itu ada hubungannya dengan kecelakaan yang tuan alami beberapa bulan yang lalu di kota B.


"Apa kecelakaan yang di alami ayah ada hubungannya dengan kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua gadis yang sedang di cari ayah itu mas (tanya ibu santi dengan hati-hati)


"Ya, ini ada hubungannya, makanya tadi tuan bilang dia berhutang nyawa kepada gadis yang bernama nayna itu dan tuan juga ada janji kepada orang tua gadis itu, tapi saya tidak tau apa janji yang di buat tuan.


"Tetapi kenapa ayah langsung pucat saat mengingat itu...? Apa ayah masih trauma dengan kecelakaan itu.


"Ya tuan masih trauma dengan kecelakaan itu, bahkan beliau setiap kali mengingat kejadian itu selalu merasa pusing dan sedikit sesak di dadanya. makanya tuan Syam dan tuan muda Nattan tidak pernah membahas kejadian itu, walaupun sekedar bertanya kepada tuan, karena itu membuat kondisi tuan melemah. karena usia tuan tidak muda lagi jadi dokter menyarankan itu semua. sepertinya sebelum tuan bertemu dengan gadis yang bernama nayna itu maka tuan tidak akan tenang.


"Jadi benar kamu mengenal gadis itu...?


"Ya saya sangat mengenalnya.


"Jadi dimana gadis itu sekarang..?


"Kita temui ayah dulu, nanti saya kasih tau.


tapi tunggu dulu (sambil mencegah pak dedi yang hendak berdiri)

__ADS_1


"Ada apa...? katanya mau menemui tuan.


"Ya tapi sebentar saya mau bertanya...?


"Apa...? tanyakan cepat.


"Apa orang-orang yang berbadan tegap yang selalu bertanya tentang nayna di sekolah lama nayna dan juga di panti ini adalah orang suruhan mas...?


"Tidak, saya tidak pernah melibatkan orang-orang saya untuk mencari tau tentang gadis itu, tetapi saya sendiri yang mencari tau tentang gadis itu. kecuali...


"Kecuali apa mas...? (ibu santi langsung memotong ucapan pak dedi)


"Kecuali yang kemaren, apa kamu ingat ada seorang perempuan yang berpakaian serba hitam yang menemui kamu dan bertanya tentang nayna ke rumah kamu, dan kamu langsung mengusirnya.


"Ya saya ingat, gadis gila yang memaksa saya untuk memberikan informasi itu, merengek seperti anak kecil yang tidak di berikan permen oleh ibunya, jadi itu orang suruhan mas...?


"Ya itu orang yang aku bayar mahal tapi tidak berguna, dia memberikan amplop berisi kertas kosong kepada saya, katanya kamu yang memberikan amplop itu, dan hanya boleh di buka pas saya sudah di rumah itu syarat dari kamu katanya.


"Hahaha...jadi mas percaya...?


"Ya mau gimana lagi...?


"Hahaha...kamu lucu mas, (ibu santi tidak berhenti tertawa) Lalu pria bertubuh tegap itu siap, kalau dia bukan orang suruhan mas dedi, lalu mereka suruhan siapa..? (kata ibu santi dalam hati. Tawanya seketika terhenti mengingat orang bertubuh tegap itu)

__ADS_1


"Santi, santi (Panggil pak dedi)


__ADS_2