Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Menemui Nayna


__ADS_3

Kakek yoga, pak dedi dan ibu santi berada di dalam mobil yang sama saat ini, pak dedi memacu mobilnya menuju rumah besar seperti permintaan ibu santi.


"Nak, bagaimana menurut kamu tentang gadis yang bernama nayna itu (tanya kakek kepada ibu santi)


"Nayna anak yang baik ayah, dia cantik, pintar, murah senyum, sopan, ramah, anak yang taat akan agama, ya walaupun sedikit pendiam dan suka melamun semenjak di tinggal kedua orang tuanya dan juga sahabat baiknya andin.


"Di mana anak itu sekolah sekarang...?


"Nayna sekolah di Az-Zahra School ayah, kelas 2.


"Apa di Az-Zahra, dia sekolah di sana, sedekat itu, kenapa kamu tidak tau dedi kalau dia sekolah di sana...!!! banyak hal yang tidak kamu tau sekarang dedi semenjak perceraian kalian.


"Maafkan saya tuan.


Seketika suasana di dalam mobil pun hening, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. satu jam kemudian mobil pun memasuki area pekarangan rumah besar yang di bukakan oleh satpam penjaga yang ada di depan yang sudah mengenali mobil majikannya.


"Kita sudah sampai tuan.


Kakek yoga membuka matanya, melihat sekitar, ibu santi sudah turun dari mobil, pak dedi membukakan pintu mobil untuk kakek yoga, kakek yoga turun dari mobil dan masuk kerumah di ikuti oleh ibu santi dan pak dedi.


"Nak kamu istirahat lah, ayah juga mau istirahat dulu di kamar. kalau kamu lapar ajak dedi untuk makan di ruang makan.


"Terus apa ayah tidak makan siang dulu...?


"Tidak ayah mau istirahat dulu, nanti dedi akan mengantarkan makan siang ayah ke kamar seperti biasa.


"Baiklah ayah.

__ADS_1


Ibu santi menghampiri pak dedi di ruangan makan, ibu santi melihat pak dedi sedang berbicara kepada salah seorang chef yang biasa memasak makanan untuk kakek yoga.


"Mas, apa jihan dan kak syam belum pulang...?


"Belum, mereka langsung berangkat ke jerman kemaren untuk menghadiri pernikahan sahabat nyonya jihan.


"Oh begitu, pantasan rumah ini sepi.


"Ya sudah kita makan siang dulu aja, duduk lah.


"Terus ayah...?


"Chef sedang membuatkan makanan untuk tuan besar. nanti saya yang akan mengantarkannya ke kamar ayah.


"Baiklah mas.


Mereka pun makan dengan sunyi, hanya dentingan sendok yang terdengar. selesai makan dan membersihkan piring makannya ibu santi duduk di sofa dan menghidupkan televisi, sedangkan pak dedi pergi ke kamar kakek yoga mengantar kan makan siang untuk tuannya. setelah selesai makan kakek yoga keluar untuk menemui ibu santi, pak dedi juga ikut bergabung setelah meletakan piring kotor di dapur. mereka pun mengobrol sesekali di iringi oleh gelak tawa ketiganya.


"Santi kenapa kamu mengajak kami kesini...? bukan kah kamu bilang tadi kamu mau mengajak kami untuk bertemu dengan gadis itu...?


"Sudahlah mas sama ayah ikut saja, nanti juga tau.


Ibu santi membuka pintu ruangan menyetrika di rumah sebelah, mengucapkan salam dan melihat seorang gadis yang terlihat kaget setelah membalas salam dan melihat siapa yang datang ke ruangan itu.


"Ibu santi, (ucapnya kaget, sambil berjalan menghampiri dan memeluk, menyalami dan mencium tangan ibu santi)


Kenapa ibu ada di sini..? kenapa ibu tidak menghubungi nay kalau ibu mau ke kost, pasti ibu menunggu nay lama ya di kost sampai-sampai ibu datang nyamperin nay ke sini. maafkan nay ya bu, nay langsung ke sini tadi pulang dari sekolah, nay males harus buang-buang waktu kalau harus bolak balik ke kost dulu.

__ADS_1


"Maaf ya nak ibu tidak memberi kabar ke kamu kalau ibu ke sini.


"Ya bu tidak apa-apa, tapi mereka siapa bu...? (tanya nayna kepada ibu santi ketika dia melihat ada dua pria yang berbeda usia di belakang ibu santi)


"Oh ya ibu sampai lupa, perkenalkan sayang ini ayah yoga eh maksud ibu tuan yoga, pemilik rumah ini, dan ini asisten pribadinya namanya mas dedi eh pak dedi.


Nayna kaget, kalau pemilik rumah ini menghampiri nya.


"Perkenalkan saya nayna tuan, (sambil mengulurkan tangannya menyalami dan mencium punggung tangan kakek yoga dan berganti ke pak dedi dan melakukan hal yang sama)


"Gak usah panggil tuan nak, panggil saja kakek yoga dan ini pak dedi asisten sekaligus mantan suami dari ibu asuh mu santi.


Nayna melihat ke arah ibu santi, seolah-olah bertanya lewat sorot matanya, dia ingin mendapatkan jawaban dari pernyataan yang di dengar nya.


"Ya sayang dia mantan suami ibu, dan kakek yoga ini adalah orang yang sudah ibu anggap seperti ayah sendiri, ibu memanggil nya ayah yoga.


Nayna menganggukkan kepalanya, pertanda dia sudah mengerti dengan situasi ini.


"Baiklah cucu ku, karena kamu sudah mengenal kami, mau kah kamu ikut dengan kami kita ngobrol-ngobrol di salah satu Coffee Shop di depan sekolah kamu.


Nayna melihat ke arah ibu santi, dan di jawab anggukan oleh ibu santi.


"Baiklah tuan eh kakek, tapi pekerjaan saya belum selesai.


"Sudahlah tidak apa-apa nanti akan di lanjutkan sama yang lain, mbok janah akan mengurusnya nanti. ya kan mbok..? (Tanya pak dedi kepada mbok janah yang kebetulan berada di ruangan itu bersama nayna dan murni)


"Ya tuan.

__ADS_1


"Nah sekarang masalah nya sudah selesai, ayo cucuku ikut. (ajak kakek dengan senyum bahagia di bibirnya)


"Baik kek, nay ikut.


__ADS_2